LKP ANDI SOFYAN HARI

 

 

  LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM  MODUL 1-9

 


 

 

ANDI SOFYAN HARI

NIM:  858916488

 

 

 

 

 

 

 

 

UPBJJ JEMBER

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA

TAHUN 2021


KATA PENGANTAR


 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Segala puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah Subhanahu Wata‟ala, yang telah melimpahkan nikmat yang tak terhitung, Rahmat dan Karunia-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan Laporan Kegiatan Praktikum ini. Serta Shalawat dan salam kepada Rasulullah Shallallahu „Alaihi Wasallam, selaku panutan yang memberi risalah yang baik bagi umat islam.

Laporan Kegiatan Praktikum IPA merupakan tugas yang disusun penulis untuk memenuhi persyaratan tugas mata kuliah “Praktikum IPA di SD” FKIP PGSD Universitas Terbuka Pokjar Bondowoso Tahun 2021 - 2022.

Laporan Kegiatan Praktikum ini khusus penulis persembahkan yang teristimewa kepada kedua orangtua tercinta, yang telah bersusah payah membesarkan, merawat, memberikan kasih sayang, do’a yang tulus ikhlas yang tiada henti-hentinya selalu di panjatkan, semangat dan motivasi serta materi kepada penulis sehingga penulis dapat mencapai pendidikan yang baik.

Penulis menyadari bahwa Laporan Kegiatan Praktikum ini dapat diselesaikan berkat usaha dan dukungan dari berbagai pihak akhirnya Laporan Kegiatan Praktikum ini dapat penulis selesaikan walaupun masih jauh dari kesempurnaan. Secara khusus dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1.      Kepala UPBJJ UT Jember, Bapak Prof. Dr. Mohamamad Imam Farisi, M.Pd

2.      Ibu Legiyanti, S.Pd. M.Pd Selaku Pengelola Universitas Terbuka Pokjar SMP 3 Bondowoso

3.      Bapak Agus Prasetyo Utomo, S.Si. M.Pd

 

              selaku Tutor Mata Kuliah Praktikum IPA , yang telah memberikan arahan kepada penulis dalam praktikum.

 

              Teman-teman sekelompok yang sangat membantu penulis setiap ada kesulitan dalam mengerjakan Laporan Kegiatan Praktikum dan semua teman- teman yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu yang telah banyak memberikan dukungan, motivasi, do’anya kepada penulis dalam menyelesaikan Laporan Kegiatan Praktikum.

                        Teman seperjuangan UT Kelas A yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu yang telah memberikan semangat dukungan, motivasi dan moral serta do’anya kepada penulis untuk menyelesaikan Laporan Kegiatan Praktikum ini.

Penulis menyadari masih banyak kekurangan-kekurangan dalam penulisan Laporan Kegiatan Praktikum ini, oleh sebab itu kritik dan saran dari pembaca sangat penulis harapkan, penulis juga sangat berharap semoga Laporan Kegiatan Praktikum ini dapat berguna bagi semua pihak, terutama bagi pihak-pihak yang memiliki peran dalam dunia pendidikan dan semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan karuniaNya kepada kita semua, sekian dan terima kasih.

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatu


MOTTO

 

 

"Hiduplah seperti bawang merah. Sekalipun diiris, diulek, dipotong, ia tak menangis.

 

 

Sebaliknya, orang yang memotongnya-lah yang akan menangis."

 

 

 

Jika kamu ingin dipermudah urusanmu kelak dan dibahagiakan kelak, maka permudah

 

 

urusan orang lain saat ini dan bahagiakanlah mereka sekarang”

 

 

 

“Sambutlah masa-masa milenial dengan sukacita dan kemajuan diri. Kalau sedang repot dalam urusan kalian, ingatlah masih ada GRAB yang selalu siap membantu urusanmu.”

 

 

“Hidup itu sederhana. Goreng, angkat, lalu tiriskan.”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


DAFTAR ISI

 

Halaman Judul

………………………………………………………….

i

Kata Pengantar

………………….……………………………………

ii

Motto

………………….……………………………………….

iv

Daftar Isi

………………………………………………………….

v

Lembar Data

………………….…………………………………………

vi

Lembar Pernyataan Keasliaan Karya ……………………….…….……………..vii

 

LKP TERBIMBING

LKP Ciri-ciri Mahluk Hidup       ..……………………………………………………1

LKP Pertumbuhan, Perkembangan dan Perkembangbiakan Mahluk Hidup ……..16

LKP Ekosistem Darat ………..………………………..........................................26

LKP Pencemaran Lingkungan,Pengaruh Deterjen Terhadap Perkecambahan ….31

LKP Jenis-jenis Makanan (Uji Karbohidrat dan Uji Lemak) ...............................36

LKP Gerak ……………………..…………………………….…………………..51

LKP Jenis dan Bentuk Gelombang ……………………………………………….60

LKP Sifat Cahaya …….…………………………………………………………79

LKP Lensa Cembung dan Cermin Cekung ……………………………...……....95

LKP Kelistrikan.....................................................................................................103

LKP MANDIRI

LKP Simbiosis             ……………………………………………………………115

LKP Struktur Sistem Pencernaan          ……………………………………………129

LKP Kemagnetan        ……………………………………………… ………........135

LKP Pembakaran Memerlukan Udara         ………………………………………..157


LEMBAR DATA

DATA MAHASISWA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nama

:

ANDI SOFYAN HARI

NIM/ID Lainnya

:

858916488

Program Studi

:

FKIP PGSD

Nama Sekolah

:

UPTD SPF SD NEGERI PUCANGANOM 2

 

 

 

DATA TUTOR (PGSD)/INSTRUKTUR (PGSM)


 

Nama(Gelar)

:

Agus Prasetyo Utomo, S.Si. M.Pd

Nip/Id Lainnya

:

0714087901

Instansi Asal

:

Universitas Muhammadiyah Jember

Nomor Hp

:

081553687770

Alamat Email

:

agus.utomo99@gmail.com


PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

 

 

Saya yang bertanda tangan di bawah ini   :

 

 

Nama Mahasiswa                                 : ANDI SOFYAN HARI

NIM                                                     : 858916488

 

Program Studi                                      : FKIP S1 PGSD

 

 

Dengan ini menyatakan bahwa Laporan Kegiatan Praktikum ini merupakan hasil karya saya sendiri dan saya tidak melakukan plagiarisme atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika yang berlaku dalam keilmuan. Atas pernyataan ini saya siap menerima tindakan/sanksi yang diberikan kepada saya apabila dikemudian hari ditemukan pelanggaran akademik dalam karya saya ini atau ada klaim atas karya saya ini.

 

 

 

Bondowoso, 06 Desember 2021

Yang membuat pernyataan

 

 

ANDI SOFYAN HARI

   NIM   858916488


LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM MODUL 1 MAKHLUK HIDUP

KP 1 CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP (GERAK PADA TUMBUHAN) TERBIMBING

 

 

 

 

 


 

 

 

 

NAMA : ANDI SOFYAN HARI

                                  NIM : 858916488

 

 

 

 

 

UPBJJ UT JEMBER

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA

TAHUN 2021


JUDUL PERCOBAAN

Gerak Pada Tumbuhan

 

 

TUJUAN PERCOBAAN

Mengamati gerak seismonasti Mengamati gerak niktinasti

Mengamati gerak geotropisme negatif pada tumbuhan

 

 

ALAT DAN BAHAN

 

Seismonasti dan Niktinasti

 

Tanaman putri malu dalam polibek 1 buah Kotak karton warna hitam atau kardus 1 buah Stop Watch atau  jam tangan 1 buah

Alat tulis dan penggaris Geotropisme

Pot berukuran kecil 1 buah,

Tanah yang subur secukupnya, Biji kacang merah secukupnya, Air secukupnya

LANDASAN TEORI

 

Gerak pada tumbuhan terjadi karena proses tumbuh atau karena rangsangan dari luar. Walaupun tidak memiliki alat indra, tumbuhan peka terhadap lingkungan sekitarnya. Tumbuhan memberi tanggapan terhadap rangsangan yang berasal dari cahaya, gaya tarik bumi, dan air. Ada pula tumbuhan yang peka terhadap sentuhan dan zat kimia. Tanggapan tumbuhan terhadap rangsangan-rangsangan tersebut di atas


       pertumbuhan batang sebagai organ tanaman, tumbuhnya kearah atas. Sedangkan geotropisme positif adalah organ-organ tanaman yang tumbuh kearah bawah sesuai dengan gravitasi bumi. Contohnya tumbuhnya        akarsebagai organ tanaman ke       arah        bawah.Akar selalu tumbuh ke arah bawah akibat rangsangan gaya tarik bumi (gaya gravitasi).Gerak tumbuh akar ini merupakan contoh lain dari gerak tropisme. Gerak yang disebabkan rangasangan gaya gravitasi disebut geotropisme. Karena gerak akar diakibatkan oleh rangsangan gaya tarik bumi (gravitasi) dan arah gerak menuju arah datangnya rangsangan, maka gerak tumbuh akar disebut geotropisme positif.Sebaliknya gerak organ tumbuhan lain yang menjauhi pusat bumi disebut geotropisme negatif.(Nopi, 2009).

Contoh geotropisme adalah gerak tumbuh pada bunga kacang. Pada waktu bunga mekar, geraknya menjauhi pusat bumi, maka termasuk geotropisme negatif. Tetapi setelah terjadi pembuahan, gerak bunga kemudian ke bawah menuju tanah ke pusat bumi dan berkembang terus menjadi buah kacang tanah. Dengan demikian, terjadi perubahan gerak tumbuh pada bunga kacang tanah. Sebelum pembuahan adalah geotropisme negatif dan setelah pembuahan adalah geotropisme positif. Pertumbuhan bunga ini  dipengaruhi oleh peranan hormon pertumbuhan.

Ada tiga macam gerak pada tumbuhan, yaitu gerak tropisme, gerak nasti, dan gerak taksis.

1.      Gerak Tropisme

Gerak pada bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan disebut tropisme. Gerak tropisme terjadi karena gerak tumbuh tumbuhan. Berdasarkan jenis rangsangan yang diterima oleh tumbuhan, tropisme dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu fototropisme, geotropisme, hidrotropisme dan tigmotropisme.

Fototropisme adalah gerak yang terjadi pada tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan cahaya. Bila cahaya yang datang dari atas tumbuhan, tumbuhan akan tumbuh tegak mengarah ke atas. Hal ini dapat kamu amati pada tumbuhan yang hidup di alam bebas. Tanaman pot yang diletakkan di dalam  ruangan

mendapat cahaya dari samping, ujung batangnya akan tumbuh membengkok ke arah datangnya cahaya.Pada tumbuhan, bagian yang peka terhadap rangsangan adalah bagian ujung tunas. Bila gerak tersebut mengarah ke sumber rangsangan disebut fototropisme positif, misalnya gerak tumbuh ujung tunas ke arah cahaya. Sedangkan gerak yang menjauhi sumber rangsangan disebut fototropisme negatif, misalnya gerak tumbuh akar yang menjauhi cahaya.Akar selalu tumbuh ke arah bawah akibat rangsangan gaya tarik bumi (gaya gravitasi). Gerak tumbuh akar ini merupakan contoh lain dari gerak tropisme.

 

Gerak tropisme yang lainnya adalah gerak tumbuh akar yang dipengaruhi oleh ketersediaan air tanah. Biasanya akar tumbuh lurus ke arah bawah untuk memperoleh air dari dalam tanah. Akan tetapi, jika pada arah ini tidak terdapat cukup air, maka akar akan tumbuh membelok ke arah yang cukup air. Dengan demikian, arah pertumbuhan mungkin tidak searah dengan gaya tarik bumi.  Gerak

akar   menuju   sumber   air   disebut   hidrotropisme   positif. Tanaman anggur mempunyai sulur yang membelit pada dahan lain. bisa juga, sulur tersebut membelit pada benda yang disentuhnya, misalnya ajir. Gerak tumbuh karena rangsangan sentuhan tersebut disebut tigmotropisme. Atau dapat juga disebut haptotropisme, berasal dari kata thigma yang berarti singgungan atau hapto yang berarti sentuhan. Bagaimana sulur dapat tumbuh membelit ajir? Pada sisi sulur yang menyentuh ajir, pertumbuhan sel-selnya melambat sehingga bagian tersebut lebih pendek dari pada sisi sulur yang tidak menyentuh ajir. Akibatnya, sulur tumbuh melengkung ke arah ajir dan mengelilingi ajir. Dengan demikian sulur akan membelit ajir atau pohon lain yang disentuhnya.

1.      Gerak Nasti

Gerak bagian tumbuhan yang arahnya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan disebut gerak nasti. gerak nasti juga disebabkan oleh perubahan tekanan turgor. Berdasarkan jenis rangsangan yang diterima oleh tumbuhan ada beberapa macam gerak nasti, antara lain fotonasti, termonasti, tigmonasti/seismonasti, dan niktinasti.


2.      Gerak Seismonasti

Gerak seimonasti disebut juga dengan gerak tigmonasti. Gerak seismonasti merupakan gerak nasti yang disebabkanoelh rangsangan atau sentuhan.

Gerak Niktinasti

 

Istilah niktinasi berasal dari bahasa Yunani, nux yang berarti malam. Niktinasti merupakan gerak tidur pada tumbuhan yang disebabkan karena keadaan gelap. Proses niktinasti banyak terjadi pada tumbuhan berdaun majemuk. Niktinasti terjadi karena sel-sel motor di persendian tangkai daun (anak-anak daun majemuk) atau pulvinus memompa ion K+ dari satu bagian ke bagian lainnya sehingga menyebabkan perubahan tekanan turgor

3.      Gerak Taksis

Taksis merupakan gerak perpindahan tempat sebagian atau seluruh tumbuhan akibat adanya rangsangan. Gerak taksis umumnya terjadi pada tumbuhan tingkat rendah. (Prawiranata. W, dkk. 1991)

 

PROSEDUR PERCOBAAN

 

Seismonasti

Menyediakan alat dan bahan yang diperlukan seperti pot yang berisi tanaman putri malu, lembar kerja, alat-alat tulis, dan penggaris.

Menyiapkan pot putri malu beberapa hari sebelumnya, sehingga ketika akan melakukan percobaan pot dalam keadaan segar dengan cara mencari tanaman putri malu ukuran sedang selanjutnya mengambil tanaman tersebut dengan menyodoknya dengan scop atau alat lainnya sehingga tanaman tersebut dapat dipindahkan ke dalam pot tanpa mengganggu bagian akarnya.

Meletakkan pot putri malu yang telah disiapkan di atas meja, selanjutnya melakukan sentuhan halus hingga sentuhan paling kasar terhadap daun-daun putri malu tersebut dengan menggunakan penggaris.

Mencatat hasil pengamatan pada Lembar Kerja.


Niktinasti

 

Menyediakan dua buah polibek putri malu.

Memberi tanda A pada polibek pertama dan tanda B pada polibek kedua. Meletakkan pot A di tempat  terang dan terbuka.

Menyimpan pot B di atas meja dan menutup dengan menggunakan kotak karton atau kardus yang kedap cahaya dengan hati-hati agar tidak menyentuhnya.

Membiarkan pot B tertutup selama lebih kurang setengah jam.

Setelah ditutup lebih kurang setengah jam, membukanya dengan hati-hati

( tidak menyentuh tanamannya ).

Mengamati apa yang terjadi dengan daun putri malu pada pot A. Mencatat hasil pengamatan dan menuangkan hasilnya pada lembar kerja.

Geotropisme

 

Membuat dua buah pot tanaman kacang merah dengan cara menanam 3 biji kacang merah dalam setiap pot ukuran kecil 1-2 minggu sebelum percobaan dimulai.

Membuat pot tanaman kacang merah dilakukan di tempat terbuka sehingga tanaman dihasilkan berdiri dengan tegak.

Memberi label A pada pot pertama dan label B untuk pot lainnya.

Meletakan pot B secara horizontal ( arah mendatar ) sedangkan pot A dibiarkan berdiri (Vertikal) lalu menyimpan keduanya di tempat terbuka.

Mengamati setiap pagi dan sore selama seminggu. Menuangkan hasil pengamatan pada Lembar Kerja


 

F.         HASIL PENGAMATAN Seismonasti

a.             Hasil Pengamatan

1)          Seismonasti dan Niktinasi

   Hasil pengamatan Seismonasti

 

 

No.

Jenis sentuhan pada

daun putri malu

Reaksi daun

putri malu

Keterangan

 

 

1

 

 

Halus

Daun putri malu

menutup dengan berlahan

Reaksi putri malu menutup secara

berlahan membutuhkan waktu agak lama untuk mengatup dan setelah mengatup hanya sebagian saja daunn

 

2

 

Sedang

Daun putri malu menutup dengan cepat

Reaksi daun putri malu ketika mendapat sentuhan yang sedang menutup dengan berlahan tapi semua

 

 

3

 

 

Kasar

Daun putri malu ketika di sentuh dengan kasar akan menutup dengan

Reaksi daun putri malu ketika mendapat sentuhan dengan kasar daun dan tangkai menutup dengan cepat


Hasil pengamatan Niktinasi

 

 

 

No.

 

Pot putri  malu

Reaksi daun putri malu

Mula mula

½ jam kemudian

1

Disimpan di tempat terang

Daun masih membuka

Daun masih membuka

2

Ditutup dengan penutup dengan penutup kedap cahaya

Daun masih membuka

Daun menutup

 


2)          Geotropisme


Hasil pengamatan geotropisme negative


 

 

POT

Pengamatan

 

Keterangan

1

2

3

4

5

6

7

 

A

Biji belum berkecambah

 

7mm

 

23mm

 

37mm

 

72mm

 

107mm

 

148mm

Batang tumbuh tegak

 

B

Biji belum berkecambah

 

5mm

 

17mm

 

28mm

 

67mm

 

89mm

 

122mm

Batang tumbuh membelok mengikuti cahaya matahari

 

Hasil Pengamatan Pertumbuhan Dan Perkecambahan Biji Kacang Merah

 

 

Hari ke

Gambar pertumbuhan kacang merah

Panjang mm

Keterrangan

 

Akar

Batang

 

 

 

0

 

 

 

 

-

 

 

 

-

 

 

Biji kacang yang dimasukkan ke media

 

 

 

 

1

 

 

 

 

 

-

 

 

 

 

-

 

 

 

 

Bakal akarsudah mulai terlihat


 

 

 

2

 

 

 

 

2-3 mm

 

 

 

20 mm

 

 

 

 

Sudah terlihat akar yang mulai tumbuh

 

 

 

 

3

 

 

 

 

5-10

mm

 

 

 

40 mm

 

 

 

Akar tumbuh semakin panjang dan mulai tumbuh serabut akar

 

 

 

4

 

 

 

 

25 mm

 

 

 

75 mm

 

 

 

Serabut dan batang tumbuh semakin panjang

 

 

27 mm

85 mm

 

 

Kulit biji kacang merah mulai terkelupas

 

 

 

 

6

 

30 mm

90 mm

Biji kacang merah mulai pecah dan batang mulai memanjang serta bakal daun sudah mulai terlihat


 

 

 

 

7

35 mm

98 mm

 

 

Biji kacang merah mulai terangkat dan bakal daun mulai terlihat

 

8

38 mm

121

mm

Batang tumbuh semakin panjang dan terlihat tunas daaun yang semakin membesar

9

45 mm

 

148

mm

Batang tumbuh semakin panjang dan

tunas daun yang semakin membesar

Tabel Hasil Pengamatan Sesismonasti

 

 

PERTANYAAN-PERTANYAAN

 

1.      Sebutkan dua jenis tanaman lain yang dapat melakukan niktinasti ! Jelaskan alasan anda memilihnya !

 

Jawab : tumbuhan leguminosae, seperti daun-daun flamboyan, kembang merak, petai cina, dan daun tanaman asam jawa (Tamarindus indica) yang menutup malam hari.Saya memilihnya karena tanaman ini mudah untuk diamati pada waktu malam  hari

 

2.      Apa perbedaan antara niktinasti dengan seismonasti pada percobaan yang telah Anda lakukan ? Jelaskan !

 

Jawab : Gerak niktinasi dipengaruhi adanya rangsangan berupa cahaya sedangkan seismonasti merupakan gerakan tumbuhan yang dipengaruhi oleh sentuhan.

 

Pada percobaan geotropisme yang telah Anda lakukan sebenarnya Anda juga sekaligus telah membuktikan adanya gerak fototropisme. Mengapa? Jenis fototropisme apakah yang terjadi? Jelaskan!

 

Jawaban dari pertanyaan :

 

Pada percobaan geotropisme di atas sekaligus membuktikan fototropisme karena arah tumbuh batang menuju ke arah cahaya matahari. Jenis fototropisme yang terjadi adalah fototropisme positif karena arah tumbuh batang menuju sumber Rangsang cahaya.Hal ini dibuktikan pada pengamatan akar tumbuhan

berkembang mengarah ke arah gravitasi bumi. Pada pengamatan pertama pot yang dimiringkan ternyata hasilnya akar tetap mengarah kearah gravitasi akan tetapi batangnya bergerak menuju mengikuti cahaya matahari.

Geotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena pengaruh gravitasi bumi. Jika arah geraknya menuju rangsang disebut geotropisme positif, seperti gerakan akar menuju tanah. Jika arah geraknya menjauhi rangsang disebut geotropisme negatif, seperti gerak tumbuh batang menjauhi tanah.

Pada pengamatan percobaan, pot A mengalami pertumbuhan batang secara normal menuju ke atas. Pada pot B yang diletakkan horizontal pertumbuhan batang membelok dari horizontal menuju arah vertikal secara bertahap selama 7 hari. Hal ini terjadi akibat gerak tumbuh batang menjauhi tanah.

 

H.    PEMBAHASAN

 

Berdasarkan data hasil pengamatan, seismonasti, niktinasti dan gerak geotropisme negatif pada tumbuhan.

 

Gerak Seismonasti

 

Seismonasti atau tigmonasti adalah gerak nasti yang terjadi akibat rangsangan sentuhan. Contohnya adalah gerak menutupnya daun putri malu (Mimosa pudica) ketika disentuh.Perilaku gerakan terhadap putri malu mempengaruhi gerakan menutupnya,seperti ketika kita menyentuhnya dengan halus maka daun akan menutup secara perlahan dan hanya sebagian saja yang menutup sedangkan ketika disentuh dengan kecepatan sedang maka daun putri malu akan menutup semua secara perlahan sedangkan ketika disentuh dengan kasar maka daun putri malu akan mengatupkan daunnya dengan cepat.Mengapa hal ini bisa terjadi? karena ada bagian tertentu dari selnya yang kehilangan tekanan tugor.Tekanan tugor adalah tekanan pada dinding sel oleh air, yang terdapat dalam lubang sel dan isi sel lainnya.Jadi, sewaktu tanaman ini diberi rangsangan, bagian tertentu pada batangnya akan bereaksi melepaskan zat-zat kimia.Termasuk zat postasium, yang memaksa air keluar dari lubang sel, hingga menyebabkan tekanan dalam sel.Sel pun akhirnya menjadi kempis.Nah, karena adanya perbedaan tekanan yang terjadi di antara bagian-bagian sel tertentu, membuat lembaran daun menutup.Rangsangan ini juga biasanya diteruskan ke daun-daun lainnya yang berdekatan.

 

Gerak Niktinasi.

 

Niktinasti adalah gerak tidur daun tumbuhan yang disebabkan oleh tidak adanya cahaya matahari (terjadinya malam hari). Gerakan ini dapat dilihat pada daun-daun

sp(calincing) dan tumbuhan leguminosae,seperti daun-daun    flamboyan, kembang merak, petai cina, dan daun tanaman asam jawa (Tamarindus indica) yang

menutup malam hari. Pada pengamatan gerak niktinasi menggunakan daun putri malu ( Mimosa pudica ) pada gerakan putri malu ketika

belum ditutup oleh kardus yang kedap cahaya daunnya masih membuka,tapi ketika diberi perlakuan menutup daun putri malu menggunakan kardus yang kedap cahaya daun putri malu menguncup atau menutup. Gerakan tidur ini disebabkan oleh perubahan harian pada tekanan turgor dalam sel-sel pulvinus. Pada waktu daun pada posisi horizontal, sel- sel pada satu sisi pulvinus akan membengkak (tekanan turgor tinggi), sementara sel-sel pada sisi yang berlawanan akan mengkerut. Keadaan ini akan terbalik pada waktu malam hari daun menutup ke posisi tidur.

 

Geotropisme negatif

 

eotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena pengaruh gravitasi bumi. Jika arah geraknya menuju rangsang disebut geotropisme positif, misalnya gerakan akar menuju tanah. Jika arah geraknya menjauhi rangsang disebut geotropisme negatif, misalnya gerak tumbuh batang menjauhi tanah. Pada pengamatan percobaan, pot A mengalami pertumbuhan batang secara normal menuju ke atas. Pada pot B yang diletakkan horizontal pertumbuhan batang membelok dari horizontal menuju arah vertikal secara bertahap selama 7 hari. Hal ini  terjadi akibat  gerak tumbuh batang menjauhi tanah.

 

KESIMPULAN

 

Tingkah laku Tumbuhan adalah serangkaian aktivitas yang mengorientasi Tumbuhan terhadap lingkungan eksternalnya.

Gerak pada tumbuhan dibedakan menjadi 2 macam yaitu gerak etionom dan endonom (nasti ,  taksis ,  dan tropis).

Perlakuan sentuhan yang berbeda pada daun putri malu akan menyebabkan perbedaan gerakannya juga,ketika disentuh dengan cepat maka daun putri malu akan menutup dengan cepat dan ketika disentuh dengan sedang maka gerakannya agak cepat,ketika disentuh dengan halus maka akan menguncup sebagian saja.

Tumbuan putri malu yang ditaruh ditempat gelap         dan terang   jugaberbeda geraknnya,ketika ditaruh tempat terang daunnya tetap akan mekar sedangkan ketika ditaruh tempat gelap atau tanpa cahaya matahari daunnya akan menutup semua Tumbuhan putri malu mengatupkan daunnya ialah sebagai bentuk pertahanan diri dari pertahanan diri dari pemangsa. Pemangsa berupa hewan pemakan tumbuhan mungkin akan takut pada tanaman yang bergerak.

 

Geotropisme yang terjadi pada kacang merah dalam pot yang diletakkan mendatar, batangnya akan membengkok ke atas dan menjauhi tanah. Peristiwa ini disebut geotropisme negatif

Gerakan yang mendekati kearah datangnya rangsangan disebut dengan gerak positif Gerakan yang menjauhi arah datangnya rangsangan disebut dengan gerak negatif.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Prawiranata. W, dkk, 1991. Tropisme, Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan Jilid III. (Departemen Botani Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, 1991).

Rumanta, M, dkk, 2019. Praktikum IPA di SD. Jakarta. Universitas Terbuka. Wiraatmaja Wayan I. ( 2017 ). Gerak pada Tumbuhan . Denpasar : Universitas Udayana.

Uya. 2010. Gerak Pada Tumbuhan. Diakses 7 Oktober 2020 di http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2011994-gerak-pada-tumbuhan/ Nopi.2009.Fototrofisme.Diakses 7 Oktober 2020 di http://nopiblogspot.blogspot.com/2009/01/fototropisme.html

 

 

KESULITAN YANG DIALAMI

 

Tanaman putri malu yang disiapkan dalam polibek tiba-tiba mati karena tanaman belum bisa beradaptasi dengan tempat yang baru, namun kami tidak putus asa bersama teman kelompok kita menanam lagi pohon putri malu dan pada ahirnya sukses dan bisa hidup,sehingga saya dan kelompok dapat melakukan penelitian,dan kesulitan yang kedua muncul kami kesulitan mencari biji kacang merah di pasar dan di toko pertanian,setelah kami berusaha kami bisa mendapatkan biji kacang merah dengan kwalitas yang kurang bagus,terbukti ketika ujicoba pembibitan kami mengalami kesulitan dan keterlambatan menanam kacang merah.namun pada ahirnya sukses


 

L.    FOTO PRAKTIKUM

 


Foto persiapan praktikum seismonasti dan niktinasti

 


2) Foto pelaksanaan praktikum seismonasti dan niktinasti

 

Gambar objek sebelum di beri sentuhan

Gambar objek setelah di beri sentuhan

 

SENTUHAN HALUS

 

 

SENTUHAN SEDANG

 

SENTUHAN KASAR

 

 

 

 

 

Foto bersama kelompok untum mempersiapkan alat dan bahan untuk praktikum Gerak pada tumbuhan Terutama Geotropisme

Foto Praktikum gerak geotropisme

 



 

telah mempersiapkan alat dan bahan biji kacang merah lansung di rendam dalam botol selama semalaman

perandaman kacang di mulai pada tanggal

 

Setelah di rendam semalamam lalu kacang merah di ambil dan di pindahkan ke pot yang telah di sediakan

 

 

Pada hari ke tiga pengmatan dilakukan untuk melihat pertumbuhan kacang merah.kacang merah sudah terlihat tumbuh kecambah dengan panjang      mm pada pot

 

 

Pada penelitin hari ke lima pengamatan di lakukan untuk mengamati pertumbuhan kacang merah dan sudah tumbuh kecambah dengan panjang       mm pada pot

 

 

 

Pengamatan pada hari ke tujuh kacang merah sudah tumbuh kecambah dengan panjang mm

 


LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM MODUL 1 MAKHLUK HIDUP

KP 3 PERTUMBUHAN, PERKEMBANGAN, DAN PERKEMBANGBIAKAN MAKHLUK HIDUP

(PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN HEWAN)

 (PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN)

TERBIMBING

 

 

 


 

 

 

 

NAMA : ANDI SOFYAN HARI

     NIM : 858916488

 

 

 

 

 

 

UPBJJ UT JEMBER

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA

TAHUN 2021


A.     Judul Percobaan: PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGBIAKAN LALAT BUAH

 

B.    Tujuan Percobaan

1.             Mengamati pertumbuhan dan perkembangan lalat buah ( Drosophila sp) dari telur sampai imago ( dewasa)

2.             Mengetahui lamanya siklus hidup lalat buah

 

C.     ALAT DAN BAHAN

 

1.    Plastik transparan secukupnya

2.    Gelas plastik 3 buah

3.    Pisang ambon ranum 3 buah

4.    Tape I buah

5.    Sendok makan 1 buah

6.    Kertas saring

7.    Lalat buah

 

D.  LANDASAN TEORI

 

Lalat buah merupakan hewan percobaan yang sering digunakan dalam praktikum genetika. Beberapa hukum genetika yang penting telah dihasilkan dari penelitian menggunakan lalat buah (Strickberger, 1985). Pilihan ini tepat sekali karena pertama, lalat ini kecil sehingga suatu populasi yang besar dapat dipelihara dalam laboratorium. Kedua, daur hidup sangat cepat. Tiap 2 minggu dapat dihasilkan satu generasi dewasa yang baru. Ketiga, lalat ini sangat subur yang betina dapat menghasilkan ratusan telur yang dibuahi dalam hidupnya yang pendek (Kimball, 2001).

Lalat buah termasuk dalam ordo dipteral yang mengalami metamorphosissempurna dengan empat stadium perkembangan yaitu telur –larva –pupa –imago. Telurtelur

lalat buah diletakkan oleh betina dewasa dalam jaringan buah (Kartasaputra,1987). Lalat buah biasa dijumpai pada medium pisang, papaya, tomat, nasi basi dan tempat sampah disekitar rumah (Yatim, 1991). Ciri-ciri umum lalat buah (Drosophila Sp)

1.   Warna tubuh kuning kecoklatan dengan cincin berwarna hitam di tubuh bagian belakang.

2.   Berukuran kecil, antara 3-5 mm. Urat tepi sayap (costal vein) mempunyai dua bagian dekat dengan tubuhnya.

3.   Sungut (arista) umumnya berbentuk bulu, memiliki 7-12 percabangan.

4.   Mata majemuk berbentuk bulat agak ellips dan berwana merah.

5.   Thorax berbulu-bulu dengan warna dasar putih, sedangkan abdomen bersegmen lima dan bergaris hitam

6.   Mata majemuk berbentuk bulat agak ellips dan berwana merah.

 

 

 

 

siklus hidup lalat buah

Siklus hidup lalat buah yaitu pada telur lalat buah yang dewasa akan bertelur pada hari kedua dari pupa dan berkembang selama lebih kurang 1 minggu. pada larva, Larva berwarna

 

putih keruh atau putih kekuning kuningan, berbentuk bulat panjang dengan salah satu ujungnya runcing. Larva lalat buah terdiri dari 3 bagian yaitu kepala, toraks (3 ruas), dan abdomen (8 ruas).

Ketika pupa bagian kepala terbentuk, pupa seperti ini biasanya disebut dengan instar keempat. Kemudian menjadi susunan yang lebih sempurna dengan bagian kepala, susunan kepala dan kaki kakinya. Imago lalat buah rata-rata berukuran 0,7 mm x 0,3 mm terdiri atas kepala, toraks dada dan abdomen.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pada siklus hidup Drosophilamelanogaste diantaranya sebagai (Bohari, 2011)

 

a.  Suhu Lingkungan

Drosophila melanogaster mengalami siklus selama 8-11 hari dalam kondisi ideal.Kondisi ideal yang dimaksud adalah suhu sekitar 25-28°C. Pada suhu ini lalat akanmengalami satu putaran siklus secara optimal. Sedangkan pada suhu rendah atau sekitar18 C, waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan siklus hidupnya relatif lebih lama danlambat yaitu sekitar 18-20 hari. Pada suhu 30°C, lalat dewasa yang tumbuh akan steril. B

.

b.     Ketersediaan Media MakananJumlah telur

Drosophila melanogaster yang dikeluarkan akan menurun apabilakekurangan makanan. Lalat buah dewasa yang kekurangan makanan akan menghasilkanlarva berukuran kecil. Larva ini mampu membentuk pupa berukuran kecil, namun sering kaligagal berkembang menjadi individu dewasa. Beberapa dapat menjadi dewasa yang hanya dapat menghasilkan sedikit telur. Viabilitas dari telur-telur ini juga dipengaruhi oleh jenis dan jumlah makanan yang dimakan oleh larva betina.

 

c.    Tingkat Kepadatan Botol PemeliharaanBotol

medium sebaiknya diisi dengan medium buah yang cukup dan tidak terlalu padat. Selain itu, lalat buah yang dikembangbiakan di dalam botol pun sebaiknya tidak terlalu banyak, cukup beberapa pasang saja. Pada Drosophila melanogaster dengan kondisi idealdimana tersedia cukup ruang (tidak terlalu padat) individu dewasa dapat hidup sampai kuranglebih 40 hari. Namun apabila kondisi botol medium terlalu padat akan menyebabkanmenurunnya produksi telur dan meningkatnya jumlah kematian pada individu dewasa.

d.     Intensitas Cahaya

Drosophila melanogaster lebih        menyukai      cahaya     remang-remang dan akanmengalami pertumbuhan yang lambat selama berada di tempat yang gelap.

 

Membuat medium

7.    Sediakan alat penumbuk atau blender, pastikan alat tersebut dalam keadaan bersih

8.    Haluskan pisang ambon dan tape singkong.

9.    Sesudah medium halus, masukan kedalam wadah 2 sendok makan dan ratakan

10.Masukan kertas saring steril/ kertas tisu yang sudah dilipat kedalam setiap wadah yang telah disediakan atau kayu sebagai tambahannya.

Menangkap lalat buah

1.   Umpan yang paling efektif adalah tape singkong. Simpan di penjuru ruangan yang telah diwadahi.

2.   Dekati plastik secara perlahan jangan sampai lalat buah beterbangan. Kemudian ketika tangan sudah dekat dengan plastik lalu tutup plastik dengan cepat

3.   Setelah beberapa menit lalat buah akan mengerumuni tape singkong .

4.   Setelah itu ikat dengan rapat

 

Mengkultur lalat buah

5.   Masukan lalat buah yang terperangkap kedalam wadah kurang lebih 5-10 ekor lalat

6.   Tutuplah wadah dengan plastik dan ikatlah dengan karet gelang

7.    Tusuk-tusuklah tutup plastik dengan jarum pentul agar ventilasinya baik

 

 

1.   Tempatkanlah wadah ditempat teduh dan aman

2.   Amatilah biakan setiap pagi dan sore dengan teratur. Pengamatan meliputi kapan timbul telur, larva, pupa, pupa berubah warna, dan keluarnya lalat dewasa

 

Tabel Hasil Pengamatan

Hari ke

Waktu pengamatan

Kejadian/perubahan

Keterangan

 

 

1

Pukul 08.00

Belum ada tanda-tanda

-

 

Pukul 18.00

Terjadi perkawinan antara lalat buah betina dan jantan

Perkawinan        berlangsung selama 3-5 menit

 

2

Pukul 08.00

Terdapat beberapa lalat buah betina yang hamil

Sekitar 2 ekor lalat buah yang hamil

Pukul 18.00

Belum ada tanda-tanda bertelur

-

 

 

 

3 dan 4

 

Pukul 08.00

Ada satu lalat buah

betina yang bertelur dan sudah menetas menjadi larva

 

Terdapat 13 larva pada media 2

 

Pukul 18.00

Larva berubah / mengalami perubahan fase ke-2

Warna larva berubah menjadi kuning kecoklatan

 

5

 

Pukul 08.00

Larva berubah / mengalami perubahan fase ke-3

Larva bergerak semakin lamban

6

Pukul 08.00

Larva berubah menjadi pupa

 

8

Pukul 08.00

Pupa berubah menjadi imago

 

E.    Pertanyaan

1.               Pada hari ke berapa lalat meletakkan telurnya? Pada hari ke-3

2.               Pada hari ke berapa pupa dan lalat dewasa itu terjadi? Hari ke-6 menjadi pupa dan hari ke-8 menjadi lalat dewasa

 

F.    Pembahasan

Dari hasil pengamatan menunjukkan bahwa lalat mengalami metamorfosis sempurna. Lalat mengalami 4 tahapan yaitu telur, larva, pupa, dan imogo. Lalat mengalami pertumbuhan dari telur sampai imago membutuhkan waktu selama 8 hari. Waktu yang diperlukan dalam metamorfosis lalat buah dari periode ke periode tidak sama Antara telur menjadi larva, larva menjadi pupa, dan pupa menjadi imago. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa tidak semua lalat buah mengalami perkembangan secara sempurna dengan waktu yang sesuai untuk metamorfosis lalat buah pada umumnya mulai dari fase telur sampai dewasa.

 

G.   Kesimpulan

Tahapan-tahapan fase pertumbuhan Drosophila sp adalah; telur – larva instar I – larva instar II larva instar III prepupa pupa imago

Dalam memelihara Drosophila sp, wadah atau media diusahakan berada pada kondisi lingkungan yang ideal yaitu sekitar 25°C. Selain itu, perlu diperhatikan ketersediaan media makanannya. Jumlah Drosophila sp yang dimasukkan ke dalam botol cukup beberapa pasang saja sehingga memberikan ruang pada Drosophila sp untuk hidup. Botol media juga sebaiknya diletakkan di tempat dengan cahaya remang-remang yang tidak terlalu besar intensitas cahayanya. Pada pengamatan, praktikan perlu mengetahui dan

mempelajari siklus hidup Drosophila sp sebelumnya. Dengan mempelajari siklus hidupnya, akan lebih mudah untuk diamati fase-fase pergiliran keturunannya dan mudah diamati proses penurunan sifatnya.

 

H.            DAFTAR PUSTAKA

Ashburner, Michael.2002. Drosophila Genomics and Speciati onhttp://www.gen.cam.ac.uk/Research/ashburner.diakses tanggal 22 April 2014 Chairunnissa Mutiara. 2012. Pengamatan Drosophila melanogaster.(Online). http://katahatimutiara. wordpress. com /2012/09 /25/ pengamatan- drosophila- melanogaster/ diakses tanggal 22 April 2014.

Kimball, J.W. 2001. Biologi. Jakarta: Erlangga.

 

I.   KESULITAN YANG DIALAMI

Kesulitan yang dialami dapal penelitian kali ini adalah saat penangkapan lalat buah, perlu kesabaran dan kehati-hatian. Dikarenakan lalat buah itu kecil dan penangkapannya lumanyan membutuhkan kesabaran untuk memindahkan ke media yang telah di persiapkan dengan penuh kesabaran kami bisa memindahkan beberapa lalat buah kedalam botol yang sudah kami persiapkan.


 

 

J.     FOTO/VIDEO PRAKTIKUM

FOTO/VIDEO

 

Foto alat dan bahan

keterangan

 

 

 

 

Menyiapkan alat dan bahan

 

 

 

 

 

 

Menyiapkan tape dan pisang untuk menangkap lalat

 

 

 

 

 

Menasukkan alat dan bahan

 

 

 

 

 

Mempersiapkan penangkapan lalat buah


 

 

 

 

 

 

 

Memasukkan lalat kedalam media yang telah di persiapkan

 

 

 

 

 

Beberapa hari kemudian sudah terlihat telur seperti pupa yang sudah siap untuk menetas

 

 

 

 

Sudah mulai terlihat larva yang bergerak lamban

 

 

 

 

 

 

Sudah terlihat berterbangan jang awalnya 5 ekor sekarang sudah bertambah bayak

1.      Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

A.     Tujuan percobaan

Mengamati pertumbuhan dan perkecambahan kacang merah

B.     Alat dan bahan

1.      Biji kacang merah 6 buah

2.      Botol jam (selai) 2 buah.

3.      Kertas saring secukupnya.

4.      Kertas label secukupnya.

5.      Gunting 1 buah.

 

 

C.     Landasan teori

Pertumbuhan merupakan proses yang ditandai oleh adanya pertambahan ukuran, volume, dan berat suatu organisme. Pertumbuhan adalah suatu proses bertambahnya tinggi, volume atau massa tubuh pada makhluk hidup. Proses ini bersifat kuantitatif atau dapat diukur dan dihitung dengan angka. Pertumbuhan dapat dilihat dengan memperhatikan fisik makhluk hidup tersebut.

Perkembangan merupakan suatu proses menuju keadaan yang lebih sempurna. Perkembangan dapat dinyatakan melalui berbagai cara, mulai dari bagian tertentu suatu tanaman sampai jumlah total perkembangan tanaman.Pada tanaman, aktifitas perkembangan yang vital ini banyak tumpang tindih. Pertumbuhan apikal pada ujung akar dan ujung batang mendahului morfogenesis dan diferensiasi. Tetapi pembesaran batang terjadi oleh karena pembesaran sel sel setelah morfogenesis dan diferensiasi berlangsung.

 

 

D.    Prosedur percobaan

1)      Rendamlah biji kacang merah dalam air semalaman.

2)      Lipatlah keras saring sehingga lebarnya setinggi dasar sampai leher botol selai. Bila perlu potonglah kelebihannya.

3)      Gulunglah kertas saring tersebut dan masukkan ke dalam botol selai sehingga menempel


pada dinding botol bagian dalam.

4)      Sisipkan 6 biji kacang merah pada botol selai. Tambahkan air secukupnya sehingga kertas saring tetap basah (kira-kira 1/10 nya).

5)      Simpanlah sediaan di tempat terang tetapi tidak terkena sinar matahari langsung selama

2 minggu. Jika air tampak berkurang (kertas saring mongering) menambahkan air secukupnya sehingga kertas saring tetap basah tetapi permukaan air tidak merendam biji.

 


6)      Amatilah perkecambahan dan pertumbuhan biji-biji tumbuhan dari sediaan tersebut. Mencatat kapan biji kacang merah mulai berkecambah, mengamati bagaimana akar, batang dan daun tumbuh. Memasukkan hasilnya ke dalam lembar kerja.

 

E.     Hasil pengamatan

 

Hari

ke

Gambar pertumbuhan

kecambah kacang merah

Panjang (mm)

Keterangan

Akar

Batang

 

0

0

0

Belum tumbuh akar

maupun batang

 

1

0

0

Bakal akar sudah mulai terlihat

 

2

2 mm

18 mm

Tumbuh akar

 

3

15 mm

25 mm

Batang mulai terlihat

 

 

4

20 mm

40 mm

Tumbuh rambut akar

 

 

5

23 mm

65 mm

Kulit biji kcang

merah sedikit mengelupas

 

 

6

25 mm

75 mm

Kulit biji kcang

merah semakin mengelupas

 

 

7

27 mm

85 mm

Kulit biji kcang

merah sudah mengelupas


 

 

8

33 mm

90 mm

Biji kacang merah terangkat ke atas dan bakal daun semakin

terlihat

 

 

9

37 mm

110 mm

Biji kacang merah

terangkat ke atas dan bakal daun semakin terlihat

 

 

10

43 mm

120 mm

Terlihat batang yang

terangkat ke atas dan tunas daun

 

 

11

50 mm

155 mm

Batang tumbuh

semakin panjang dan tunas daun yang semakin membesar

 

 

12

70 mm

175 mm

Batang tumbuh

semakin panjang dan tunas daun yang semakin membesar

 

 

13

75 mm

195 mm

Batang tumbuh semakin panjang dan tunas daun yang

semakin membesar

 

 

14

80 mm

210 mm

Batang tumbuh

semakin panjang dan tunas daun yang semakin membesar

 

F.      Pertanyaan-Pertanyaan

1)      Pada hari keberapa akar kecambah kacang merah mulai tumbuh?

Jawab : akar mulai tumbuh 1 hari setelah kacang merah diletakkan di dalam toples.

2)      Perhatikan   arah      pertumbuhan    akar     setiap   kecambah   tersebut. Adakah             yang pertumbuhannya ke atas? Mengapa demikian?

Jawab : Tidak. Akar tumbuh ke bawah dan bergerombol di dasar toples.

 

G.    Pembahasan

Berdasarkan hasil praktikum dapat diketahui bahwa pada minggu pertama terdapat perubahan. Pada umur 2 hari panjang akar 2 mm dan terus bertambah panjangnya hingga minggu ke 2 panjangnya mencapai 80 mm, begitu juga batang dan tumbuhnya daun. Hal itu dikarenakan sel terus membelah dan berdiferensiasi dan merupakan akibat dari aktivitas meristem lateral. Ukuran akar yang semakin panjang dikarenakan pada ujung akar sel selnya selalu membelah karena adanya aktifitas meristem apikal. Pertumbuhan dan perkembangan juga terjadi pada daun. Daun yang semula hanya 1 helai kecil tumbuh menjadi 2 helai yang kemudian membesar begitu juga dengan bertambah panjangnya batang kecambah.

 

H.    Kesimpulan

Berdasarkan hasil praktikum pada pertumbuhan dan perkembangan dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan dan perkembangan organisme merupakan hasil dari pembelahan sel, pembesaran sel serta diferensiasi sel.

Proses pertumbuhan dan perkembangan kacang merah khususnya dari waktu ke waktu mengalami perubahan tumbuh tanaman apabila dilihat dari bertambahnya tinggi, jumlah daun, diameter akar dan batang pada tanaman.

Pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut dipengaruhi oleh faktor dari luar maupun dari dalam. Faktor dari dalam berupa hormon sedang faktor dari luar yaitu gen, cahaya matahari, suhu udara, kelembaban udara, tanah, nutrisi dan air.

 

I.       Daftar pustaka

Rumanta, M. (2020). Praktikum IPA di SD. Jakarta: Universitas Terbuka

 

Fa’izah, AZ. (2020). Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan pada Makhluk Hidup

. Diakses pada 27 oktober 2021 dari https://www.merdeka.com/trending/perbedaan- pertumbuhan-dan-perkembangan-pada-makhluk-hidup-perlu-diketahui.html?page=2

 

J.      Kesulitan yang dialami : saran dan masukan

Kesulitan saat mencari bahan kertas saring, sehingga diganti menggunakan kapas. Selain itu juga kesulitan saat meletakkan kacang merah ke dalam toples.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM MODUL 2 EKOSISTEM

KP 1 EKOSISTEM DARAT

TERBIMBING

 

 


 

 

 

 

 

NAMA : ANDI SOFYAN HARI

                                                                                                         NIM : 858916488

 

 

 

 

UPBJJ UT JEMBER

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA

TAHUN 2021


A.     Tujuan:

Membandingkan komponen-komponen yang terdapat pada ekosistem darat alami dan buatan.

 

B.      Alat dan Bahan                         :

1.        Seperangkat alat tulis

2.      Loup / kaca pembesar

3.          Barometer

4.Lingkungan sekitar

 

C.     Dasar Teori

Ekosistem Adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Sistem ini dapat terbangun dari hubungan timbal balik antar unsur biotik (hidup) dan unsur abiotik (lingkungannya)

Unsur Abiotik dapat berupa bahan organik, senyawa anorganik, dan faktor yang memengarui distribusi organisme antara lain: Suhu, Air, Cahaya Matahari, Tanah, Batu, dan Iklim. Unsur Biotik dapat berupa komponen hidup antara lain: produsen (tumbuhan), konsumen (hewan herbivora maupun karnivora), dan pengurai.

Dalam ekosistem, organisme dalam komunitas berkembang bersama – sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Organisme akan beradaptasi dengan lingkungan fisik, sebaliknya organisme juga mempengarui lingkungan fisik untuk keperluan hidup.

Ditinjau dari bentuknya terdapat dua jenis ekosistem yaitu ekosistem alami (ekosistem darat dan perairan) dan ekosistem buatan.

Semua organisme yang hidup di alam harus berinteraksi baik dengan lingkungannya (alam). Organisme hidup dalam sebuah system yang ditopang oleh berbagai komponen yang saling berhubungan dan saling berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung.

Komponen biotik terdiri dari        makhluk hidup yang hidup di ekosistem tersebut.

Sedangkan komponen abiotik meliputi udara, air, dan tanah.

D.     Cara kerja                      :

1.        Tentukan ekosistem darat alami di sekitar tempat tinggal

2.        Kemudian amati komponen abiotiknya meliputi suhu udara, pencahayaan, angin, jenis/warna tanah

3.        Untuk mengetahui suhu udara gunakan barometer, sementara untuk mengetahui keadaan pencahayaan, angin, atau tanah dapat memperkirakan saja

4.        Catat semua data

5.        Setelah mengamati komponen abiotik perhatikan komponen biotiknya. Catat semua makhuk hidup yang ada di ekosistem

6.        Mulailah mencatat jenis tumbuhan sebagai produsen yang ada.

7.        Catat semua jenis hewan sebagai konsumen yang ditemui di ekosistem tersebut maupun yang hanya singgah.

8.        Amati hewan-hewan kecil yang mungkin terdapat di dalam tanah, sela-sela daun/batang.

9.        Sebagai pembanding tentukan ekosistem darat buatan yang ada disekitar tempat tinggal

10.     Buat kesimpulan umum tentang perbedaan pada kedua tipe ekosistem tersebut.

 

E.      Data Hasil Percobaan

Tabel 2.1.

Komponen abiotik ekosistem darat alami

 

 

No.

 

Komponen abiotik

 

Kondisi/keadaan

1

Tanah

Kering Sedikit Lembab

2

Udara

32o C

3

Cahaya

Tidak Panas

4

Air

Tidak Jernih

5

Angin

Semilir, Perlahan

 

 

Tabel 2.2.

Komponen biotik ekosistem darat alami

 

 

No.

 

Jenis tumbuhan

 

Jenis hewan

 

Pengurai

1

Pohon Jambu

Burung

Cacing Tanah

2

Pohon Mangga

Belalang

Cacing Tanah

3

Rumput

Semut

Jamur

4

Pisang

Ulat

 

5

Pohon Rambutan

Belalang

Bakteri

 

Tabel 2.3.

Komponen abiotik ekosistem darat buatan

 

 

No.

 

Komponen abiotik

 

Kondisi/keadaan

1

Tanah

Kering

2

Udara

34o C

3

Cahaya

Terang

4

Air

Keruh

5

Angin

Semilir

 

Tabel 2.4.

Komponen biotik ekosistem darat buatan

 

 

No.

 

Jenis tumbuhan

 

Jenis hewan

 

Pengurai

1

Pohon Mangga

Tikus

 

2

Pohon Palem

Ulat

 

3

Padi

Ayam Kampung

 

4

Pohon Pisang

Tikus

 

5

 

 

 

 

A.     PEMBAHASAN

Hubungan timbale balik antara komponen biotic dan komponen abiotik yang terjadi pada alam seperti pada sungai merupakan ekosistem darat alami. Hal ini sama sekali tidak ada campur tangan manusia. Sedangkan pertumbuhan komponen biotiknya tidak dikendalikan oleh manusia


Gambar 2.1 Contoh Ekosistem Alami

Dalam ekosistem lingkungan sekitar tempat kami terdapat komponen biotik dan komponen abiotik yang terjadi di terdapat unsur campur tangan manusia diantaranya adalah dalam menentukan jenis komponen biotik dan jumlah populasi komponen biotiknya. Manusia memiliki peranan dalam pengendalian produsen dalam hal ini tembakau dan pohon sengon serta hama pengganggunya, yang akan sangat berpengaruh terhadap hasil tembakau dan sengon. Jarak antara tumbuhan tembakau diatur sedemikian oleh manusia, sehingga sawah merupakan contoh ekosistem buatan.


Gambar 2.2 Contoh Ekosistem Buatan

B.      Kesimpulan

 

Dari pengamatan pada lingkungan sekitar dapat disimpulkan bahwa peredaan ekosistem darat alami dengan darat buatan yaitu dengan mengacu pada bentuk terjadinya. Jika pada ekosistem darat alami dalam proses terjadinya tidak ada unsure campur tangan dari makhluk hidup lain yang komponen-komponen didalam ekosistem darat buatan bisa diatur oleh manusia.

 

C.     Pertanyaan dan Jawaban Pertanyaan :

1.        Menurut pendapat anda ekosistem manakah yang mempunyai jenis komponen biotik lebih banyak ? mengapa demikian ? jelaskan secara singkat !

Jawaban :

 

Ekosistem yang mempunyai komponen biotic dengan jumlah yang banyak adalah kosistem darat alami. Ditinjau dari data yang diperoleh, jumlah yang lebih banyak adalah eosistem darat alami. Hal ini dapat dicontohkan pada kosistem hutan. Hutan mempunyai omponen biotic yang banyak dan hewannya mempunyai berbagai jenis dan bermacam spesies.

 

I.    Sumber

Nurdin, I. dkk. (1991). Penuntun Praktikum IPA 2. Jakarta: Universitas Terbuka.

Salim, E. (1989). Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Jakarta: Muatan Sumber Wijaya.

Soemarwoto, O. (1989). Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Jakarta: Djambatan

J. KESULITAN YANG DIALAMI

Tidak ada kesulitn yang kami alami selama pengumpulan data tentang ekosistem darat karna kami berada di pedesaan yang mana ekosistem alami masih terhampar di tempat kami.

 

K FOTO KEGIATAN PRAKTIKUM

 

Foto Persiapan Praktikum

 

Pengamatan Komponen Abiotik

 

Foto Pengamatan Ekosistim Alami

 

Foto Pengamatan Ekosistem Buatan

 

 


 

LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM

MODUL 2 MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGANNYA

 KP 2 PENCEMARAN LINGKUNGAN

(PENGARUH DETERJEN TERHADAP PERKECAMBAHAN)

TERBIMBING

 

 


 

 

 

 

                                  NAMA : ANDI SOFYAN HARI

                                       NIM : 858916488

 

UPBJJ UT JEMBER

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA

TAHUN 2021


A.   Tujuan

Mengamati pengaruh deterjen terhadap perkecambahan kacang hijau.

 

B.   Alat dan bahan

1.              Neraca analitik/ sendok teh 1 buah

2.              Gelas kimia 600 ml 10 buah

3.              Kertas saring

4.              Kertas timah

5.              Mistar

6.              Kertas untuk label

7.              Gelas kimia 1000 ml 1 buah

8.              Air ledeng

9.              Deterjen serbuk 1gram.

 

C.               Prosedur Percobaan

Sediakan larutan deterjen 100%, 50%, 25%, 12,50%, 6,25%, 3,10%, serta control air ledeng. Lalu simpan cairan dengan gelas kimia beri label.

Cara menyediakan larutan dapat dilihat pada percobaan 1

Sediakan 6 gelas kimia lain, beri label control, I,II,III,IV,V, dan VI masing-masing diberi lingkaran kertas saring.

Masukkan kacang hijau ke dalam air pada gelas kimia. Buanglah kacang yang mengapung.

Ambil 10 butir lalu rendam dalam larutan I, 10 butir dalam larutan II,10 butir dalam larutan III, 10 butir dalam larutan IV, 10 butir dalam larutan V, 10 butir dalam larutan VI dan 10 butir dalam larutan control

Aturlah kacang hijau dalam gelas kimia dengan label yang sesuai.

Isilah gelas kimia yang telah diisi kacang hijau dengan larutan berlabel sama. Tutup kelima gelas dengan kertas timah sehingga tidak ada cahaya masuk.

Lakukan pengamatan setelah 24 jam dan 48 jam. Ukur panjang akar dengan mistar. Kacang hijau yang tidak tumbuh akar dianggap memiliki panjang akar = 0 mm.

Buatlah grafik rata-rata pertumbuhan kecambah per konsentrasi setelah 24 jam dan 48 jam.

D.   Hasil Pengamatan

Tabel 2.10.

Pengaruh deterjen terhadap tumbuhan

 

No

Konsentrasi larutan deterjen hari ke 1 ( 24 )

 

100%

50%

25%

12,5%

6,25%

3,1%

Kontrol

1

3

3

4

6

3

4

0

2

2

0

4

5

3

0

2

3

1

3

3

4

0

0

0

4

1

2

2

2

0

0

4

5

2

3

3

2

2

2

3

6

1

3

3

2

2

3

0

7

1

3

3

3

2

3

0

8

1

4

4

2

2

4

3

9

1

2

2

3

3

3

5

10

0

2

2

2

3

4

5

Jml

14

25

25

28

25

26

26

Rata-rata

1,5

2,7

2,7

2,8

3,1

3,25

3,7

 

 

No

Konsentrasi larutan deterjen hari ke-2 (48 jam)

100%

 

50%

 

25%

 

12,5%

 

6,25%

 

3,1%

Kontro l

1

4

5

7

8

4

6

0

2

3

0

6

7

4

6

4

3

2

5

4

0

6

0

0

4

2

3

4

0

5

0

7

5

3

3

3

4

6

5

8

6

3

4

5

4

6

4

5

7

2

5

3

3

5

5

0

8

2

5

6

4

4

4

6

9

1

4

5

5

4

5

6

10

0

5

4

5

5

6

8

Jml

22

41

46

40

49

49

44

Rata-rata

2,4

4,3

4,6

4,9

4,9

5,12

6,3

Grafik 2.2

Grafik rata-rata pertumbuhan kecambah per konsentrasi pada 24 jam dan 48 jam

E.   Pembahasan

1.        Pencemaran lingkungan menimbulkan banyak kerugian bagi manusia serta lingkungan. Ada 4 tahap pencemaran

2.        Pencemaran tidak menimbulkan kerugian, dilihat dari kadar dan waktu.

3.        Pencemaran yang mulai menimbulkan gangguan pada komponen ekosistem

4.        Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi yang fatal.

5.        Pencemaran yang menimbulkan kematian, dari kadar yang tinggi.

 

F.   Kesimpulan

Dari percobaan dapat disimpulkan bahwa kecambah pada kadar konsentrasi tertentu (rendah) masih bisa mengalami pertumbuhan walaupun ada hambatan, tetapi pada konsentrasi tinggi kecambah tumbuh namun tidak mengalami pertumbuhan dan pada akhirnya akan mati.

G.  Jawaban Pertanyaan

1.        Fungsi larutan 0 (control) : Sebagai pembanding dengan onsentrasi larutan deterjen dan sebagai bukti bahwa larutan 0 (kontrol) adalah larutan yang paling baik dalam pertumbuhan karena tidak mengandung deterjen.

2.        Jika pada larutan 0 (control) ada kacang hijau yang mati, mungkin kacang hijau tersebut bukan bibit unggul (mandul).

 

Daftar Pustaka

Arya, wisnu. 2009. Dampak Pencemaran Lingkungan. Jakarta: Andi Publisher.

Wiryono. 2014. Pengantar Ilmu Lingkungan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

Rochmad, Subardan dkk. 2019. Pencemaran Lingkungan (Edisi 2). Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.

Kesulitan kesulitan yang di alami

Selama penelitian kami tidak menemukan kesulitan yang berarti Foto / vidio praktikum

 

 

FOTO ANGGOTA KELOMPOK

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Alat dan bahan

 

Bahan bahan untuk praktek

Penuangan Deterjen

Memasukkan kecambah ke media

 

 

Menutup dengan kertas aluminium

 

 

Pengamatan

 

 

Pengukuran

 

 

 

 


 

LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM MODUL 3 MAKANAN

KP 1 JENIS ZAT DALAM MAKANAN (PENGELOMPOKAN BAHAN MAKANAN) (PENGELOMPOKAN SAYURAN)

                                 (UJI LEMAK)

( TERBIMBING )

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

NAMA : ANDI SOFYAN HARI

       NIM : 858916488

 

 

 

 

 

UPBJJ UT JEMBER

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA

TAHUN 2021


1.  PENGELOMPOKAN BAHAN MAKANAN   TUJUAN PERCOBAAN

Dapat mengelompokkan bahan makanan berdasarkan kandungan zat gizinya.

 

ALAT DAN BAHAN

Tempat plastik

20 macam bahan makanan

 

LANDASAN TEORI

 

Makanan adalah zat yang dimakan oleh makhluk hidup untuk mendapatkan nutrisi yang kemudian diolah menjadi energi. Karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral merupakan nutrien dalam makanan yang dibutuhkan oleh tubuh. Cairan yang dipakai untuk maksud ini sering disebut minuman, tetapi kata 'makanan' juga bisa dipakai. Makanan yang dikonsumsi oleh manusia disebut pangan, sedangkan makanan yang dikonsumsi oleh hewan disebut pakan.(Wikipedia, Senin 7 September 2020).Zat yang terkandung didalam makanan terbagi menjadi beberapa bagian berikut:

 

Karbohidrat

Fungsi karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Karbohidrat ini memainkan peran yang sangat penting dalam metabolisme, untuk menjaga keseimbangan asam dan juga basa, membentuk berbagai struktur sel, jaringan, serta organ, dan dapat membantu pencernaan makanan pada saluran pencernaan. Sumber dari karbohidrat ini termasuk sereal (beras, gandum, jagung), berbagai jenis umbi-umbian (singkong, ubi, kentang), tepung serta sagu.

Lemak

Lemak mempunyai fungsi yang penting bagi tubuh kita. Lemak tidak hanya sumber energi, namun juga sebagai komponen membran sel, pelarut vitamin A, D, E serta K dan itu merupakan cadangan berbagai makanan bagi tubuh. Lemak dapat diperoleh dari berbagai tumbuhan serta hewan. Beberapa dari makanan yang akan mengandung banyaknya lemak termasuk jenis kacang- kacangan, ada juga minyak goreng, daging, serta susu

Protein

Protein ini diperoleh dari berbagai bagian pada hewan seperti daging, susu, ikan, telur, ada juga keju. Sedangkan protein nabati dari sereal.

Vitamin

Vitamin ini dapat berfungsi sebagai ko-enzim, ko-enzim ini merupakan sebuah zat yang memacu sumber bekerjanya suatu enzim. vitamin ada yang telah larut dalam lemak dan juga tidak larut dalam lemak.

PROSEDUR PERCOBAAN

Mengumpulkan bahan makanan sebanyak 20 macam.

Mengelompokkan masing-masing bahan makanan tersebut ke dalam kelompok karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin.

Mencatat semua data masing-masing kelompok itu ke dalam kolom yang sudah tersedia pada lembar kerja.

Simpulan apa yang dapat diambil dari percobaan itu.

 

HASIL PENGAMATAN

 

Pengelompokan Bahan Makanan berdasarkan zat gizi

 

 

No

Jenis bahan

makanan

 

Karbohidrat

 

Protein

 

Lemak

 

vitamin

 

 

 

 

 

 

1

Kacang hijau

V

 

 

 

2

Telur

 

V

 

 

3

Kentang

V

 

 

 

4

Biskuit

V

 

 

 

5

Pepaya

 

 

 

V

6

Tepung Terigu

V

 

 

 

7

Singkong

V

 

 

 

8

Terong

 

V

 

 

9

Kacang Panjang

 

V

 

 

10

Alpukat

 

 

V

 

11

Kacang Merah

V

 

 

 

12

Beras

V

 

 

 

13

Jagung

V

 

 

 

14

Pangsit

V

 

 

 

15

Tahu

 

V

 

 

16

Sosis Ayam

 

V

 

 

17

Kangkung

 

V

 

 

18

Seledri

 

V

 

 

19

Daun Pepaya

 

V

 

 

20

Santan

 

 

V

 

21

Kemiri

 

 

V

 

22

Minyak Goreng

 

 

V

 

23

Wortel

 

 

 

V

24

Mangga

 

 

 

V

25

Apel

 

 

 

V

26

Jeruk

 

 

 

V

27

Anggur

 

 

 

V

28

Margarin

 

V

 

 

29

Ikan Patin

V

V

 

 

30

Kacang Tanah

V

 

 

 

PERTANYAAN-PERTANYAAN

Zat makanan ( zat gizi ) apakah yang sangat diperlukan oleh balita?

Zat makanan apakah yang terutama diperlukan untuk orang yang bekerja? Pada usia lanjut zat makanan apakah yang diperlukan?

Jawaban

Zat makanan yang dibutuhkan oleh balita adalah protein, lemak dan vitamin. Zat makanan yang diperlukan untuk orang yang bekerja yaitu zat karbohidrat. Pada usia lanjut zat makanan yang diperlukan adalah protein.

 

H.   PEMBAHASAN

Setiap jenis gizi yang kita dapatkan mempunyai fungsi yang berbeda. Karbohidrat merupakan sumber tenaga yang kita dapatkan sehari-hari. Salah satu contoh makanan yang mengandung karbohidrat adalah nasi.Protein digunakan oleh tubuh untuk membantu pertumbuhan kita, baik otak maupun tubuh kita. Lemak digunakan oleh tubuh kita sebagai cadanganmakanan dan sebagai cadanganenergi. Lemak akan digunakan saat tubuh kekurangan karbohidrat, dan lemak akan memecah menjadi glukosa yang sangat berguna bagi tubuh kita saat kita membutuhkan energi, contohnya kacang tanah, susu, kelapa. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof) contohnya susu, telur, daging. Vitamin sangat penting untuk sumber vitalitas tubuh serta menjaga kesehatan tubuh kita. Kita membutuhkan vitamin untuk melengkapi karbohidrat kalori, mineral.

I.                  KESIMPULAN

Berdasarkan hasil percobaan pengelompokan bahan makanan, bahan makanan yang yang disajikan ada yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin. Dari bahan makanan yang buat dibuat sampel,yang mengandung karbohidrat yaitu nasi dan kentang, yang mengandung protein yaitu, telur, susu, tahu, kacang tanah dan lele, yang mengandung lemak yaitu telur, susu, kacang tanah dan lele, sedangkan yang mengandung vitamin yaitu tomat, brokoli, dan pisang.

DAFTAR PUSTAKA

 

Rumanta, M. (2019). Praktikum IPA di SD. Jakarta: PT. Prata Sejati Mandiri. https://dosenpintar.com/makan-adalah/ . Diakses Senin, 19 Oktober 2020. https://id.wikipedia.org/wiki/Makanan. Diakses Senin, 19 Oktober 2020.

KESULITAN YANG DIALAMI

 

Pada percobaan ini kami tidak mengalami kesulitan yang berarti.

 

 

FOTO PRAKTIKUM




Alat dan bahan

 


 

 


PENGELOMPOKAN SAYURAN

A.     Tujuan percobaan

Dapat mengelompokan sayuran berdasarkan macamnya.

 

 

B.     Alat dan bahan

1)      Tempat plastic

2)      20 macam sayuran

 

 

C.     Landasan teori

Sayuran merupakan kelompok komoditas pangan yang pada umumnya sangat banyak dikonsumsi oleh masyarakat, baik sebagai sayuran mentah (lalapan) ataupun dengan cara dimasak terlebih dahulu. Mengonsumsi sayuran memberi sumbangan terutama vitamin A dan C, serta serat yang sangat penting bagi tubuh. Sayuran diklasifikasikan sebagai tanaman hortikultura. Umur panen sayuran pada umumnya relatif pendek (kurang dari satu tahun) dan secara umum bukan merupakan tanaman musiman, artinya hampir semua jenis tahun, tidak mengenal musim. Karakteristik ini sedikit berbeda dengan beberapa jenis buahbuahan seperti mangga, durian dan sebagainya yang hanya dijumpai pada musim-musim tertentu satu kali dalam satu tahun. Jenis-jenis sayuran yang sering dengan mudah dijumpai, baik di pasar-pasar tradisional maupun di pasar swalayan meliputi: wortel, tomat, sawi hijau dan putih, kangkung, buncis, bayam, seledri, daun bawang, labu siam, selada, terong, kentang dan sebagainya.

Sayuran dapat dikelompokkan kedalam dua hal yaitu berdasarkan bagian dari tanaman dan berdasarkan iklim tempat tumbuh.

i.  Berdasarkan bagian dari tanaman

Berbagai-bagian dari tanaman misalnya akar, umbi, batang, daun, buah, bunga, biji dan sebagainya dapat dimanfaatkan sebagai sayuran konsumsi, antara lain wortel, kentang, yang diambil dari bagian umbinya, kangkung, bayam, selada, sawi yang diambil dari bagian daun, asparagus, rebung dari bagian batang yang masih muda, tomat, cabe, labu siam, terong dari bagian buahnya, kacang merah, kacang hijau dari bagian buah bijinya. Pengelompokkan sayuran berdasarkan bagian dari tanaman tersaji pada tabel berikut.

2. Berdasar Iklim tempat tumbuh

Sayuran yang tumbuh di daerah iklim panas atau tropis, yaitu daerah yang mempunyai suhu udara sekitar 25°C atau lebih. Contoh dari sayuran ini : daun pepaya, patai, jengkol, cabe, terong, kangkung, buncis, daun salam, sereh, ubi jalar kunyit, jahe, daun singkong, Sayuran yang tumbuh di daerah iklim sedang dan sub tropis yaitu daerah yang mempunyai suhu udara maksimum 22°C Contoh dari sayuran ini : wortel, kobis (kol), brokoli, kentang, seledri, jamur,


D.    Prosedur percobaan

1.      Mengumpulkan 20 macam sayuran.

2.      Mengelompokkan masing-masing sayuran tersebut ke dalam kelompok sayuran daun, sayuran buah, sayuran akar/umbi, sayuran kacang-kacangan dan sayuran tunas.

3.      Mencatat semua data masing-masing kelompok itu dalam kolom yang sudah disediakan pada lembar kerja.

4.      Menyimpulkan hasil percobaan.

 

 

E.     Hasil pengamatan

Pengelompokan sayuran

 

 

No

 

Jenis Makanan

Sayuran Daun

Sayuran Buah

Sayuran Akar/umbi

Sayuran Kacang-

kacangan

Sayuran tunas

1

Sawi hijau

 

 

 

 

2

Sawi putih

 

 

 

 

3

Daun papaya

 

 

 

 

4

Kemangi

 

 

 

 

5

Buncis

 

 

 

 

6

Seledri

 

 

 

 

7

Kagkung

 

 

 

 

8

Cabe

 

 

 

 

9

Terong ungu

 

 

 

 

10

Kubis

 

 

 

 

11

Tomat

 

 

 

 

12

Wortel

 

 

 

 

13

Labu siam

 

 

 

 

14

Kacang panjang

 

 

 

 

15

Bawang merah

 

 

 

 

16

Mentimun

 

 

 

 

17

Bawang putih

 

 

 

 


18

Rebung

 

 

 

 

19

Kentang

 

 

 

 

20

Kecambah

 

 

 

 

 

F.      Pertanyaan-Pertanyaan

a.       Bila dilihat dari “Triguna Makanan” sayuran termasuk kelompok zat makanan apa saja? Jawab : Dilihat dari “ Triguna Makanan “ sayuran termasuk ke dalam kelompok zat makanan sebagai zat pembangun.

b.  Termasuk ke dalam kelompok sayuran manakah melinjo, brokoli, cabe, bawang merah dan terong?

Jawab : Kelompok sayuran

a.       Mlinjo termasuk sayuran kacang-kacangan

b.      Brokoli termasuk sayuran daun

c.       Cabe termasuk sayuran buah

d.      Bawang merah termasuk sayuran umbi

e.       Terong termasuk sayuran buah

G.    Pembahasan

Bahan makanan sayuran adalah bahan makanan dari tumbuh-tumbuhan yang setelah diolah menjadi makanan penyerta dan makanan utama.

Bahan makanan sayuran dibedakan menajdi beberapa kelompok:

1.    Sayuran daun: tumbuhan dengan bagian utama yang diubah menjadi hidangan makanan adalah bagian daunnya.

Contoh: Daun pepaya, kemangi, sawi hijau, sawi putih, kangkung, seledri, kubis.

2.    Sayuran buah : tumbuhan dengan bagian utama yang diolah menjadi hidangan makanan adalah buahnya. Contoh: terong ungu, cabe, tomat, mentimun, labu siam.

3.      Sayuran umbi/akar : tumbuhan dengan bagian utama yang diolah menjadi hidangan makanan adalah bagian umbi/akarnya. Contoh: wortel, bawang merah, bawang putih, kentang.

4.      Sayuran kacang-kacangan : tumbuhan dengan bagian utama yang diolah menjadi hidangan makanan adalah biji yang berupa kacang-kacangan.. Contoh: buncis, kecambah, kacang panjang.

5.      Sayuran tunas : tumbuhan dengan bagian utama sebagai makanan adalah tunas tanaman. Contoh: rebung.

H.    Kesimpulan

Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa sayuran dapat dikelompokan menjadi :

1)   Kelompok sayuran daun

2)   Kelompok sayuran buah

 

3)   Kelompok sayuran umbi

4)   Kelompok sayuran kacang-kacangan

5)   Kelompok sayuran tunas

 

 

I.       Daftar pustaka

Rumanta, M. (2020). Praktikum IPA di SD. Jakarta: Universitas Terbuka

 

https://teknikboga.com/pengertian-dan-pengelompokan-sayuran/DiaksesSenin,05 Desember 2021.

 

J.      Kesulitan yang dialami : saran dan masukan

Pada percobaan ini kami tidak mengalami kesulitan yang berarti.

 

 

K.  FOTO/VIDEO PRAKTIKUM

 

 

 

 

 

Tahap Awal

 

 

 

 

 

Dokumentasi ketika mempersiapkan alat dan bahan.

 

Deskripsi foto/video

 

 

 

Proses Kegiatan

 

 

 

 

 

 

Ketika mengelompokkan sayuran dan mencatat ke dalam tabel.

 

Deskripsi foto/video

 

 

Tahap Akhir

 

 

 

 

Hasil akhir kegiatan praktikum Deskripsi foto/video

A.   JUDUL PERCOBAAN : UJI LEMAK

 

B.  TUJUAN PERCOBAAN :

Mengidentifikasi bahan-bahan makanan yang mengandung lemak.

 

C.   ALAT DAN BAHAN

Piring platik 1 buah Pipet 2 buah

Kertas coklat sampul buku ukuran 10 x 10 cm 12 lembar

Lampu senter 1 buah

Lilin 1 buah

Sendok 1 buah

Kemiri 2 butir

Margarine 1 sendok kecil Wortel 1 buah

Seledri 1 tangkai Biji jagung kering Singkong kering

Kacang tanah yang dikupas kering 3-5 Pepaya 1 potong kecil

Santan 1-3 sendok the Minyak goring 5 ml Susu 1-3 sendok teh Air 5 ml

 

 

D.  LANDASANTEORI Pengertian lemak

Lemak adalah salah satu komponen makanan multifungsi yang sangat penting pada kehidupan. Selain memilki sisi positif, lemak juga mempunyai sisi negatif terhadap kesehatan. Fungsi lemak dalam tubuh antara lain sebagai sumber energi, bagian dari membrane sel, mediator aktivitas aktivitas biologis antar sel, isolator dalam menjaga keseimbangan suhu tubuh, pelindung organ-organ tubuh serta pelarut vitamin A, D, E dan K. Penambahan lemak dalam makanan memberikan efek rasa lezat dan tekstur makanan menjadi lembut serta gurih. Di dalam tubuh, lemak menghasilkan energi dua kali lebih banyak dibandingkan dengan protein dan karbohidrat, yaitu 9 Kkal/gram lemak yang dikonsumsi (Sartika, 2008).

Minyak dan lemak termasuk lipid netral. Minyak dan lemak berperan sangat penting dalam gizi kita yaitu sebagai sumber energi, cita rasa, serta sumber vitamin A, D, E dan K.

Setiap gram lemak mengandung 2,25 kali dari jumlah kalori yang dihasilkan oleh satu gram protein atau karbohidrat. Satu gram minyak atau lipid dapat menghasilkan 9 kkal/gram, sedangkan karbohidrat dan protein hanya menghasilkan 4 kkal/gram. Minyak atau lemak, khususnya minyak nabati, mengandung asam-asam lemak esensial seperti asam linoleat, asam linolenat dan asam arkidonat yang dapat mencegah penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan kolesterol (Winarno dalam Oktaviani, 2009).

Asam lemak adalah bagian penting dari seluruh jaringan tubuh dan merupakan bagian utama senyawa fodpolipid membran sel. Dalam tubuh, asam lemak tidak hanya diperkukan untuk sintesa membran, modifikasi protein dan kabohidrat, pembangunan beberapa elemen struktur dalam sel dan jaringan, menghasilkan senyawa penanda dan

bahan bakar, tetapi juga untuk melarutkan berbagai macam bagian seluler serta ekstraseluler yang sulit larut dan nonpolar (Tuminah, 2010).

Secara kimia, lemak dibagi menjadi tiga yaitu lemak sederhana, lemak majemuk dan turunan lemak. Lemak sederhana yaitu apabila dihidrolisis akan menghasilkan alkohol, biasanya berupa gliserol serta menghasilkan asam lemak. Lemak majemuk yaitu apabila dihidrolisis akan mengahasilkan alkohol, asam lemak dan senyawa lainnya seperti fosfat, asam amino, basa organik, seperti kolin atau betain. Lemak majemuk mengandung listrik atau paling tidak mempunyai pengkutuban muatan dalam molekulnya, sehingga lebih mudah berinteraksi dengan air. Turunan lemak yaitu berbagai senyawa yang diperoleh dari hidrolisis atau pemecahan kedua jenis lemak terdahulu, yang termasuk dalam kelompok ini adalah gliserol dan berbagai alkohol lain yang ikut menyusun lemak, asam lemak dengan ikatan rangkap (ikatan tak jenuh) dan asam lemak tanpa ikatan rangkap (jenuh) (Sistiawan, 2011).

 

E.   PROSEDUR PERCOBAAN

Membuat dua buah kertas coklat sampul buku yang telah dipotong –potong dengan ukuran 10 x 10 cm

Mengambil pipet isap air dengan pipet dan teteskan di atas salah satu kertas coklat. Mengambil pipet yang lain, isap minyak dengan pipet teteskan di atas kertas coklat yang lainnya.

Membiarkan kedua kertas coklat tersebut selama sekitar 10 menit. Sesudah itu memeriksa kedua dengan menghadap cahaya.mengamati dan mencatat keadaan permukaan kertas tersebut. Manakah kertas yang masih meninggalkan? Catatan : menggunakan hasil ini sebagai pembanding untuk bahan yang mengandung minyak atau tidak.

Mengambil sepuluh kertas coklat yang sama seperti no 1. Memberi nomor dan nama, jenis bahan makanan yang diuji. Bahan makanan yang diuji (1) kemiri, (2) margarine, (3) seledri, (4) wortel, (5) biji jagung, (6) singkong kering, (7) kacang tanah kering, (8) pepaya, ( 9) santan,(10) susu.

Menghaluskanlah kemiri, usap-usap di atas kertas coklat kira-kira sepuluh kali dan bersihkan sisa kemiri. Membiarkan sekitar lima menit sampai sepuluh menit.

Sambil menunggu waktu, mengerjakan hal yang sama untuk kesembilan bahan makanan yang lain. mencairkan margarine diatas sendok dengan menggunakan panas dari nyala lilin. meneteskan margarine di atas kertas coklat.

mengusapkan seledri di atas kertas coklat kira-kira sepuluh kali. memotong wortel dan usap- usapkan di atas kertas coklat berulang-ulang. Usap-usapkan biji jagung kering di atas kertas coklat berulang-ulang sebanyak sepuluh kali. melakukan hal yang sama untuk singkong kering dan kacang kering. meotong-potong papaya dan usap-usapkan di atas kertas coklat. meneteskan pula susu pada kertas coklat yang terakhir. membiarkan kesepuluh kertas coklat ini selama 10 menit.

Setelah sepuluh menit,mengamati kertas coklat satu persatu. Menggunakan lampu atau senter kearah bekas usapan dari bahan makanan yang diuji. Kertas manakah yang meninggalkan bekas noda minyak? mencatat hasil pengamatan pada tabel di Lembar kerja.

HASIL PENGAMATAN UJI LEMAK

 

 

No

 

Bahan yang diuji

Meninggalkan

bekas noda

minyak

 

Keterangan

Ya

Tidak

1.

Kemiri

 

Mengandung lemak

2.

Margarin

 

Mengandung lemak

3.

Wortel

 

Tidak mengandung lemak

4.

Seledri

 

Tidak mengandung lemak

5.

Biji jagung kering

 

Tidak mengandung lemak

6.

Singkong kering

 

Tidak mengandung lemak

7.

Kacang tanah kering

 

Mengandung lemak

8.

Pepaya

 

Tidak mengandung lemak

9.

Santan

 

Mengandung lemak

10.

Susu

 

Mengandung lemak

 

 

G. PERTANYAAN- PERTANYAAN

Rabalah/usaplah tetesan bahan makanan kemiri, seledri, dan papaya. Bagaimanakah terasanya bekas usapan/teteskan tersebut di tangan Anda

Ketika bekas usapan/ tetesan tersebut diterangi atau di sorot dengan lampu/senter, bagaimana terlihatnya?

Berdasarkan uji yang telah dilakukan manakah bahan makanan sumber lemak?

Jawaban:

Bekas usapan kemiri terasa berminyak di tangan, sedangkan seledri dan papaya tidak terasa berminyak di tangan.

Pada kertas coklat yang diusap kemiri terdapat bekas minyak, sedangkan pada kertas coklat seledri dan papaya tidak meninggalkan bekas( kering seperti kertas coklat semula) Berdasarkan uji lemak yang telah dipraktikumkan bahan makanan yang mengandung lemak yaitu, kemiri, margarine, kacang tanah kering, santan, minyak goring, dan susu

 

 

PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil uji lemak

Kertas coklat yang diusap kemiri setelah disenter meninggalkan bekas transparan, hal ini menunjukan bahwa kemiri mengandung lemak.

Kertas coklat yang diusap margarine setelah disenter meninggalkan bekas transparan, hal ini menunjukan bahwa margarine mengandung lemak.

Kertas coklat yang diusap wortel setelah disenter tidak meninggalkan bekas transparan, hal ini menunjukan bahwa wortel tidak mengandung lemak

Kertas coklat yang diusap seledri setelah disenter tidak meninggalkan bekas transparan, hal ini menunjukan bahwa seledri tidak mengandung lemak

Kertas coklat yang diusap biji jagung kering setelah disenter tidak meninggalkan bekas transparan, hal ini menunjukan bahwa biji jagung kering tidak mengandung lemak

Kertas coklat yang diusap singkong kering setelah disenter tidak meninggalkan bekas transparan, hal ini menunjukan bahwa singkong kering tidak mengandung lemak

Kertas coklat yang diusap kacang tanah yang dikupas kering setelah disenter meninggalkan bekas transparan, hal ini menunjukan bahwa kacang tanah yang dikupas kering mengandung lemak

Kertas coklat yang diusap pepaya setelah disenter tidak meninggalkan bekas transparan, hal ini menunjukan bahwa papaya tidak mengandung lemak

Kertas coklat yang diusap santan setelah disenter meninggalkan bekas transparan, hal ini menunjukan bahwa santan mengandung lemak

Kertas coklat yang diusap minyak goreng setelah disenter meninggalkan bekas transparan, hal ini menunjukan bahwa santan mengandung lemak

Kertas coklat yang diusap susu setelah disenter meninggalkan bekas transparan, hal ini menunjukan susu mengandung lemak

Kertas coklat yang diusap air setelah disenter meninggalkan bekas transparan, hal ini menunjukan bahwa air mengandung lemak

I. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa bahan makanan yang diusapkan pada

kertas coklat ,setelah disenter meninggalkan bekas transparan menunjukkan bahwa bahan

makanan tersebut mengandung lemak, yaitu kemiri, margarine, kacang tanah, santan, minyak goreng, dan susu.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Rumanta, M. (2019). Praktikum IPA di SD. Jakarta: PT. Prata Sejati Mandiri.

 

Sartika, R. A. D. 2008. Pengaruh Asam Lemak Jenuh, Tidak Jenuh dan Asam Lemak Trans Terhadap Kesehatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. Vol 2 (4) : 154 160.

Sistiawan, W. 2011. Modul Praktikum Biokimia. Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Sukabumi.

Tuminah, S., 2010. Efek Perbedaan Sumber dan Struktur Kimia Asam Lemak Jenuh Terhadap Kesehatan. Jurnal Penelitian Kesehatan. Vol. 38 (1): 43-51

 

K. KESULITAN YANG DIALAMI

Pada praktikum ini kami tidak menemui kesulitan alat, bahan dan saat proses praktikum.

 

L. FOTO PRAKTIKUM

 

 

 

 

 

 

 

 

LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM MODUL 4 MEKANIKA

KP 2 GERAK (GERAK LURUS BERATURAN)

(GERAK LURUS TIDAK BERATURAN)

TERBIMBING

 

 

 


 

 

 

NAMA : ANDI SOFYAN HARI

   NIM : 858916488

 

 

 

 

UPBJJ UT JEMBER

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA

TAHUN 2021


A. JUDUL PERCOBAAN      :   

1. GERAK LURUS BERATURAN( GLB )

  2. GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN( GLBB)

 

TUJUAN PERCOBAAN :

Mengamati gerak lurus beraturan ( GLB) Mengamati gerak lurus berubah beraturan( GLBB)

ALAT DAN BAHAN

Ø  Katrol gantung tunggal Stopwatch

Ø  Penggaris

Ø  Bebn gantung 100 gr

Ø  Benang kasur Plastisin

Ø  Beban tambahan

Ø  ( 2 buah ) Statif dan klem

 

     

D. LANDASAN TEORI

Fisika merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan alam (sains), Tobing memberikan pengertian bahwa isi dan organisasi, materi serta pemaparan struktur dan pengertian- pengertian pokok dalam fisika adalah mempelajari hal-hal yang fundamental tentang zat dan energi. (Tobing, 1996)

Sedangkan (Martin Kanginan: 2004) mendefinisikan fisika adalah ilmu yang mempelajari tentang

hubungan antara zat dengan energi yang ada di dalamnya.26 Sehingga dapat dikatakan bahwa fisika adalah ilmu yang mempelajari tentang gejala fenomena alam yang di dalamnya termasuk benda (zat) dan energy, serta hubungan timbal balik antara keduanya.

Sebuah benda dikatakan bergerak jika posisi benda tersebut mengalami perubahan terhadap benda lain di sekelilingnya. Jadi gerak adalah perubahan kedudukan atau posisi sebuah benda terhadap suatu titik acuan tertentu. Berdasarkan bentuk lintasannya gerak dibedakan menjadi dua, yaitu :

Gerak lurus, yaitu gerak yang lintasannya berupa garis lurus.

Gerak lengkung, yaitu gerak yang lintasannya berupa garis lengkung/tidak lurus.

 

Dalam praktikum ini lebih ditekankan pada gerak lurus. Jika ditinjau dari besar kecepatan gerak setiap saat, gerak lurus dibagi menjadi dua, yaitu :

1.    Gerak Lurus Beraturan (GLB).

Gerak Lurus Beraturan (GLB) merupakan gerak lurus yang kecepatannya selalu cepat.

1.    Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB).

Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) adalah gerak lurus yang kecepatannya berkurang secara teratur pada setiap saat.

 

Sedangkan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) dibagi menjadi dua, yaitu :

 

Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) dipercepat, yaitu Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) yang kecepatannya bertambah secara teratur pada setiap saat.

Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) diperlambat, yaitu Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) yang kecepatannya berkurang secara teratur pada setiap saat (pramono, H :2014: 72-73).

Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh benda tanpa memperhatikan arah. (Soedojo, P. 2004)

 

Kecepatan sebuah benda merupakan besaran vektor yang menyatakan dua hal yaitu berapa cepat gerakannya serta arah gerakannya. Jika sebuah benda bergerak menurut garis lurus, kecepatan adalah laju perpindahan lintasan pada tiap satuan detik/jarak. sedangkan kelajuannya adalah jarak yang ditempuh dalam selang waktu

tertentu. Perpindahan adalah panjang lintasan yang ditempuh benda beserta dengan arah geraknya, sedangkan:

V = s / t

Dimana :v = kecepatan (m/s)

s = jarak tempuh (m) t = waktu tempuh (s)

Sebuah benda yang mempunyai kecepatan berubah-ubah dikatan dipercepat. Sebuah benda dipercepat bila kecepatannya bertambah, berkurang atau arahnya berubah. Percepatan sebuah benda

adalah laju perubahan kecepatan. Bila kecepatan awal benda V0 dan setelah interval waktu tertentu t kecepatannya v maka percepatannya adalah :

a = Vt - V0 / t

Dimana : a = percepatan (m/s²) Vt = kecepatan akhir (m/s)

V0 = kecepatan awal (m/s) t = waktu (s) (dewi, 2011).

Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak benda dalam lintasan garis lurus dengan percepatan tetap. Jadi, ciri utama GLBB adalah bahwa dari waktu ke-waktu kecepatan benda berubah, semakin lama semakin cepat/lambat. Sehingga gerakan benda dari waktu ke waktu mengalami percepatan/perlambatan (Ruwanto, B.2006).

PROSEDUR PERCOBAAN

Cara kerja GLB

Merakit alat dan bahan seperti pada gambar 4.8

Mengusahakan agar beban tambahan m tertinggal di ring pembatas bila M1 turun dan M2 naik. Menandai ketinggian beban tambahan (m) mula-mula sama dengan titik A.

Mengukur panjang BC

Membiarkan sistem bergerak m+M1 turun dan M2 naik. Catat waktu yang diperlukan M1 untuk bergerak dari B ke C.

Mengulangi percobaan sampai 5 kali dengan jarak BC yang berbeda-beda( tinggi A tetap, B tetap, C berubah).

Mencatat datanya pada tabel.

 

 

Cara kerja GLBB

Menyusun alat seperti pada gambar 4.9

Menentukan dan mengukur jarak AB dan BC ( usahakan AB > BC).

Membiarkan sistem bergerak (M1+m) turun dan M2 naik, usahakan agar beban tambahan m tertinggal di ring pembatas B.

Mengukur waktu yang dibutuhkan (M1+m) dari A ke B( tAB) dan M1 untuk bergerak dari B ke C (tAC)

Melakukan percobaan sampai 5X dengan jarak AB ( titik A tetap, C tetap, B berubah) dan catat datanya pada tabel.

 

HASIL PENGAMATAN

 

GLBTabel Pengamatan GLB

 

No

Jarak BC s (m)

Waktu t( sek)

1

0,26

0,795

2

0,25

0,575

3

0,24

0,485

4

0,23

0,475

5

0,22

0,46

2. GLBB

Tabel Pengamatan GLBB

 

No

Beban (gr)

SAB (m)

tAB(sek)

SBC(m)

tBC(sek)

1

100

0,18

0,31

0,16

0,35

2

100

0,19

0,32

0,15

0,32

3

100

0,20

0,34

0,14

0,31

4

100

0,21

0,35

0,13

0,29

5

100

0,22

0,37

0,12

0,27

 

PERTANYAAN- PERTANYAAN

Jawablah pertanyaan berikut dan satukan hasilnya / jawabannya dengan laporan yang Anda buat. Buatlah grafik hubungan antara jarak (s) sebagai fungsi waktu (t) berdasarkan data percobaan GLB (S sumbu vertical dan t sumbu horizontal)!

Hitunglah kecepatan benda berdasarkan grafik di atas! Buatlah kesimpulannya!

Buatlah grafik hubungan antara jarak AB ( SAB) sebagai fungsi waktu (tAB) pada percobaan GLBB.

Hitunglah percepatan benda berdasarkan grafik di atas! Buatlah kesimpulannya!

Jelaskan perbedaan grafik itu dengan grafik pada percobaan GLB ( S fungsi t).

 

 

Jawaban

 

Grafik hubungan antar jarak (s) sebagai fungsi waktu (t) berdasarkan data percobaan GLB (S sumbu vertical dan t sumbu horizontal).

 


Percobaan 1

Percobaan 2

Percobaan 3

Percobaan 4

Percobaan 5

V =

V =

V =

V =

V =

0,33 m/s

0,43 m/s

0,49 m/s

0,48 m/s

0,48 m/s


2. Kecepatan Grafik GLB

 

Kesimpulan : gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak suatu benda yang lintasannya berupa garis lurus dengan kecepatan tetap atau konstan dengan beban yang sama beratnya, semakin dekat jaraknya, semakin cepat pula waktu yang diperlukan.

Grafik hubungan antara jarak AB (SAB) sebagai fungsi waktu t (AB) pada percobaan

 

 

GLBB

 

 


 

5. Percepatan berdasarkan GLBB


 

 konstan

Kesimpulan : gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak lurus pada arah mendatar dengan kecepatan yang berubah setiap saat, ini dikarenakan adanya percepatan yang tetap. Dengan kata lain benda yang melakukan gerak dari keadaan diam atau mulai dengan kecepatan awal akan berubah kecepatannya karena ada percepatan (a=t) atau perlambatan (a= -).

 

Jadi, ciri GLBB adalah dari waktu ke waktu kecepatan benda berubah, semakin lama semakin cepat/lambat. Sehingga gerakan benda dari waktu ke waktu mengalami percepatan/perlambatan. Untuk nilai percepatan positif (+) maka dikatakan dengan gerakan mengalami percepatan Perbedaan GLB dan GLBB : Grafik GLB berupa garis lurus, karena kecepatan suatu benda yang bergerak lurus adalah tetap bila dalam selang waktu jarak tempuh dan

arahnya sama. Sedangkan grafik GLBB berupa garis lurus tetapi berubah-ubah, dikarenakan

mengalami percepatan yang tetap/konstan.

 

 

PEMBAHASAN

Benda yang melakukan gerak dari keadaan diam atau mulai dengan kecepatan awal akan berubah kecepatannya karena ada percepatan.

KESIMPULAN

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan mengenai geruk lurus maka dapat diambil kesimpulan bahwa:

Gerak gerak lurus beraturan memiliki lintasan berupa garis lurus dan memiliki kecepatan yang konstan, artinya besar dan arahnya sama.

Kecepatan pada GLB bernilai konstan atau tetap dan percepatannya bernilai nol (a=0). Secara matematis kecepatan dapat dirumuskan dengan v = s/t .

Gerak lurus berubah beraturan yaitu memiliki kecepatan konstan, apabila kecepatannya diubah secara teratur, maka akan mengalami perubahan kecepatan (atau percepatan konstan).

DAFTAR PUSTAKA

 

Rumanta, M. (2019). Praktikum IPA di SD. Jakarta: PT. Prata Sejati Mandiri. DL Tobing (1996). Fisika Dasar 1.Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Martin Kanginan (2004). SMA Fisika X. Jakarta : Erlangga,2004 Pramono, H. 2014. Panduan Praktikum. Cirebon : Syariah Nurjati Press. Ruwanto, B.2006. Fisika Kelompok Teknologi. Jakarta : Yudistira.

Soedojo, P. 2004. Fisika Dasar. Yogyakarta :

 

 

 

KESULITAN YANG DIALAMI

Pada praktikum ini kami tidak mengalami kendala yang berarti.

 

 

FOTO PRAKTIKUM

PRAKTIKUM GERAK LURUS BERATURAN (GLB)

FOTO

KETERANGAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Merakit alat dan bahan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menandai ketinggian beban

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Melakukan uji coba

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM MODUL 6 GELOMBANG

KP 1 JENIS DAN BENTUK GELOMBANG

(JENIS-JENIS GELOMBANG)

(SIFAT PEMANTULAN GELOMBANG)

 (GELOMBANG STASIONER)

 


 

 

NAMA : ANDI SOFAN HARI

  NIM : 858916488

 

 

 

UPBJJ UT JEMBER

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA

TAHUN 2021


1.       PERCOBAAN JENIS-JENIS GELOMBANG

A.     TUJUAN PERCOBAAN

Mengamati bentuk dan jenis gelombang transversal dan gelombang longitudinal.

 

 

B.      ALAT DAN BAHAN

1.       Slinki

2.       Kabel listrik, panjang 5 m ¢= 0,5cm

3.       Benang kasur panjang 3 cm

4.       Karet gelang

 

 

C.     LANDASAN TEORI

Gelombang didefinisikan sebagai energi getaran yang merambat. Dalam kehidupan sehari- hari banyak orang berfikir bahwa yang merambat dalam gelombang adalah getarannya atau partikelnya, hal ini sedikit tidak benar karena yang merambat dalam gelombang adalah energi yang dipunyai getaran tersebut. Dari sini timbul benarkan medium yang digunakan gelombang tidak ikut merambat? padahal pada kenyataannya terjadi aliran air di laut yang luas. Menurut aliran air dilaut itu tidak disebabkab oleh gelombang tetapi lebih disebabkan oleh perbedaan suhu pada air laut (Millardo. 2008). Tapi mungkin juga akan terjadi perpindahan partikel medium, ketika gelombang melalui medium zat gas yang ikatan antar partikelnya sangat lemah maka sangat dimungkinkan partikel udara tersebut berpindah posisi karena terkena energi gelombang. Walau perpindahan partikelnya tidak akan bisa jauh tetapi sudah bisa dikatakan bahwa partikel medium ikut berpindah. Besaran dalam gelombang adalah sebagai berikut ini: Periode (T) adalah banyaknya waktu yang diperlukan untuk satu gelombang. Frekuensi (f) adalah banyaknya gelombang yang terjadi dalam waktu 1 sekon. Amplitudo (A) adalah simpangan maksimum suatu gelombang. Cepat rambat (v) adalah besarnya jarak yang ditempuh gelombang tiap satuan waktu. Panjang gelombang (λ) adalah jarak yang ditempuh gelombang dalam 1 periode. Atau besarnya jarak satu bukit satu lembah (Serway, 2010).

Gelombang adalah getaran yang merambat. Setiap titik yang dilalui gelombang terjadi getaran, dan getaran tersebut berubah fasenya sehingga tambak sebagai getaran yang merambat (Mirza Satriawan, 2007: 14). Gelombang adalah getaran yang merambat dalam suatu medium. Dalam

peristiwa perambatan gelombang yang merambat hanyalah getarannya/usikannya, sedang mediumnya/zat perantaranya tetap (Saeful Karim, 2008: 23)

 

1.        Berdasarkan medium perantaranya gelombang dibedakan menjadi 2 macam yaitu gelombang mekanik dan gelombang elektromagnet (Sutrisno, 1979: 5).

a.        Gelombang mekanik adalah gelombang yang merambat memerlukan zat perantara. Gelombang mekanis dicirikan oleh pengangkutan tenaga melalui materi oleh gerak suatu gangguan di dalam materi tersebut tanpa suatu gerak yang bersangkutan dari materi itu sendiri. Contoh : gelombang laut, gelombang bunyi, gelombang pada tali, gelombang pada slinki.

b.        Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang ditimbulkan oleh getaran medan listrik dan medan magnet dan dapat merambat tanpa medium zat perantara. Contohnya : gelombang radio, gelombang cahaya, gelombang radar, sinar x, sinar alfa, sinar beta, dan sinar gama.

2.        Jenis-jenis Gelombang

Ada dua jenis gelombang yang dapat di lihat dari arah ramabatan gelombangnya, yaitu gelombang transversal dan gelombang longitudinal.

a.        Gelombang transversal adalah gelombang yang arah rambatannya tegak lurus dengar arah getarannya.Misalnya, sebuah tali vertikal di bawah tegangan dibuat berosilasi bolak-balik di sebuah ujung maka sebuah gelombang transversal akan berjalan sepanjang tali tersebut. Gangguan atau usikkan bergerak sepanjang tali tetapi partikel- partikel tali bergetar di dalam arah yang tegak lurus kepada arah penjalaran gangguan .

b.        Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah rambatnya sejajar (berimpit) dengan arah getarnya. Misalnya, bila sebuah pegas vertikal di bawah tegangan dibuat berisolasi ke atas dan ke bawah di suatu ujung maka sebuah gelombang longitudinal berjalan sepanjang pegas tersebut. Tali-tali akan bergetar bolak- balik di dalam arah dimana gangguan berjalan sepanjang pegas atau sejajar. Contoh lain pada gelombang longitudinal yaitu gelombang bunyi di dalam gas.

 

D.     PROSEDUR PERCOBAAN

1.        Mengambil slinki, merentangkan diatas lantai yang licin. Kemudian mengikat salah satu ujung slinki pada tiang yang cukup kokoh untuk menahannya atau dipegang oleh salah satu teman atau anggota kelompok. Ujung yang lainnya di pegang sendiri.

2.        Mengusikan ujung slinki yang sedang di pegang dengan cara menggerakan ujung slinki dengan cepat kekiri dan kekanan seperti gambar.

 

3.        Mengamati gelombang yang terjadi pada slinki. Menyelidiki apa yang terjadi pada slink dan apa gelombang itu?

4.        Mengusikan lagi ujung slinki berulang-ulang seperti langkah (b). Mengamati arah getar (arah usikan) dan arah rambat gelombang. Gelombang yang terjadi ini disebut gelombang tranversal. Kemudian mengamati bagaimana arah getar dan arah rambat gelombang tranversal tersebut.

5.        Mengikatkan karet gelang ditengah-tengah slinki. Lalu mengusikkan lagi ujung slinki yang sedang dipegang secara berulang-ulang. Kemudian mengamati karet gelang tersebut ketika gelombang berjalan, apakah ikut berindah karet gelang tersebut? Adakah energy yang merambat melalui pegas? Dan darimana asalnya?

6.        Melakukan percobaan dari langkah (a) sampai dengan langkah (e) sekali lagi. Kemudian slinki diganti kabel listrik. Menyamakan hasilnya dengan menggunakan slinki. Menyebutkan perbedaannya jika ada.

7.        Mengambil slinki, merentangkan diatas lantai yang licin serta mengikatkan salah satu ujungnya pada tiang yang kokoh dan ujung yang lain dipegang sendiri. Kemudian mengusikan ujung slinki yang sedang dipegang secara berulang-ulang dengan cara menggerakan ujung slinki dengan cepat kebelakang dan kedepan.

Mengamati arah getar (arah usikan) dan arah rambat gelombang-gelombang yang terjadi adalah gelombang longitudinal.

 

E.      HASIL PENGAMATAN

Pada saat slinki diusik dengan cara menggerak-gerakkan ujung slinki,terlihat adanya suatu rambatan atau gelombang.

 

F.      PERTANYAAN-PERTANYAAN

1.          Apakah perbedaan gelombang antara gelombang transversal dan gelombang longitudinal?

Jawab : Gelombang transversal Adalah gelombang yang memiliki arah rambat tegak lurus dengan arah getarnya. Contoh gelombang transversal adalah gelombang pada tali. Arah getar gelombang adalah vertikal, sedangkan arah rambatnva horizontal sehingga arah getar dan arah rambatnva satins. Gelombang longitudinal Adalah gelombang yang


memiliki arah getar sejajar dengan arah rambatnya contohnya adalah gelombang pada slinki yang digerakkan maju mundur.

 

G.     PEMBAHASAN

1.        Slinki direntangkan diatas lantai yang licin,salah satu ujungnya dipegang sendiri dan ujung yang lain dipegang teman.Lalu slinki diusik ujungnya dengan cara menggerakkan ujung slinki dengan cepat kekiri lalu kekanan sehingga terjadi rambatan pada slinki yang membentuk gelombang. Gelombang adalah gerakan merambat pada suatu benda yang diberi energi.

2.        Percobaan dilakukan beberapa kali sampai dapat diamati dan dilihat arah usikan dan rambat gelombangnya.Ternyata arah usikan tegak lurus dengan arah rambatannya.Hal demikian disebut gelombang transversal,yakni gelombang yang arah getarannya tegak lurus pada arah rambatan gelombangnya.

3.     Percobaan kedua diberi karet gelang ditengah-tengah slinki lalu ujung slinki yang dipegang diusik secara berulang-ulang,ternyata karet gelang tersebut ikut berpindah bersama gelombang,dan juga karet gelang berpindah karena adanya energi yang merambat melalui slinki.Energi ini berasal dari usikan slinki (pada saat ujung slinki digerakkan ).

4.        Percobaan ketiga,slinki diganti dengan kabel listrik.Langkahnya sama yaitu diberi usikan diujung kabel,sedang ujung yang lain diikatkan pada tiang atau dipegang salah seorang teman.Ternyata hasilnya berbeda dengan slinki.Bedanya adalah pada kabel listrik tidak muncul gelombang.Pada saat diberi gelang dibagian tengah kabel,ternyata karet gelang tidak berubah atau berpindah,berarti tidak ada energi pada kabel listrik tersebut.

5.        Percobaan kali ini slinki direntangkan diatas lantai,salah satu ujungnya diikat pada tiang atau dipegang sendiri.Lalu ujung slinki diusik atau digerakkan berulang-ulang dengan cepat kebelakang dan kedepan,seperti pada gambar berikut:

Pada percobaan ini diamati arah usikan dan rambatannya (gelombang).Ternyata arah usikan searah dengan arah rambatannya.Maka gelombang ini dinamakan Gelombang Longitudinal.

 

H.     KESIMPULAN

1.        Gelombang transfersal adalah gelombang yang arah getarannya tegak lurus dengan arah rambatannya.

2.        Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah getarannya searah dengan arah rambatannya.


3.        Perbedaan antara gelombang transfersal dan gelombang longitudinal terletak pada arah rambatannya yaitu bila transfersal tegak lurus sedangkan longitudinal searah rambatannya.

 

I.        DAFTAR PUSTAKA

Rumanta, M. (2020). Praktikum IPA di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.

Karim, Saeful, dkk, 2008. Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Satriawan, Mirza. 2012. Fisika Dasar. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada. Sutrisno. 1979. Seri Fisika Dasar Gelombang dan Optik. Bandung: Penerbit ITB. Serway. 2010. Gelombang Stasioner dan Gelombang Berjalan. Jakarta : Erlangga Milliardo, Albert dkk. 2008. Laporan Fisika Percobaan Melde. Jakarta : SMA Kasinius

 

J.       KESULITAN YANG DIALAMI

Kesulitan dalam mencari alat praktikum.

 

K.     FOTO/VIDEO PRAKTIKUM

 

 

Tahap Awal / Pembukaan

 

Dokumentasi ketika mempersiapkan alat dan bahan praktikum.

 

Deskripsi foto/video

Proses Kegiatan

 

 

Dokumentasi ketika melakukan praktikum jenis gelombang menggunakan kabel listrik.

 

Deskripsi foto/video

 

Tahap Akhir

 

 Hasil akhir kegiatan   Praktikum. Deskripsi foto/video


2.       PERCOBAAN SIFAT PEMANTULAN GELOMBANG

A.     TUJUAN PERCOBAAN

Mengamati sifat pemantulan gelombang.

 

 

B.      ALAT DAN BAHAN

1.     Slinki

2.     Benang kasur

3.     Kerikil

 

 

C.     LANDASAN TEORI

Berdasarkan Arah Getar dan Arah Rambatnya, Gelombang dibagi menjadi dua, yaitu :

a.    Gelombang Transversal

Gelombang Transversal adalah gelombang yang arah getarnya tegak lurus dengan arah rambatannya. Bentuk Getarannya berupa lembah dan bukit (dapat dilihat pada gambar di bawah).

Berdasarkan gambar di atas dapat saya jelaskan bahwa :

Arah rambat gelombang di atas adalah ke kiri dan ke kanan, sedangkan arah getarnya adalah ke atas dan ke bawah. Jadi itulah yang dimaksud arah rambat tegak lurus dengan arah getarnya. Contohnya adalah gelombang pada tali yang saya contohkan di atas.

b.    Gelombang Longitudinal

Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah rambatnya sejajar dengan arah getarannya. Bentuk getarannya berupa rapatan dan renggangan (Dapat dilihat pada gambar di bawah).

 

Berdasarkan gambar kita ketahui bahwa :

Arah rambat gelombangnya ke kiri dan ke kanan, dan arah getarnya ke kiri dan ke kanan pula. Oleh karena itu gelombang ini adalah gelombang longitudinal yang arah getar dan arah rambatnya sejajar. Contoh gelombang ini adalah Gelombang bunyi, di udara yang dirambati gelombang ini akan terjadi rapatan dan renggangan pada molekul-molekulnya, dan saat ada rambatan molekul-molekul ini juga bergetar. Akan tetapi getaranya hanya sebatas gerak maju mundur dan tetap di titik keseimbang, sehingga tidak membentuk bukit dan lembah.

Pemantulan gelombang (Refleksi) terjadi pada saat sebuah gelombang yang merambat dalam suatu media sampai di bidang batas medium tersebut dengan media lainnya. Dengan demikian, pemantulan (refleksi) sebuah gelombang adalah bidang batas antara dua medium yang berbeda. Contoh lainnya adalah pemantulan gelombang pada tali. Pada saat gelombang tali sampai di ujung tali (batas antara tali dan medium lain) maka gelombang tersebut akan dipantulkan kembali ke dalam tali itu.

Sebuah gelombang merambat pada tali, jika ujung tali diikat pada suatu penopang (Gambar a), gelombang yang mencapai ujung tetap tersebut memberikan gaya ke atas pada penopang. Penopang memberikan gaya yang sama tetapi berlawanan arah ke bawah pada tali. Gaya ke bawah pada tali inilah yang membangkitkan gelombang pantulan yang terbalik. Pada Gambar b, ujung yang bebas tidak ditahan oleh sebuh penopang. Gelombang cenderung melampaui batas. Ujung yang melampaui batas memberikan tarikan ke atas pada tali dan inilah yang membangkitan gelombang pantulan yang tidak terbalik.

 

D.     PROSEDUR PERCOBAAN

Percobaan di bak air

Bak air diisi air hampir penuh lalu dijatuhkan kerikil pada permukaan air,ternyata terjadi gelombang dipermukaan yang bentuknya searahdenganarah rambatannya.Jika

diperhatikan gelombang yang mengenai sisi bak air maka dipantulkan kearah datangnya gelombang.

Slinki direntangkan sejauh 1.5 m salah satu ujungnya diikatkan pada tiang (dijaga tetap dan tidak bergeser) ujung yang lain dipegang. Lalu digetarkan satu kali sehingga membentuk gelombang. Slinki membentuk setengah panjang gelombang.

Diamati perambatan setengah gelombang sampai gelombang tersebut menghilang. Jika belum dapat diamati, getarkan lagi ujung slinki. Ternyata yang terjadi adalah gelombang tersebut dipantulkan kembali. Dan fase gelombang pantul sama dengan gelombang asalnya. Percobaan dengan slinki yang terikat-ikat dengan benang yang panjangnya + 1,5 m.

Ikatkan ujung benang yang jauhnya 1,5 m dari ujung slinki ke tiang, ternyata ujung slinki

dapat bergerak bebas. Oleh karena itu disebut slinki ujung besar.


 

E.      HASIL PENGAMATAN

Pada saat kerikil dijatuhkan ke atas air yang berada didalam bak gelombang yang dihasilkan mirip gelombang transversal dimana arah gelombang tegak lurus dengan arah rambatannya. Dan dibagian pinggir/sisi bak yang dikenai gelombang, gelombng dipantulkan kembali. Percobaan ini di lakukan disebuah bejana yang berisi air, lalu diambil beberapa kerikil dan dijatuhkan krikil tersebut keatas permukaan air yang ada di dalam bejana. Ketika diamati ternyata terjadi gelombang pada dipermukaan air di bejana tersebut. Dan pada sisi bejana yang dikenai gelombang terjadi pemantulan gelombang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ketika slinki sejauh 1,5m direntangkan. Dan salah satu ujungnya dikatkan pada tiang yang kokoh atau di pegang teman saya, sedangkan ujung slinki yang satunya lagi tetap pada tempat yang tidak bergeser (disebut ujung terikat). Ujung slinki lainnya saya pegang, lalu saya getarkan satu kali sehingga membentuk setengah panjang gelombang. Setelah kami amati perambatan setelah gelombang (denyut) sampai gelombang tersebut hilang. Ternyata gelombang (denyut) dapat dipantulkan. Dan fase gelombang pantul dibandingkan dengan fase gelombang asalnya adalah sama besar.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sekarang ujung slinki yang tadinya terikat atau yang tadinya dipegan oleh teman saya, sekarang saya ikat dengan benang yang panjangnya kurang lebih 1,5m. Lalu saya ikatkan ujung benang yang jauhnya 1,5m dari ujung slinki ke tian yang kokoh atau di pegang saja oleh teman saya. Dan ujung slinki ini sekarang dapat bergerak bebas oleh karena itu disebut slinki ujung bebas. Sekarang saya getarkan ujung slinki yang saya pegang satu kali sehingga membentuk setengah gelobang seperti percobaan 2 langkah 2 tadi. Setelah kami amati perembatan setengah panjang gelombang ini. Ternyata dengan ujung bebas seperti ini, fase gelombang pantul lebih kecil (tidak terlihat).

Pada slinki yang salah satu ujungnya diikat kuat pada tiang dan digetarkan ujung lainnya dengan tangan sampai membentuk ½ gelombang, ternyata gelombang dpat dipantulkan dan fase gelombang berlawanan arah dengan gelombang aslnya. Sementara pada slinki yang salah satu ujungnya diikat dengan longgar/tali panjangnya 150cm, sehingga slinki dapat bergerak bebas ternyata fase gelombang pantul dan gelombang asalnya adalah sama.

F.      PERTANYAAN-PERTANYAAN

Bagaimanakah fase gelombang pantul dibandingkan dengan gelombang asalnya ? Jawab : Fase gelombang pantul dengan gelombang asal adalah sama.

 

G.     PEMBAHASAN

Pada saat kerikil dijatuhkan ke atas air yang berada didalam bak gelombang yang dihasilkan mirip gelombang transversal dimana arah gelombang tegak lurus dengan arah rambatannya. Dan dibagian pinggir/sisi bak yang dikenai gelombang, gelombang dipantulkan kembali.

Pada slinki yang salah satu ujungnya diikat kuat pada tiang dan digetarkan ujung lainnya dengan tangan sampai membentuk ½ gelombang, ternyata gelombang dpat dipantulkan dan fase gelombang berlawanan arah dengan gelombang aslnya. Sementara pada slinki yang salah satu ujungnya diikat dengan longgar/tali panjangnya 150cm, sehingga slinki dapat bergerak bebas ternyata fase gelombang pantul dan gelombang asalnya adalah sama

H.     KESIMPULAN

1.     Salah satu sifat gelombang adalah dapat dipantulkan.

2.     Fase gelombang pantul dengan gelombang asal adalah sama.

3.     Gelombang yang terjadi di air dapat dipantulkan kembali

4.     Ujung slinki yang terikat kuat, gelombang datang dan gelombang pantulnya fase gombang berlawanan arah.

5.     Ujung slinki yang terikat bebas, gelombang datang=gelombang pantulnya.

 

 

I.        DAFTAR PUSTAKA

Rumanta, M. (2020). Praktikum IPA di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.

Karim, Saeful, dkk, 2008. Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

 

J.       KESULITAN YANG DIALAMI

Kesulitan yang dialami pada praktikum ini yaitu kesulitan mencari alat dan bahan praktikum.

K.     FOTO/VIDEO PRAKTIKUM

 

Tahap Awal / Pembukaan

 

 

Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum

 

Deskripsi foto/video

 

Proses Kegiatan

 

 

Dokumentasi ketika menjatuhkan kerikil di atas bak yang berisi air dan ketika menggetarkan slinki.

 

 

Deskripsi foto/video

Tahap Akhir

 

 

 

 

 

Mencatat hasil praktikum.

 

 

Deskripsi foto/video

 

 

.


GELOMBANG STASIONER

 

JUDUL PERCOBAAN

Gelombang Stasioner

 

TUJUAN PERCOBAAN

Mengamati gelombang stasioner. Menjelaskan pengertian gelombang stasioner.

Menjelaskan hal-hal yang menimbulkan gelombang stasioner. Menjelaskan pengaruh tegangan terhadap pajang gelombang.

ALAT DAN BAHAN

Ø  Catu daya

Ø  Pewaktu ketik atau bel listrik Benang kasur, panjang 1,5 m

Ø  Beban gantung 75 gram, 100 gram, 125 gram

 

LANDASAN TEORI

Gelombang merupakan fenomena perambatan energi,yang dapat di kelompokkan berdasarkan arah rambat dan medium perambatannya. Berdasarkan arah rambatnya, gelombang di bedakan menjadi gelombang longitudinal dan gelombang transversal.Sedangkan medium perambatannya gelombang di bedakan menjadi gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik.Selain itu sifat-sifat umum gelombang dapat di bedakan menjadi 5 yaitu dapat di biaskan,dapat di pantulkan,dapat di lenturkan,dapat di padukan dan dapat di kutubkan.sedangkan karakteristik gelombang dapat di badakan yaitu periodik,terjadi karena getaran,merambat dan dapat di nyatakan dalam bentuk persamaan.

Gelombang stasioner biasa juga disebut gelombang tegak, gelombang berdiri atau gelombang diam, adalah gelombang yang terbentuk dari perpaduan atau interferensi duaBuah gelombang yang mempunyai amplitudo dan frekuensi yang sama, tapi arah rambatnya berlawanan. Amplitudo pada gelombang stasioner tidak konstan, besarnya

amplitudo pada setiap titik sepanjang gelombang tidak sama. Pada simpul amplitudo nol, dan pada perut gelombang amplitudo maksimum.

Gelombang Stasioner yaitu sebuah gelombang yang memiliki amplitudo yang berubah ubah antara nol sampai nilai maksimum tertentu. As = 2A cos 2π(x/λ) disebut sebagai amplitudo superposisi gelombang pada pemantulan ujung tali bebas. Ap = 2 A cos kx adalah amplitudo gelombang stasioner.

Gelombang Stasioner memiliki 2 jenisnya, yaitu sebagai berikut :

 

Gelombang Stasioner Ujung Bebas

 


Gelombang Stasioner Ujung Bebas merupakan superposisi gelombang padasutas tali dimana salah satu ujungnya di kaitkan dengan sebuah cincin yang juga dapat bergerak bebas. Pada gelombang jenis ini, gelombang pantul tidakmengalami pembalikan fase


.

 

Gelombang Stasioner Ujung Bebas

 

Jadi, jika sebuah gelombang tersebut tegak yang terjadi di dalam sebuah tali, maka akan terdapat titik simpul di ujung tetap, dan titik perut di ujung bebas. Hasil superposisi gelombang datang dan gelombang pantul pada ujung bebas adalah : y = y1 + y2.

Dengan :

 

y1 = A sin (kx ωt) dan y2 = -A sin (kx + ωt)

 

 


Maka :

 

Keterangan :


y = 2A cos kx sin ωt

 

 

y = Simpangan gelombang stasioner (m)


x = Jarak suatu titik dari titik pantul (m) k = Bilangan gelombang (m-1)

ω = Kecepatan sudut gelombang (rad/s)

Gelombang Stasioner Ujung Tetap

 

Gelombang Stasioner Ujung Tetap yaitu merupakan superposisi gelombang padaseutas tali dimana salah satu ujungnya di ikatkan pada tiang sehingga tidakdapat bergerak bebas. Pada gelombang jenis ini, gelombang pantul mengalamipembalikan fase sebesar ½ .

 

 


 

Gelombang Stasioner Ujung Tetap

 

Jadi, jika sebuah gelombang tegak yang terjadi di dalam sebuah tali, maka akan terdapat titik simpul di ujung tetap, dan titik perut di ujung terikat. Hasil superposisi gelombang datang dan gelombang pantul pada ujung bebas adalah : y = y1 + y2.

 

Dengan :

 

y1 = A sin (ωt kx) dan y2 = -A sin (ωt + kx)

 

Maka :

 

y = 2A sin kx cos ωt

 

Keterangan :

 

y = Simpangan gelombang stasioner (m) x = Jarak suatu titik dari titik pantul (m) k = Bilangan gelombang (m-1)

ω = Kecepatan sudut gelombang (rad/s)

 

PROSEDUR PERCOBAAN

 

Merangkai alat dan bahan dimodul

 

Menghidupkan catu gaya, geser pewaktu ketik kearah control meja perlahan-lahan sampai timbul gelombal stasioner pada tali.

Mengukur panjang gelombang pada tali tersebut.

Mematikan catu daya, mengganti atau menambahkan beban hingga menjadi 100 gram. Hitung tenganangan tali (T) dengan beban 100 gr tersebut.

Menghidupkan catu gaya, geser-geser perwaktu sehingga timbul kembali gelombang stasioner pada tali itu.

Mematikan catu daya, ganti atau tambahakan beban (T) sehingga menjadi 125 gram, htung tegangan tali dengan beban 125 gram.

Menghidupkan catu daya, geser-geser perwaktu ketik hinga timbul kembali gelombang stasioner pada tali itu

Membandingkan panjang gelombang stasioner, bandingkan hubungan panjang gelombang dengan panjang tali.

 

HASIL PENGAMATAN

 

Pada saat rangkaian diujicobakan / dinyalakan maka akan terjadi gelombang pada tali yaitu tali bergetar naik turun.

 

PERTANYAAN-PERTANYAAN

 

Jika sebuah batu dilemparkan ke kolam, Anda akan melihat gelombang berjalan di permukaan air. Apakah yang berjalan di permukaan seperti yang Anda lihat? Jelaskan!

Cahaya juga merupakan gelombang; dari jenis gelombang elektromagnet. Berdasarkan sifat gelombang itu, apa yang dirambatkan oleh cahaya ?

Perhatikan gambar berikut!

Seutas tali salah satu ujungnya diikatkan pada sebuah garputala. Ujung yang lain dari tali diikatkan pada bang, kemudian garputala digetarkan terus menerus. Gambar bentuk gelombang yang terjadi pada tali tersebut.

Mengapa jika tegangan tali diubah, pewaktu ketik harus digeser utuk menimbulkan gelombang ?

Pada setiap penambahan beban. Anda memperoleh panjang gelombang yang berbeda panjangnya. Berubah jugakah frekuensi gelombang itu? Jelaskan jawaban Anda itu!

Jawaban Pertanyaan

 

Batu yang dilemparkan ke kolam menyebabkan terjadinya gelombang dipermukaan air. Gelombang ini merupakan gelombang transversal, karena arah getarannya tegak lurus terhadap arah rambatannya.

Cahaya merupakan gelombang elektromagnetik, maka cahaya merambatkan partikel-partikel yang bermuatan positif dan negatif dengan frekuensi gelombang pendek dan gelombangnya bergerak lurus kesemua arah.

Bentuk gelombang yang buat oleh tali sebagai berikut

hal itu dilakukan untuk menjaga elastisitas tali yang bisa menimbulkan gelombang dengan daya tertentu.

Jika panjang gelombang berbeda, maka frekuansinya tetap atau sama.

 

H. PEMBAHASAN

Catudaya dipasang pada tegangan 6 volt. Massa beban gantung yang digunakan 75 gram.Tegangan tali sama dengan massa beban dibagi panjang tali yaitu:

 

1.5 m

Pada saat catudaya dihidupkan pewaktu detik digeser ke arah katrol meja secara perlahan sampai timbul gelombang stasioner pada tali, ternyata muncul gelombang stasioner terlihat berjalan, karena ada energi dari catudaya dan terjadi perpaduan gelombang pada gelombang stasioner.

Panjang gelombang dapat diukur pada tali tersebut yaitu: λ1 : 2lDengan n : 1,2,3 n

λ2 : 2l : 2.1,5m  :  3  : 3

n1             1             1


4. Catudaya        diamati beban ditambah menjadi 100 gram.Maka tegangan talinya adalah: T : m  : 100 gr :  68

l     1.5 m

 

Catudaya dihidupkan,pewaktu ketik digeser hingga timbul kembali gelombang tali.Maka panjang gelombang 2) dapat dihitung:

λ2= m =2.1,5 =3 =1l 2                2

Beban ditambah menjadi 125 gr.Tegangan tali pada massa tersebut adalah: T = m = 125gr = 83

l1.5 m

Catudaya dihidupkan hingga timbul gelombang pada tali maka panjang gelombangmya 3(λ3) adalah:

 

 

λ3= m =2.1,5 =3 =1

3

Perbandingan panjang gelombang λ1,λ2 dan λ3 = 3 : 1,5 : 1

 

KESIMPULAN

Gelombang stasioner yang ditimbulkan gelombang tali jika pewaktu ketik bergetar.

 

DAFTAR PUSTAKA

Rumanta, M. (2019). Praktikum IPA di SD. Jakarta: PT. Prata Sejati Mandiri.

https://www.slideshare.net/diardw7/dasar-teori-40203719?from_action=save. Gelombang Stasioner. Diakses Senin, 2 November 2020

https://rumus.co.id/gelombang-stasioner/. Gelombang Stasioner. Diakses Senin, 2 November 2020

 

 

KESULITAN YANG DIALAMI

Kami belum bisa melakukan praktek bersama kelompok jadi kami melakukan penelusuran melalui intrenet jadi data data yang kami kumpulkan untuk praktek ini kami dapatkan dari internet


GELOMBANG STASIONER

 

JUDUL PERCOBAAN

Gelombang Stasioner

 

TUJUAN PERCOBAAN

Mengamati gelombang stasioner. Menjelaskan pengertian gelombang stasioner.

Menjelaskan hal-hal yang menimbulkan gelombang stasioner. Menjelaskan pengaruh tegangan terhadap pajang gelombang.

 

ALAT DAN BAHAN

Catu daya

Pewaktu ketik atau bel listrik Benang kasur, panjang 1,5 m

Beban gantung 75 gram, 100 gram, 125 gram

 

 

LANDASAN TEORI

Gelombang merupakan fenomena perambatan energi,yang dapat di kelompokkan berdasarkan arah rambat dan medium perambatannya. Berdasarkan arah rambatnya, gelombang di bedakan menjadi gelombang longitudinal dan gelombang transversal.Sedangkan medium perambatannya gelombang di bedakan menjadi gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik.Selain itu sifat-sifat umum gelombang dapat di bedakan menjadi 5 yaitu dapat di biaskan,dapat di pantulkan,dapat di lenturkan,dapat di padukan dan dapat di kutubkan.sedangkan karakteristik gelombang dapat di badakan yaitu periodik,terjadi karena getaran,merambat dan dapat di nyatakan dalam bentuk persamaan.

Gelombang stasioner biasa juga disebut gelombang tegak, gelombang berdiri atau gelombang diam, adalah gelombang yang terbentuk dari perpaduan atau interferensi dua

 

Buah gelombang yang mempunyai amplitudo dan frekuensi yang sama, tapi arah rambatnya berlawanan. Amplitudo pada gelombang stasioner tidak konstan, besarnya

amplitudo pada setiap titik sepanjang gelombang tidak sama. Pada simpul amplitudo nol, dan pada perut gelombang amplitudo maksimum.

Gelombang Stasioner yaitu sebuah gelombang yang memiliki amplitudo yang berubah ubah antara nol sampai nilai maksimum tertentu. As = 2A cos 2π(x/λ) disebut sebagai amplitudo superposisi gelombang pada pemantulan ujung tali bebas. Ap = 2 A cos kx adalah amplitudo gelombang stasioner.

Gelombang Stasioner memiliki 2 jenisnya, yaitu sebagai berikut :

 

 

Gelombang Stasioner Ujung Bebas

 


Gelombang Stasioner Ujung Bebas merupakan superposisi gelombang padasutas tali dimana salah satu ujungnya di kaitkan dengan sebuah cincin yang juga dapat bergerak bebas. Pada gelombang jenis ini, gelombang pantul tidakmengalami pembalikan fase.

 

Gelombang Stasioner Ujung Bebas

 

Jadi, jika sebuah gelombang tersebut tegak yang terjadi di dalam sebuah tali, maka akan terdapat titik simpul di ujung tetap, dan titik perut di ujung bebas. Hasil superposisi gelombang datang dan gelombang pantul pada ujung bebas adalah : y = y1 + y2.

 

Dengan :

 

y1 = A sin (kx ωt) dan y2 = -A sin (kx + ωt)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Maka :

 

Keterangan :


y = 2A cos kx sin ωt

 

 

y = Simpangan gelombang stasioner (m)

 

x = Jarak suatu titik dari titik pantul (m) k = Bilangan gelombang (m-1)

ω = Kecepatan sudut gelombang (rad/s)

Gelombang Stasioner Ujung Tetap

 

Gelombang Stasioner Ujung Tetap yaitu merupakan superposisi gelombang padaseutas tali dimana salah satu ujungnya di ikatkan pada tiang sehingga tidakdapat bergerak bebas. Pada gelombang jenis ini, gelombang pantul mengalamipembalikan fase sebesar ½ .



 

 

Gelombang Stasioner Ujung Tetap

 

Jadi, jika sebuah gelombang tegak yang terjadi di dalam sebuah tali, maka akan terdapat titik simpul di ujung tetap, dan titik perut di ujung terikat. Hasil superposisi gelombang datang dan gelombang pantul pada ujung bebas adalah : y = y1 + y2.

 

Dengan :

 

y1 = A sin (ωt kx) dan y2 = -A sin (ωt + kx)

 

Maka :

 

y = 2A sin kx cos ωt

 

Keterangan :

 

y = Simpangan gelombang stasioner (m) x = Jarak suatu titik dari titik pantul (m) k = Bilangan gelombang (m-1)

ω = Kecepatan sudut gelombang (rad/s)

 

PROSEDUR PERCOBAAN

 

Merangkai alat dan bahan dimodul

 

Menghidupkan catu gaya, geser pewaktu ketik kearah control meja perlahan-lahan sampai timbul gelombal stasioner pada tali.

Mengukur panjang gelombang pada tali tersebut.

Mematikan catu daya, mengganti atau menambahkan beban hingga menjadi 100 gram. Hitung tenganangan tali (T) dengan beban 100 gr tersebut.

Menghidupkan catu gaya, geser-geser perwaktu sehingga timbul kembali gelombang stasioner pada tali itu.

Mematikan catu daya, ganti atau tambahakan beban (T) sehingga menjadi 125 gram, htung tegangan tali dengan beban 125 gram.

Menghidupkan catu daya, geser-geser perwaktu ketik hinga timbul kembali gelombang stasioner pada tali itu

Membandingkan panjang gelombang stasioner, bandingkan hubungan panjang gelombang dengan panjang tali.

 

HASIL PENGAMATAN

 

Pada saat rangkaian diujicobakan / dinyalakan maka akan terjadi gelombang pada tali yaitu tali bergetar naik turun.

 

 

PERTANYAAN-PERTANYAAN

 

Jika sebuah batu dilemparkan ke kolam, Anda akan melihat gelombang berjalan di permukaan air. Apakah yang berjalan di permukaan seperti yang Anda lihat? Jelaskan!

Cahaya juga merupakan gelombang; dari jenis gelombang elektromagnet. Berdasarkan sifat gelombang itu, apa yang dirambatkan oleh cahaya ?

Perhatikan gambar berikut!

Seutas tali salah satu ujungnya diikatkan pada sebuah garputala. Ujung yang lain dari tali diikatkan pada bang, kemudian garputala digetarkan terus menerus.   Gambar bentuk gelombang yang terjadi pada tali tersebut.

Mengapa jika tegangan tali diubah, pewaktu ketik harus digeser utuk menimbulkan gelombang ?

Pada setiap penambahan beban. Anda memperoleh panjang gelombang yang berbeda   panjangnya. Berubah jugakah frekuensi gelombang itu? Jelaskan jawaban Anda itu!

 

Jawaban Pertanyaan

 

Batu yang dilemparkan ke kolam menyebabkan terjadinya gelombang dipermukaan air. Gelombang ini merupakan gelombang transversal, karena arah getarannya tegak lurus terhadap arah rambatannya.

Cahaya merupakan gelombang elektromagnetik, maka cahaya merambatkan partikel-partikel yang bermuatan positif dan negatif dengan frekuensi gelombang pendek dan gelombangnya bergerak lurus kesemua arah.

Bentuk gelombang yang buat oleh tali sebagai berikut

hal itu dilakukan untuk menjaga elastisitas tali yang bisa menimbulkan gelombang dengan daya tertentu.

Jika panjang gelombang berbeda, maka frekuansinya tetap atau sama

.

H. PEMBAHASAN

Catudaya dipasang pada tegangan 6 volt. Massa beban gantung yang digunakan 75 gram.Tegangan tali sama dengan massa beban dibagi panjang tali yaitu:

1.5 m

Pada saat catudaya dihidupkan pewaktu detik digeser ke arah katrol meja secara perlahan sampai timbul gelombang stasioner pada tali, ternyata muncul gelombang stasioner terlihat berjalan, karena ada energi dari catudaya dan terjadi perpaduan gelombang pada gelombang stasioner.

Panjang gelombang dapat diukur pada tali tersebut yaitu: λ1 : 2lDengan n : 1,2,3 n

λ2 : 2l : 2.1,5m  :  3  : 3

n1             1             1


4. Catudaya        diamati beban ditambah menjadi 100 gram.Maka tegangan talinya adalah: T : m  : 100 gr :  68

l     1.5 m

 

 

Catudaya dihidupkan,pewaktu ketik digeser hingga timbul kembali gelombang tali.Maka panjang gelombang 2) dapat dihitung:

λ2= m =2.1,5 =3 =1l 2                2

Beban ditambah menjadi 125 gr.Tegangan tali pada massa tersebut adalah: T = m = 125gr = 83

l1.5 m

Catudaya dihidupkan hingga timbul gelombang pada tali maka panjang gelombangmya 3(λ3) adalah:

 

λ3= m =2.1,5 =3 =1

3

Perbandingan panjang gelombang λ1,λ2 dan λ3 = 3 : 1,5 : 1

 

KESIMPULAN

Gelombang stasioner yang ditimbulkan gelombang tali jika pewaktu ketik bergetar.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Rumanta, M. (2019). Praktikum IPA di SD. Jakarta: PT. Prata Sejati Mandiri.

 

https://www.slideshare.net/diardw7/dasar-teori-40203719?from_action=save. Gelombang Stasioner. Diakses Senin, 2 November 2020

 

https://rumus.co.id/gelombang-stasioner/. Gelombang Stasioner. Diakses Senin, 2 November 2020

 

KESULITAN YANG DIALAMI

Kami belum bisa melakukan praktek bersama kelompok jadi kami melakukan penelusuran melalui intrenet jadi data data yang kami kumpulkan untuk praktek ini kami dapatkan dari internet


 

 

 

LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM  MODUL 7 OPTIK

KP 1 SIFAT CAHAYA

 (PERCOBAAN PEMANTULAN CAHAYA) (PERCOBAAN PEMBIASAN CAHAYA)

(PERCOBAAN DIFRAKSI, INTERFERENSI, DAN DISPERSI)

 TERBIMBING

 

 


 

 

NAMA : ANDI SOFYAN HARI

      NIM : 858916488

 

 

UPBJJ (JEMBER)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA

TAHUN 2021


PEMANTULAN CAHAYA JUDUL PERCOBAAN

Pemantulan Cahaya

 

 

TUJUAN PERCOBAAN

Setelah melakukan percobaan ini diharapkan mahasiswa dapat:

Menjelaskan sifat-sifat cahaya.

Menjelaskan sifat-sifat bayangan yang dihasilkan oleh cermin. Menjelaskan sifat-sifat bayangan yang dihasilkan oleh lensa. Menentukan fokus cermin cekung.

Menentukan fokus lensa cembung.

 

ALAT DAN BAHAN

Ø  Cermin datar (3x6 cm2) Cermin cembung

Ø  Cermi cekung

Ø  Lampu senter

Ø  Busur derajat

Ø  Kertas putih

Ø  Lilin

Ø  Layar ( Tabir kertas )

Ø  Celah cahaya

 

LANDASAN TEORI

Cahaya merupakan salah satu bentuk gelombang elektromagnetik yang memiliki sifat mendua. Disatu sisi cahaya merupakan gelombang namun disisi lain cahaya memiliki sifat seperti sebuah partikel. Salah satu sifat cahaya sebagai gelombang adalah dapat mengalami pemantulan (refleksi) sedangkan salah satu sifat cahaya sebagai partkel adalah cahaya dapat mengalami peristiwa tumbukan (Herman, 2015 : 39).

Ketika sebuah berkas cahaya mengenai sebuah permukaan bidang batas yang memisahkan dua medium yang berbeda, seperti misalnya sebuah permukaan udara kaca, energi cahaya

Tersebut dipantulkan dan    memasuki medium kedua, perubahan arah dari sinar yang ditransmisikan tersebut disebut pembiasan ( Tipler, 2001 : 446)

 

Salah satu sifat cahaya adalah cahaya dapat dipantulkan melalui cermin cekung dan cermin cembung. Cermin cekung adalah cermin yang memiliki bagian pemantul cahaya berupa cekungan. Cermin cekung biasa digunakan sebagai reflector (benda yang memantulkan cahaya) misalnya pada senter, lampu sepeda, lampu mobil dan alat kerja dokter

Sifat pemantulan pada cermin cekung

Bayangan yang dihasilkan adalah bayangan nyata atau maya Memantulkan berkas cahaya (kovergen)

Sinar sinar istimewa pada cermin cekung

Ada 3 sinar istimewa yang dapat digunakan untuk menentukan letak bayangan sebuah benda yang berada di depan cermin cekung yaitu:

Sinar datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan melalui titik focus Sinar datang melalui titik fokus akan dipantulkan sejajar sumbu utama Sinar datang menuju pusat kelengkungan akan dipantulkan kembali

Sedangkan cermin cembung adalah cermin yang memiliki bagian pemantul cahaya yang berbentuk cembung, biasa digunakan untuk kaca spion kendaraan

Sifatpemantulanpadacermincembung:

Bayangan yang dihasilkan adalah bayangan maya yang diperkecil Menyebarkan berkas cahaya (divergen)

Peristiwa pemantulan pada cermin cembung mempunyai 3 sinar istimewa yaitu:

Sinar datang sejajar sumbu utama, akan dipantulkan seolah-olah dari titik fokusnya Sinar datang seolah-olah menuju titik fokus akan dipantulkan sejajar sumbu utama Sinar datang seolah-olah menuju pusat kelengkungan cermin akan dipantulkan seolah- olah sinar datang dari titik tersebut.

M : perbesaran bayangan h’ : tinggi bayangan benda h : tinggi benda

s’ : jarak bayangan benda ke cermin s : jarak benda ke cermin

 

PROSEDUR PERCOBAAN

1.    Percobaan pemantulan cahaya pada cermin datar.

Menyusun lampu senter dan celah cahaya didepan cermin datar seperti gambar 7.1 di modul halaman 7.5.

Menyalakan lampu senter dan mengamati dengan baik jalannya berkas cahaya pada saat sebelum dan sesudah mengenai cermin datar.

Menggambarkan jalannya berkas sinar pada langkah (2), sehingga tampak sudut datag dan sudut pantul.

Mengukur besar sudut datang (i) dan besar sudut pantul (r) tersebut.

Meletakan sebuah benda (dalam hal ini lilin) didepan cermin datar dan mengamati bayangan selama benda itu digeser-geserkan didepan cermin datar.

Mencatat bagaimana sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin datar tersebut.

Percobaan pemantulan cahaya pada cermin cembung.

Menyusun semua alat seperti gambar 7.2 di modul halaman 7.6.

Menyalakan lilin dan mengamati dengan baik jalannya berkas cahaya pada saat sebelum dan sesudah mengenai cermin cembung.

Menggambar jalannya berkas sinar pada langkah (2), sehingga Nampak sudut datang dan sudut pantul serta bayangan yang terbentuk.

Mencatat bagaimana sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin cembung tersebut.

Percobaan pemantulan cahaya pada cermin cekung

Menyusun alat seperti Gambar 7.3 di modul halaman 7.7.

Menyalakan lilin dan mengamati dengan baik jalannya berkas cahaya pada saat sebelum dan sesudah mengenai cermin cekung.

Menggambarkan jalannya berkas sinar pada langkah (2), sehingga tampak sudut datang dan sudut pantulnya serta bayangan yang terbentuk.

Mencatat bagaimana sifat-sifat bayangan yang dibentuk oieh cermin cekung tersebut.

Mengatur jarak benda atau letak iayar agar pada Iayar terbentuk bayangan yang jelas dan tajam. Selanjutnya ukur jarak benda dan jarak bayangan.

Jika benda di depan cermin cekung terus digeser menjauhi cermin, maka pada jarak tertentu bayangan benda akan menghilang (tidak tampak). Ukur jarak benda dan cermin cekung pada keadaan tersebut (s).

 

HASIL PENGAMATAN

Percobaan pemantulan cahaya pada cermin datar.


a. Gambar jalannya berkas sinar pada cermin datar.

 

Besar sudut datang (i) dan Sudut pandang pantul (r)

 

NO

i (derajat)

r (derajat)

1

120

120

2

130

130

3

180

180

4

270

270

5

330

330

 

Sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin datar Tinggi benda = tinggi bayangan .

Jarak benda ke cermin = jarak bayangan ke cermin. Tegak.

Maya. Sama besar.


 

Percobaan pemantulan cahaya pada cermin cembung.

a. Gambar jalannya berkas sinar pada cermin cembung.

Gambar jalannya berkas sinar pada cermin cembung

 

 

Sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin cembung

Maya.Sama tega

Bayangan lebih kecil dari pada bendanya


Hasil pengamatan

 

No

Jarak benda (cm)

Jarak bayangan (cm)

1

10 cm

35 cm

2

15 cm

40 cm

3

20 cm

50 cm

4

25 cm

55 cm

 

 

Percobaan pemantulan cahaya pada cermin cekung

a.     Gambar jalannya berkas sinar pada cermin cekung.


 


 

Jalannya Sinar pada Cermin Cekung


Proses pembentukan bayangan pada cermin cekung

131


 

Sifat bayangan yang dibentuk.

Maya Sama tegak

Bayangan dua kali atau lebih besar dari pada bendanya

c. Hasil pengamatan.

No

Jarak benda (cm)

Jarak bayangan (cm)

1

10

-30

2

15

-32

3

20

-35

4

25

-45

 

PERTANYAAN-PERTANYAAN

Sifat bayangan yang dibentuk Cermin datar Sifat bayangan yang dibentuk Cermin cekung Sifat bayangan yang dibentuk Cermin cembung

 

Bersifat semu (maya), Tegak dan menghadap ke arah yang berlawanan terhadap cermin (berkebalikan), Ukuran bayangan sama dengan ukuran benda, Tinggi benda sama dengan tinggi bayangan, Jarak benda terhadap cermin sama dengan jarak bayangan terhadap cermin.

Tabel Posisi Benda, Sifat Bayangan dan Letak Bayangan pada Cermin Cekung

 

No

Posisi Benda

Sifat Bayangan

Letak Bayangan

1

Ruang I

Maya, tegak, diperbesar

Di belakang cermin

2

Titik Fokus

Maya, tegak, diperbesar

Di belakang cermin

3

Ruang II

Nyata, terbalik, diperbesar

Di depan cermin

4

Pusat Kelengkungan

Nyata, terbalik, sama besar

Di depan cermin

5

Ruang III

Nyata, terbalik, diperkecil

Di depan cermin

Maya, Tegak, Diperkecil, Terletak di belakang cermin, yaitu di antara titik pusat optik

dan titik fokus (F), Jarak bayangan lebih kecil dari jarak benda (s’ < s), Jarak

bayangan selalu berharga negatif (s’ = ).

 

H. PEMBAHASAN

1. Percobaan pemantulan cahaya pada cermin datar

Pembentukan bayangan oleh cermin datar adalah dibentuk oleh perpotongan perpanjangan dari sinar-sinar pantul. Perhatikan pembentukan bayangan oleh Cermin

Datar berikut                                                                        :

Proses pembentukan bayangan :

Benda di depan cermin datar. Berlaku hukum pemantulan.

Sinar datang pertama (biru muda) melalui ujung benda dan mengenai cermin, akan dipantulkan oleh cermin, sinar pantul diperpanjang putus-putus (biru muda).

Sinar datang kedua (merah) melalui ujung benda dan mengenai cermin, akan dipantulkan oleh cermin, sinar pantul diperpanjang putus-putus (merah).

Perpotongan perpanjangan sinar pantul pertama dan kedua (biru muda dan merah putus-putus) berpotongan, dan itu merupakan bayangan ujung benda.

Sinar ke tiga (kuning) melalui pangkal benda dan mengenai cermin, akan dipantulkan oleh cermin, sinar pantul diperpanjang putus-putus (kuning), merupakan bayangan pangkal benda.

Terbentuklah bayangan benda oleh cermin datar.

 

Jarak bayangan ke cermin (s’) = jarak benda ke cermin (s) Tinggi bayangan (h’) = tinggi benda (h)

Sama besar dan berlawanan arah (perbesarannya = 1 kali

4.  Bayangan bersifat maya (di belakang cermin)

Untuk mendapatkan seluruh bayangan benda pada cermin datar, kita harus menggunakan cermin yang panjangnya minimal ½ dari tinggi bendanya.

L = panjang minimal cermin (m) h = tinggi benda (m)

Agar bayangan dapat terlihat keseluruhan, maka cermin harus diletakkan dari lantai setinggi; H = tinggi cermin dari ujung bawah cermin

h = tinggi orang / benda (m)

x = jarak mata ke ujung kepala

KESIMPULAN

Pembentukan bayangan oleh cermin datar adalah dibentuk oleh perpotongan perpanjangan dari sinar- sinar,

Sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin datar adalah:

Jarak bayangan ke cermin (s’) = jarak benda ke cermin (s) Tinggi bayangan (h’) = tinggi benda (h)

Sama besar dan berlawanan arah (perbesarannya = 1 kali

Bayangan bersifat maya (di belakang cermin)

Untuk mendapatkan seluruh bayangan benda pada cermin datar, kita harus menggunakan cermin yang panjangnya minimal ½ dari tinggi bendanya

 

DAFTAR PUSTAKA

Rumanta, M. (2019). Praktikum IPA di SD. Jakarta: PT. Prata Sejati Mandiri.

Herman dan asisten LFD. 2015. Penuntun Praktikum Fisika Dasar 2. Makassar: Unit Laboratorium Fisika Dasar Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Makassar.

 

Tipler, Paul. 2001. Fisika Sins dan Teknik. Jakarta: Erlangga

 

KESULITAN YANG DIALAMI

Tidak menemui kesulitan apapun

 

 

FOTO PRAKTIKUM


Pemantulan Cahaya pada Cermin Datar

 

 

Pemantulan Cahaya pada Cermin cembung


 

 

 

 

 

 

 

 

PEMBIASAN CAHAYA JUDUL PERCOBAAN

Pembiasan Cahaya

 

 

TUJUAN PERCOBAAN

Menjelaskan sifat cahaya

Menjelaskan sifat bayangan yang dihasilkan oleh cermin Menjelaskan sifat bayangan yang dihasilkan oleh lensa Menentukan fokus cermin cekung

Menentukan fakus lensa cembung

 

ALAT DAN BAHAN

Lampu senter

Celah cahaya

Balok kaca

 Kertas putih

Busur derajat

Lensa cembung

Lensa cekung

Layar (tabir kertas) Lilin

Penggaris panjan (100 m)

 

LANDASAN TEORI

 

Pengertian Pembiasan (refraksi) cahaya adalah pembelokan arah rambat cahaya. Pembiasan cahaya disebabkan medium (zat Perantara) yang dilalui cahaya berbeda kerapatam optiknya yang menyebabkan kecepatan cahaya pada medium itu berbeda pula.

 

Contoh Pembiasan Cahaya : Cahaya dari udara ke kaca, dari air ke kaca, dari udara ke air, dan sebagainya kelihatan bengkok/membelok. Alat yang digunakan untuk menyelidiki pembiasan cahaya adalah cakra optik.

Hukum Snellius pada pembiasan Cahaya menyatakan :

Sinar datang, garis normal, dan sinar bias terletak pada satu bidang datar

Sinar datang dari medium kurang rapat ke medium yang rapat dibiaskan mendekati garis normal

Sinar datang dari medium rapat ke medium yang kurang rapat dibiaskan menjahui garis normal

Sinar datang yang tegak lurus dengan bidang batas tidak dibiaskan, melainkan diteruskan. pembiasan cahaya


 

INDEKS BIAS

 

Indeks bias mutlak adalah perbandingan antara cepat rambat cahaya dalam ruang hampa dan cepat rambat cahaya dalam medium lain. Indeks bias medium yang rapat itu lebih besar dari indeks bias medium yang kurang rapat. Sebaliknya indeks bias medium kurang rapat itu lebih kecil dari indeks bias medium yang rapat. Indeks Bias mutlak dirumuskan :


 

PROSEDUR PERCOBAAN

Menyusun lampu senter, celah cahaya dan balok kaca

Menyalakan lampu senter dan mengamati dengan baik jalannya berkas sinar pada saat sebelum dan sesudah menembus balok kaca

Menggambarkan jalannya berkas sinar tersebut, sehingga tampak sudut datang dan sudut biasnya. Kemudian ukur besar sudut datang dan sudut bias tersebut.

 

Mempergunakan lensa cembung untuk mengamati sebuah huruf pada buku dengan jarak yang reatif dekat antara lensa dan huruf. Kemudian menggeser jarak yang relatif dekat antara lensa dan huruf. Kemudian menggeser lensa perlahan lahan menjauhi huruf tersebut sampai bayangan

huruf menjadi sangat besar dan kabur atau tidak tampak. Ukur jarak huruf ke lensa pada saat tersebut dan catat bagaimana sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh lensa cembung tersebut.

Menyusun lensa cembung, layar, lilin dan pengaris panjang

Mengatur letak lilin dan lensa cembung agar diperoleh bayangan nyala lilin paling tajam pada tabir. Ukur jarak benda (s) dan jarak bayangan (s’), dan catat sifat-sifat baingan yang dibentuk lensa cembung tersebut.

Mempergunakan sebuah lensa cekung untuk mengamati huruf pada buku anda, dengan jarak yang relatif dekat. Kemudian menggeserkan lensa secara perlahan menjauhi huruf tersebut. Mencatat bagaimana sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh lensa cekung tersebut


 

PROSEDUR PERCOBAAN

Menyusun lampu senter, celah cahaya dan balok kaca

Menyalakan lampu senter dan mengamati dengan baik jalannya berkas sinar pada saat sebelum dan sesudah menembus balok kaca

Menggambarkan jalannya berkas sinar tersebut, sehingga tampak sudut datang dan sudut biasnya. Kemudian ukur besar sudut datang dan sudut bias tersebut.

Mempergunakan lensa cembung untuk mengamati sebuah huruf pada buku dengan jarak yang reatif dekat antara lensa dan huruf. Kemudian menggeser jarak yang relatif dekat antara lensa dan huruf. Kemudian menggeser lensa perlahan lahan menjauhi huruf tersebut sampai bayangan huruf menjadi sangat besar dan kabur atau tidak tampak. Ukur jarak huruf ke lensa pada saat tersebut dan catat bagaimana sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh lensa cembung tersebut.

Menyusun lensa cembung, layar, lilin dan pengaris panjang

Mengatur letak lilin dan lensa cembung agar diperoleh bayangan nyala lilin paling tajam pada tabir. Ukur jarak benda (s) dan jarak bayangan (s’), dan catat sifat-sifat baingan yang dibentuk lensa cembung tersebut.

Mempergunakan sebuah lensa cekung untuk mengamati huruf pada buku anda, dengan jarak yang relatif dekat. Kemudian menggeserkan lensa secara perlahan menjauhi huruf tersebut. Mencatat bagaimana sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh lensa cekung tersebut.

.

HASIL PENGAMATAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

a. Gambar jalannya berkas sinar pada balok kaca.

 

 

 


Sudut yang dibentuk

 

No

Sudut datang

Sudut bias

1.

150

230

2.

280

360

3.

350

400

4.

380

430

 

b.     Jarak benda ke jarak bayangan

Percobaan membaca huruf dengan lensa cembung

 

No

Bayangan

Jarak benda (cm)

Jarak bayangan (cm)

1.

Besar

10

-51

2.

Sangat besar

14

-47

3.

Kabur

19

-30

4.

Tidak tampak

29

-25

 

Percobaan membaca huruf dengan lensa cekung

 

No

Bayangan

Jarak benda (cm)

Jarak bayangan (cm)

1.

Kecil

3

51

2.

Sangat kecil

8

46

3.

Kabur

10

41

4.

Tidak tampak

16

35

 

 

PERTANYAAN-PERTANYAAN

Sifat bayangan yang dibentuk lensa cekung Sifat bayangan yang dibentuk lensa cembung

bayangan benda, biasanya lebih besar dari pada aslinya. bayangan benda lebih kecil daripada aslinya.

 

PEMBAHASAN

Berkas cahaya yang mengenai permukaan bidang batas yang memisahkan dua medium yang berbeda (ex : permukaan kaca) energi cahaya akan memantulkan dan memasuki medium kedua

I.       KESIMPULAN

Sudut bias tergantung pada laju cahaya dalam dua medium dan sudut pandang. Pembiasan cahaya adalah peristiwa pembelokan cahaya ketika berkas cahaya melewati bidang batas dua

medium yang berbeda indeks biasnya.Indeks bias mutlak suatu bahan adalah perbandingan kecepatan cahaya diruang hampa dengan kecepatan cahaya di bahan tersebut. Indeks bias relatif merupakan perbandingan indeks bias dua medium berbeda. Indeks bias relatif medium kedua terhadap medium pertama adalah perbandingan indeks bias antara medium kedua dengan indeks bias medium pertama.Pembiasan cahaya menyebabkan kedalaman semu dan pemantulan sempurna

 

DAFTAR PUSTAKA

https://blog.ruangguru.com/fisika-kelas-8-pembiasan-cahaya-dan-kaitannya-dengan- peristiwa-terbentuknya-pelangi. Diakses

Kamis, 5 November 2021. Rumanta, Dr. Maman Praktikum IPA di SD. Universitas

Terbuka Banten. 2019

 

 

KESULITAN YANG DIALAMI

Ketidak tersedian alat dan bahan jadi kami mengumpulkan data dari internet


 

 

LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM MODUL7 OPTIK

KP 2 LENSA CEMBUNG DAN CERMIN CEKUNG

 TERBIMBING

 

 

 


 

 

       NAMA : ANDI SOFYAN HARI

 NIM : 858916488

 

 

 

 

 

UPBJJ (JEMBER)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA

TAHUN 2021


LENSA CEMBUNG DAN CERMIN CEKUNG

JUDUL PERCOBAAN

Lensa Cembung dan Cermin Cekung

 

TUJUAN PERCOBAAN

Setelah melakukan kegiatan dalam percobaan ini diharapkan anda dapat Menentukan jarak titik api (f) lensa cembung

Menentukan kekuatan lensa cembung (p) Menentukan jarak titik apai (f) cermin cekung

 

ALAT DAN BAHAN

Meja optik lengkap Lensa cembung Cermin cekung Layar

Sumber cahaya (lilin atau lampu)

 

 

LANDASAN TEORI

Lensa adalah medium transparan yang dibatasi oleh dua permukaan bias paling sedikit satu diantaranya lengkung sehingga terjadi dua kali pembiasan sebelum keluar dari lensa. Garis hubung antara pusat kelengkungan kedua permukaan disebut sumbu utama. Bayangan yang dibuat oleh permukaan pertama merupakan benda untuk permukaan kedua. Permukaan kedua akan membuat bayangan akhir. Terdapat dua jenis lensa, yaitu lensa cembung dan lensa cekung. Pada lensa cembung (lensa positif) sinar dapat mengumpul (konvergen) dan pada lensa cekung (lensa negatif) sinar dapat menyebar atau konvergen (Sarojo, 2011).

Lensa cembung memiliki tiga sinar istimewa yaitu:

Sinar yang datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan melalui titik fokus f. Perhatikan gambar berikut!


 

 

Gambar Berkas Sinar Istimewa I

 

 

Sinar yang datang melalui titik fokus pasif f akan dibiaskan sejajar dengan sumbu utama.


Gambar Berkas Sinar Istimewa II

Sinar yang datang melalui titik pusat optik (O) akan diteruskan (tidak dibiaskan)



Gambar Berkas Sinar Istimewa III (Sunaryono, 2010)

Seperti halnya pada lensa cembung, untuk menggambarkan bayangan pada lensa cekung pun dapat digunakan perjalanan tiga sinar istimewanya.

Tiga sinar istimewa pada lensa cekung adalah sebagai berikut:

Sinar datang sejajar dengan sumbu utama akan dibiaskan seolah-olah dari titik fokus f, perhatikan gambar berikut:


Gambar Berkas Sinar Istimewa I

 

 

Sinar datang menuju titik fokus pasif f2 akan akan dibiaskan sejajar dengan sumbu utama.

 


 

 

 

Gambar Berkas Sinar Istimewa II Sinar datang melalui pusat lensa O akan diteruskan


Gambar Berkas Sinar Istimewa III

 

 

PROSEDUR PERCOBAAN

PERCOBAAN LENSA CEMBUNG

Susunlah lensa pada dudukannya dan letakkan di antara layar dan sumber cahaya

Nyalakanlah sumber cahaya, kemudian aturlah posisi benda dan layar agar pada layar terbentuk bayangan yang paling tajam

Ukurlah jarak benda (s) dan jarak bayangan (s’)

Ulangi percobaan beberapa kali dengan kedudukan benda yang berbeda]

 

PERCOBAAN CERMIN CEKUNG

Susunlah alat seperti gambar

Nyalakanlah sumber cahaya dan aturlah kedudukan benda dan layar agar pada layar terbentuk bayangan paling tajam

Ukurlah jarak benda (s) dan jarak bayangan (s’)d. Ulangi percobaan beberapa kali dengan kedudukan benda yang berbeda

 

HASIL PENGAMATAN

Lensa Cembung

 

No

Jarak Benda s (cm)

Jarak bayangan s’ (cm)

Keterangan Hasil Bayangan

1

2

85

Terbalik diperbesar

2

4

65

Terbalik diperbesar

 

3

5

50

Terbalik diperbesar

 

4

8

45

Terbalik diperbesar

 

5

10

20

Terbalik diperbesar

 

 

2.     Cermin Cekung

 

No

Jarak Benda s (cm)

Jarak bayangan s’ (cm)

Keterangan Hasil Bayangan

1

1

11

Terbalik diperbesar

2

2

10

Terbalik diperbesar

3

3

9

Terbalik diperbesar

4

4

8

Terbalik diperbesar

5

5

7

Terbalik diperbesar

 

PERTANYAAN-PERTANYAAN

Agar lensa cembung yang memiliki jarak fokus 20 cm dapat membentuk bayangan nyata pada jarak ½ x jarak bendanya, dimanakah benda harus diletakkan terhadap lensa

cembung tersebut ? Jawaban pertanyaan :

1.      Jarak fokus lensa cembung :

diketahui :s=45

                   s’=55    ditanyakan f   =      ...

Jawab               =         

  =   =       

= 24,75 cm = 24 ¾ cm

                     Kekuatan lensa (p)

 

 

 

 

 

 

 

 

3.Jarak fokus cermin cekung =

diketahui :

s

=

60

 

ditanyakan

s’ f

=

=

170

...

Jawab

 

=

 

 

 

 

=

 

=

 

f

=

44,35 cm

H. PEMBAHASAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


=

 

 

Titik fokus dicari dengan rumus  =                          Kekuatan lensa (p)

 

 

I. KESIMPULAN

Titik fokus dicari dengan rumus  =                              Kekuatan lensa (p)

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Rumanta, M. (2019). Praktikum IPA di SD. Jakarta: PT. Prata Sejati Mandiri.

KESULITAN YANG DIALAMI

 

Kesulitan dalam mencari alat dan bahan, beberapa kali datang ke berbagai sekolah untuk meminjam alat dan bahan namun rata-rata SD tidak memiliki alat tersebut


 

 

FOTO PRAKTIKUM

 


 

 

Alat dan bahan


 

 

 

 

 

LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM MODUL 8 KELISTRIKAN DAN KEMAGNETAN KP 1 KELISTRIKAN

(PERCOBAAN MUATAN LISTRIK) (PERCOBAAN ARUS DAN TEGANGAN LISTRIK)

(PERCOBAAN ENERGI LISTRIK)

TERBIMBING

 

 


 

 

 

   NAMA : ANDI SOFYAN HARI

NIM : 858916488

 

 

 

 

 

UPBJJ (JEMBER)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA

TAHUN 2021


1.       PERCOBAAN MUATAN LISTRIK

A.     TUJUAN

1.        Menunjukan adanya muatan listrik pada suatu benda akibat yang timbul dari sifat muatan.

2.        Memperlihatkan adanya gaya elektrostatika dua buah benda bermuatan.

 

 

B.      ALAT DAN BAHAN

1.        Bola pingpong 2 buah..

2.        Benang jahit secukupnya.

3.        Lembaran wool dan nilon.

4.        Tas plastik..

5.        Isolasi.

6.        Sisir plastic.

7.        Potongan kertas yang kecil-kecil.

 

 

C.     LANDASAN TEORI

Muatan listrik adalah muatan dasar yang dimiliki suatu benda, yang membuatnya mengalami gaya pada benda lain yang berdekatan dan juga memiliki muatan listrik. Simbol Q sering digunakan untuk menggambarkan muatan.Sistem Internasional dari satuan Qadalah coulomb.yang merupakan 6.24 x Satuan 10 muatan dasar. Qadalah sifat dasar yang dimiliki oleh materi baik itu berupa proton (muatan positif) maupun elektron (muatan negatif). Muatan listrik total suatu atom atau materi ini bisa positif, jika atomnya kekurangan elektron. Sementara atom yang kelebihan elektron akan bermuatan negatif. Besarnya muatan tergantung dari kelebihan atau kekurangan elektron ini, oleh karena itu muatan materi/atom merupakan kelipatan dari satuan Q dasar. Dalam atom yang netral, jumlah proton akan sama dengan jumlah elektron yang mengelilinginya (membentuk muatan total yang netral atau tak bermuatan. Muatan listrik Atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur. Mereka terdiri dari inti dan elektron, elektron berputar mengelilingi inti.Unsur diidentifikasi dengan jumlah elektron di orbit sekitar inti atom dan dengan jumlah proton dalam inti.Inti terdiri dari proton dan neutron, dan jumlah proton dan neutron seimbang.Neutron tidak memiliki muatan listrik, proton memiliki muatan positif (+) dan elektron memiliki muatan negatif (-). Sebuah muatan positif dari proton sama dengan muatan negatif elektron. Elektron yang

terikat dalam orbit mereka dengan daya tarik proton, tetapi elektron pada pita luar dapat terlepas dari orbit mereka dengan beberapa gaya eksternal. Ini

 

disebut sebagai elektron bebas, yang berpindah dari satu atom ke yang berikutnya, anus elektron akan dihasilkan. Ini adalah dasar dari listrik.Bahan yang memungkinkan banyak elektron bergerak bebas yang disebut konduktor dan bahan yang tidak memungkinkan beberapa elektron bebas bergerak disebut isolator.Segala hal yang terbuat dari atom-atom yang memiliki muatan listrik.Oleh karena itu, mereka memiliki muatan listrik. Karena memiliki keseimbangan jumlah proton dan elektron, kekuatan muatan positif akan memaksa muatan negatif yang seimbang. Hal ini disebut tempat netral dari sebuah atom. (Jumlah proton dan elektron tetap sama.).Listrik statis "merupakan situasi dari segala sesuatu yang terdiri dari muatan listrik. Sebagai contoh, menggosok bahan pada benda yang lain dapat menyebabkan listrik statis. Elektron Bebas dari satu materi bergerak secara paksa sampai mereka dibebaskan dari orbitnya mengelilingi inti dan pindah ke yang lain. Satu elektron yang berkurang dari menjadikannya muatan positif. Pad saat yang sama, terjadi kenaikan elektron pada tempat lain, yang kemudian disebut, memiliki muatan negatif.Secara umum, muatan penghasil dari masalah ini berarti bahan itu memiliki muatan listrik.Ini memiliki muatan positif dan negatif, yang dinyatakan dalam coulomb.

 

D.     CARA KERJA

1.        Gantunglah sebuah bola pingpong pada bagian pinggir meja dengan menggunakan benang dan isolasi. Gosoklah tas plastik pada baju anda beberapa kali, kemudian dekatkan pada bola pingpong. Amatilah apa yang terjadi!

2.        Gosoklah sisir pada rambut anda beberapa kali. kemudian dekatkan pada potongan-potongan kertas yang terletak diatas meja. Amatilah apa yang terjad!

3.        Apa yang terjadi apapbila percobaan (2) dibiarkan dalam waktu yang cukup lama. Berikan penjelasan!

4.        Ikatlah kedua bola pingpong dengan benang. kemudian gantungkan ke bagian pinggir meja (tempelkan dengan isolasi). Dekatkan kedua bola (jangan sampai bersentuhan). Amati apa yang terjadi!

5.        Gosoklah bola kiri dan kanan dengan kain wool, dekatkan keduanya. Amati apa yang terjadi.

6.        Lengkapi tabel hasil pengamatan anda. Apakah hasilnya "tolak-menolak" atau "tarik menarik.

 

E.      HASIL PERCOBAAN

 

1)              Terjadi gaya tarik menarik antara tas plastik dengan bola pingpong.

 

2)       Ada muatan listrik

3)       Potongan kertas sudah tidak tertarik oleh sisir, karena gaya listrik pada sisir sudah habis.

4)       Tidak terjadi reaksi sama sekali diantara kedua bola pingpong.

5)       Saling menolak karena karena kedua bola pingpong bermuatan listrik sejenis akibat gosokan dengan kain wool.

Bola pimpong

kiri yang digosok dengan

Bola pimpong kanan yang di gosok dengan

Wool

Plastik

Nilon

Wool

Tolak menolak

Tarik menarik

Tarik menarik

Plastik

Tarik menarik

Tolak menolak

Tarik menarik

Nilon

Tarik menarik

Tarik menarik

Tolak menolak

 

F.      PERTANYAAN-PERTANYAAN

1.       Mengapa pada langkah (6) antara 2 bola tidak ada interaksi?

Jawab: Kedua bola pingpong tidak ada reaksi karena tidak mengandung muatan listrik.

2.        Apabila bola pingpong pada langkah (6) memiliki muatan yang sejenis atau berlawanan?

Jawab: Kedua bola pingpong bermuatan sejenis, sehingga saling menolak.

3.        Jika terdapat 4 buah benda masing-masing A, B, C, dan D. Bila diketahui benda menarik benda B. B menarik C, sedangkan C menarik D. Bila A bermuatan negatif, tentukanlah jenis muatan benda B, C, dan D!

Jawab: Terdapat 4 benda yaitu: A, B, C, dan D. Jika A menarik B. B menarik C. C menarik D. Diketahui A bermuatan negatif maka: B bermuatan positif C bermuatan negatif D bermuatan positif.

4.        Apa yang dapat anda simpulkan dari interaksi muatan yang sejenis maupun muatan yang berlawanan?

Jawab: Interaksi muatan sejenis adalah tolak menolak dan muatan berlawanan adalah tarik menarik.

 

G.     PEMBAHASAN

 

akan kemudian didekatkan pada potongan kertas akan tarik menarik, (3)dan apabila sisir dibiarkan dalam waktu yang cukup lama, maka sisir tidak dapat menarik potongan- potomgan kertas, karena gaya listrik telah habis, (4)kedua bola pingpong yang digantung berdekatan tidak ada reaksi, karena tidak mempunyai gaya listrik (5)kedua bola pingpong kiri dan kanan gosokkan dengan kain wool kemudian didekatkan maka kedua hola pingpong tersebut akan tolak menolak karena mempunyai muatan listrik yang sama.

Berdasarkan tabel hasil pengamatan diatas.pada kedua bola pingpong (kanan dan kiri) yang digosokkan dengan bahan yang sejenis (wool dengan wool, plastik dengan plastik, nilon dengan nilon) maka akan tolak-menolak, hal ini karena mempunyai muatan listrik yang sama. Apabila kedua bola pingpong (kanan dan kiri) yang digosokkan dengan bahan yang berbeda jenis maka akan tarik menarik, karena mempunyai muatan listrik yang berbeda.

 

A.     KESIMPULAN

Berdasarkan pengamatan diatas dapat disimpulkan bahwa, setiap benda yang memiliki muatan listrik sejenis apabila didekatkan akan tolak-menolak, sedangkan benda. yang memiliki muatan berlawanan apabila didekatkan akan tarik-menarik.

 

B.     DAFTAR PUSTAKA

Rumanta, M. (2020). Praktikum IPA di SD. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka. http://ilmualam.net/muatan-dan-arus-listrik.html

 

C.     KESULITAN YANG DIALAMI :SARAN DAN MASUKAN

Kesulitan mendapatkan alat dan bahan.

 

D.     FOTO/VIDOE PRAKTIKUM

 

Tahap Awal                 

 

 

 

 

Menyiapkan alat dan bahan praktikum yaitu

dengan memotong kertas kecil-kecil. Dan menyiapkan bola pimpong.

Proses Kegiatan

 

 

 

 

Dokumentasi        ketika                            melakukan                            percobaan muatan listrik pada sisir dan bola pimpong.

Tahap Akhir

 

 

 

Dokumentasi hasil akhir praktikum yaitu terjadi tarik menarik antara bola pimpong.

1.       PERCOBAAN ARUS DAN TEGANGAN LISTRIK

H.    TUJUAN PERCOBAAN

1.        Menjelaskan aliran arus dalam suatu rangkaian listrik.

2.        Menjelaskan pengaruh tegangan terhadap suatu rangkaian.

 

 

I.        ALAT DAN BAHAN

1.       Baterai 1,5 volt 3 buah.

2.       Kabel penjepit secukupnya (merah dan hitam).

3.       Bolalampu 2,5 volt 3,6 volt/0,007 A 3 buah.

4.       AVO meter 1 buah.

5.       Dudukan baterai 3 buah.

 

 

J.      LANDASAN TEORI

Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang disebabkan dari pergerakan elektron-elektron, mengalir melalui suatu titik dalam sirkuit listrik tiap satuan waktu. Tegangan listrik (kadang disebut sebagai Voltase) adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dan dinyatakan dalam satuan volt. Besaran ini mengukur energi potensial dari sebuah medan listrik yang mengakibatkan adanya aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik.

 


K.     PROSEDUR PERCOBAAN

Percobaan 1: Arus Listrik

1.          Menyusun 3 buah baterai secara seri! Buatlah gambar rangkaiannya.

2.          Menghubungkan kabel merah pada kutub (+) dan kabel hitam pada kutub (-).

3.          Salah satu ujung kabel merah dan hitam yang telah terpasang bola lampu (dipilih salah satu dari bola lampu 2,5 volt - 5,6 volt). Jika lampu menyala menandakan adanya aliran arus dari kutub (+) menuju kutub (-). Tetapi jika belum menyala periksalah sebabnya.

4.            Besarnya arus listrik yang mengalir dalam rangkaian dapat menggunakan amperemeter yang dipasang secara seri, catat besarnya. Tetapi jika tidak tersedia AVO meter, nyala lampu sudah cukup membuktikan adanya arus yang mengalir.

5.          Menyusun rangkaian seperti gambar berikut.

 

 

Percobaan 2: Tegangan Listrik

1)         a. Membuat rangkaian seperti gambar dibawah ini.


b.    Kemudian membuat rangkaian seperti gambar berikut.


c.   Melanjutkan dengan membuat rangkaian seperti gambar berikut.


 

Setelah saklar S ditutup, apakah nyala lampu (tidak menyala,menyala redup

,nyala lebih terang,nyala sangat terang). Mengapa demikian?

d.    Melakukan hal yang sama pada langkah a,b,c dengan menggunakan 3 buah baterai yang dirangkai secara seri. Amatilah dan berikan penjelasan!

2)    Mengapa percobaan langkah b,c, dan d nyala lampu berbeda?

L.      HASIL PENGAMATAN

Tabel pengamatan terhadap jenis bahan

 

 

No.

 

Bahan

Lampu

Konduktor

Menyala

Tidak

Ya

Tidak

1.

Kawat besi

 

 

2.

Kawat tembaga

 

 

3.

Sendok perak

 

 

4.

Kayu

 

 

5.

Karet penghapus

 

 

6.

Grafit (mata pensil)

 

 

7.

Kertas

 

 

8.

Tas plastik

 

 

9.

Air keran

 

 

10.

Air garam

 

 

 

M.    PERTANYAAN-PERTANYAAN

i.       Dari hasil penagamatan anda, jelaskan pengertian arus listrik dan tegangan listrik?

Jawab: Arus listrik adalah muatan yang mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah. Tegangan listrik selalu berbanding lurus antara arus listrik dengan hambatan listrik.

ii.        Mengapa pada percobaan 1, baterai disusun secara seri?

Jawab : Pada percobaan I, baterai disusun seri agar nyala lampu bersinar terang.

iii.         Jelaskan hubungan antara arus listrik dengan tegangan listrik?

 

 

 

 

 

 

 

Jawab :

Keterangan:

 

I = arus listrik (ampere)

 

V = tegangan listrik (volt) R = hambatan listrik (ohm)

iv.        Tentukanlah mana yang lebih tahan lama dengan menggunakan 3 buah baterai ya ng disusun secara seri atau parallel? Mengapa demikian?

Jawab : Paralel baterainya lebih tahan lama karena muatan listrik yang mengalir lebih sedikit sehingga menyebabkan nyala lampu redup.

v.        Dari hasil percobaan 1 dan 2, buatlah kesimpulan anda tentang:

a)   Arus listrik.

b)    :

 

a.       Tegangan Listrik

Jawaban :

a)       Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang disebabkan dari pergerakan elektron-elektron, mengalir melalui suatu titik dalam sirkuit listrik tiap satuan waktu, arus listrik dapat diukur dalam satuan Coulomb/detik atau Ampere.

b)       Tegangan listrik atau beda potensial adalah tegangan yang bekerja pada elemen atau komponen dari satu terminal/kutub ke terminal/kutub lainnya yang dapat menggerakkan muatan listrik.

 

N.     PEMBAHASAN

1.      Kawat besi

Setelah kabel merah pada kutub (+) dan kabel hitam ( - ) dirangkai dengan lampu dan dihubungkan ke baterai menggunakan lempengan besi sebagai saklar dan lampu tetap menyala.

Lempeng tembaga

Setelah kabel merah pada kutub (+) dan kabel hitam ( - ) dirangkai dengan lampu dan dihubungkan ke baterai menggunakan lempengan tembaga sebagai saklar dan lampu tetap menyala.

Lempeng seng

Setelah kabel merah pada kutub (+) dan kabel hitam ( - ) dirangkai dengan lampu dan dihubungkan ke baterai menggunakan lempeng seng sebagai saklar dan lampu tetap menyala.

Kayu

 

Setelah kabel merah pada kutub (+) dan kabel hitam ( - ) dirangkai dengan lampu dan dihubungkan ke baterai menggunakan kayu sebagai saklar dan lampu tidak menyala.

Karet penghapus

Setelah kabel merah pada kutub (+) dan kabel hitam ( - ) dirangkai dengan lampu dan dihubungkan ke baterai menggunakan karet penghapus sebagai saklar dan lampu tidak menyala.

Mata pensil (Grafit)

Setelah kabel merah pada kutub (+) dan kabel hitam ( - ) dirangkai dengan lampu dan dihubungkan ke baterai menggunakan mata pensil (Grafit) sebagai saklar dan lampu tidak menyala.

Kertas

Setelah kabel merah pada kutub (+) dan kabel hitam ( - ) dirangkai dengan lampu dan dihubungkan ke baterai menggunakan kertas sebagai saklar dan lampu tidak menyala.

Tas plastik

Setelah kabel merah pada kutub (+) dan kabel hitam ( - ) dirangkai dengan lampu dan dihubungkan ke baterai menggunakan plastik sebagai saklar dan lampu tidak menyala.

Air kran

Setelah kabel merah pada kutub (+) dan kabel hitam ( - ) dirangkai dengan lampu dan dihubungkan ke baterai menggunakan kemudian dihubungkan ke air kran dan lampu tetap menyala.

Air garam

Setelah kabel merah pada kutub (+) dan kabel hitam ( - ) dirangkai dengan lampu dan dihubungkan ke baterai menggunakan kemudian dihubungkan ke air garam dan lampu tetap menyala.

 

O.     KESIMPULAN

A.     Besarnya arus listrik selalu berbanding lurus dengan besarnya tegangan listrik dan berbanding terbalik dengan besarnya hambatan.

B.     Tegangan listrik berbanding lurus antara arus listrik dengan hambatan listrik

 

.

 

 

P.     DAFTAR PUSTAKA

Amiruddin, Arham. 2008. Pengetahuan dasar Listrik. Jakarta : Erlangga. Bishop, Owen. 2004. Dasar - Dasar Elektronika. Jakarta : Erlanggga..

Horowitz, Paul dan Winfield Hill.1987. Seni dan Desain Elektronika. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Pitowarno, Endra. 2006. Robotika : Desain, Kontrol, dan Kecerdasan Buatan, Yogyakarta: ANDI OFFSET. .

 

     KESULITAN YANG DIALAMI: SARAN DAN MASUKAN (skor 2)

Tidak ada kendala selama melakukan praktek

 

 

Q.         FOTO/VIDEO PRAKTIKUM

 

 

 

Setelah saklar s ditutup, ternyata lampu tidak menyala. Karena rangkaian disamping adalah rangkaian terbuka sehingga tidak ada tegangan listrik. Sedangkan syarat agar arus mengalir

adalah rangkaian harus tertutup

 

 

 

 

 

 

Proses Kegiatan

 

Setelah saklar s ditutup, ternyata lampu menyala redup, karena rangkaiannya tertutup. Namun karena hanya menggunakan satu baterai arus yang terjadi tidak terlalu besar.

 

 

 

 

 

 

Tahap Akhir

 

 

 

Setelah saklar s ditutup, ternyata lampu menyala sangat terang, karena menggunakan lebih banyak baterai, sehingga arus mengalis lebih besar.

 

 

 

 

LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM

MODUL 1 MAKHLUK HIDUP

KP 2 SIMBIOSIS

MANDIRI

 

 

 

 


 

 

 

 

 

NAMA : ANDI SOFYAN HARI

   I NIM : 858916488

 

 

UPBJJ (JEMBER)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA

TAHUN 2021


 

JUDUL PERCOBAAN

 

Simbiosis Parasitisme Simbiosis Komensalisme Simbiosis Mutualisme

 

TUJUAN PERCOBAAN

Mengidentifikasi simbiosis parasitisme di lingkungan sekitar. Mengidentifikasi simbiosis komensalisme di lingkungan sekitar. Mengidentifikasi simbiosis mutualisme di lingkungan sekitar.

ALAT DAN BAHAN

Ø Alat alat tulis

Ø Tabel pengamatan

Ø Alam sekitar

 

D. LANDASAN TEORI

Simbiosis berasal dari bahasa Yunani sym yang berarti dengan dan biosis yang berarti kehidupan. Simbiosis merupakan interaksi antara dua organisme yang hidup berdampingan. Simbiosis merupakan pola interaksi yang sangat erat dan khusus antara dua makhluk hidup yang berlainan jenis. Makhluk hidup yang melakukan simbiosis disebut simbion.

The word symbiosis literally means "together life". It refers to organisms that live in close approximation; often one cannot live without the other. In extreme cases, one organism actually lives inside the other organism (Marietta College, 2008). Istilah symbiosis berarti

hidup bersama’, istilah ini mengacu pada organisme yang hidup sangat dekat, bahkan kadang suatu individu tidak dapat hidup tanpa individu yang lain. Bahkan pada beberapa kasus, satu organisme hidup di dalam organisme lainnya.

Simbiosis merupakan suatu pola hubungan antara dua makhluk hidup yang berbeda jenis. When individuals oftwo or more species live in direct and in·timate contact with one another, their relationship is called symbiosis (Campbell and Reece, 2007: 1202). Ketika individu dari dua atau lebih spesies hidup secara langsung dan berhubungan dengan satu dan lainnya, maka hubungan ini disebut sebagai simbiosis.


Dengan demikian dapat dikatakan bahwa simbiosis merupakan bentuk hubungan interaksi antara dua organisme dari dua spesies yang berbeda yang mana interaksi tersbut dapat saling menguntungkan, menguntungkan yang satu dan merugikan yang lain, atau dapat juga menguntungkan organisme satu dan tidak memberikan pengaruh apapun terhadap organisme yang lain.

Simbiosis terjadi karena suatu organisme tidak dapat hidup sendiri, saling membutuhkan satu sama lain, sehingga kemudian mereka saling berinteraksi, walaupun interaksi tersebut dapat merugikan salah satu organisme. Beberapa bentuk simbiosis sangat rumit sehingga sangat sulit untuk menjelaskan mana organisme yang memulai atau yang mengakhirinya. Kebanyakan organisme yang terlibat dalam interaksi simbiosis hanya mengerti bahwa interaksi yang terjadi diantara mereka merupakan mekanisme bertahan hidup, cara organisme tersebut untuk mempertahankan kelangsungan hidup mereka, perilaku yang merupakan insting dalam menghadapi seleksi alam.

       Bentuk hubungan interaksi ini dapat berupa cara suatu organisme untuk bertahan sehingga menyebabkan satu organisme yang tidak dapat hidup tanpa organisme lain (obligate) atau berupa hubungan dimana keberadaan suatu organisme tidak begitu penting bagi organisme lain (facultative). Simbiosis sangatlah luas dan penting dalam kehidupan bagi banyak organisme dan memiliki peran ekologis yang penting dalam ekosistem alam.

Segala interaksi baik yang merugikan, menguntungkan dengan yang lain tidak berpengaruh apapun, ataupun salah satu untung dan lainnya rugi, merupakan simbiosis. Berdasarkan kualitas hubungan tersebut, simbiosis dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis parasitisme, dan simbiosis komensalisme.

Menurut Dwidjoseputro (1994), simbiosis mutualisme adalah bila dua spesies makhluk hidup, hidup bersama masing masing mendapat keuntungan dan kedua populasi dapat berkembang dengan baik. Menurut Susanto P, Sarjan dan Handayani (2004 : 42) ,simbiosis parasitisme adalah hubungan antara dua jenis mahkluk hidup dimana yang satu beruntung dan yang lain dirugikan.

Menurut Susanto P, Sarjan dan Handayani (2004 : 41 ) simbiosis komensalisme adalah hubungan antara dua mahkluk hidup dimana salah satu mendapat untung, sedangkan yang lain tidak dirugikan dan tidak pula diuntungkan

 

PROSEDUR PERCOBAAN

Praktikan menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan. Praktikan berkeliling di lingkungan sekitar tempat tinggal.

Setelah itu, praktikan mengamati mahluk hidup di sekitar dan mengidentifikasi beberapa simbiosis mutualisme, simbiosis parasitisme, simbiosis komensalisme yang terjadi antara hewan dengan tumbuhan, antara hewan dengan hewan; atau antara tumbuhan dengan tumbuhan.

Praktikan menemukan setidaknya 5 hubungan yang terjadi.

Praktikan mengambil gambar atau foto makhluk hidup yang termasuk dalam salah satu simbiosis.

Praktikan menuliskan hasil identifikasi hubungan antar mahluk hidup di lingkungan sekitar. Praktikan menganalisis makhluk hidup mana yang dirugikan dan mana yang diuntungkan. Praktikan menuliskan jenis keuntungan dan kerugian apa yang terjadi pada hubungan simbiosis tersebut.

 

F.      HASIL PENGAMATAN

Tabel 1.1 Hasil Pengamatan Simbiosis Parasitisme

No.    Jenis hubungan           Pihak yang dirugikan                   Pihak yang diuntungkan parasitisme


Jenis


Jenis kerugian


Jenis


Jenis


 

 

1                 Kutu dengan Kucing

 

 

 

2                 Pohon mangga dengan benalu


 

Kucing

 

 

 

Pohon mangga


 

Darah yang Kutu

 

 

Produksi makanan berkurang bahkan


mahlu     keuntung hidup

kucing Kutu diisap

 

 

 

Benalu

 

tidak


 

Kutu memperoleh makanan dari kucing yaitu darahnya.

Menyerap makanan dari inangnya


            bisa berbuah.                          


3                 Kupu-kupu putih


Tanaman


Tanaman pucuk


Kupu-


Memakan


(kleper) dan


pucuk


merah      dimakan kupu


dedaunan yang


 


Tanaman pucuk


merah


daunnya


putih


ada di tanaman


merah


sehingga      pucuk (kleper) merah                  cepat

mati.


pucuk merah.


4    Teh-tehan dan tali putri

 

 

 

 

 

5         Jamur dan kucing


Teh-tehan

 

 

 

 

 

 

Kucing


Teh-tehan diambil nutrisinya sehinggateh-

Tehan akan kekurangan nutrisihingga

mati.

Gatal–gatal pada kulit


Tali putri

 

 

 

 

 

 

Jamur


Memperoleh nutrisi dari Teh- tehan.

 

 

 

 

Dapat melangsungkan kehidupan dengan mengambil makanan dari


                   kulit kucing.

 

Tabel 1.2 Hasil Pengamatan Simbiosis Komensalisme

Jenis keuntungan

Jenis mahluk hidup yang tidak diuntungkan atau

Mendapat            dirugikan

tempat tinggi untuk

memperoleh

Pohon sawo

Anggrek

Anggrek dengan Pohon Sawo

1

Jenis mahluk hidup

Pihak yang diuntungkan

Jenis hubungan simbiosis

No.



 

 

 

cahaya matahari

 

2

Sirih dan tumbuhan

inangnya

Sirih

Mendapat

 

 

Tumbuhan Inang

tempat tinggi

 

untuk

memperoleh

 

cahaya matahar

 

3

Tumbuhan paku dan pohon jati

Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku bisa

mendapatkan

 

 

 

 

sinar matahari

untuk

Pohon Jati

 

 

 

melaksanakan

 

 

 

 

fotosintesis.

 

4

Tumbuhan Paku Tanduk

Rusa dan Inangnya

Tumbuhan paku tanduk rusa

Mendapatkan cahaya matahari yang lebih baik.

 

Tumbuhan inangnya

Tabel 1.3 Hasil Pengamatan Simbiosis Mutualisme

 

No.

Jenis hubungan simbiosis

Pihak I yang diuntungkan

Pihak II yang diuntungkan

Jenis mahluk

hidup

Jenis keuntungan

 

Mendapat nektar dari bunga

Jenis mahluk

  hidup

Jenis keuntungan

1

Kupu-kupu dengan Tanaman Kamboja

Kupu-kupu

Tanaman Kamboja

Membantu penyerbukan

2

Semut hitam dan tanaman jati

Semut hitam

Dapat membuang sarang pada

tumbuhan

tanaman jati

Melindungi tumbuhan dari serangan

hama.

3

Lebah dan tanaman bunga jengger

Lebah

 

Mendapat

nektar dari bunga

Mendapat tempat persembunyian dari enceng gondok

Tanaman Bunga

  Jengger

Membantu

penyerbukan

4

Enceng gondok dan ikan

komet

Ikan Komet

Enceng gondok

Mendapatkan

nutrisi

5

Kerbau dan burung jalak

Burung jalak

Mendapat makanan berupa kutu dari badan kerbau

Kerbau

Badannya menjadi bersih dari kutu

PERTANYAAN-PERTANYAAN

a. Simbiosis Parasitisme

Apakah hubungan kutu anjing dengan anjing merupakan hubungan simbiosis parasitisme?Jelaskan !

Diantara hubungan parasitisme yang anda temukan, adakah yang menyebabkan kematian pada inangnya ? Jelaskan !

Jawaban :

 

Hubungan antara kutu anjing dan anjing merupakan hubungan parasitisme, karena kutu anjing diuntungkan dengan cara menghisap darah anjing. Sedangkan anjing dirugikan karena darahnya berkurang dan menderita gatal-gatal (penyakit kulit).

Pada hubungan di atas ada hubungan yang dapat mengakibatkan kematian misalnya hubungan antara nyamuk, sel kanker dan manusia. Nyamuk aides aygepty dapat menyebabkan penyakit demam berdarah. Jika terlambat mendapat pertolongan maka dapat mengakibatkan kematian, nyamuk cikungunya dapat mengakibatkan kelumpuhan pada manusia, begitu juga sel

kanker, jika mencapai stadium akhir dapat menyebabkan kematian

.

Simbiosis Komensalisme

Apakah hubungan komensalisme dalam kadar tertentu dapat menyebabkan kerugian pada inangnya ? Jelaskan dan berikan contohnya!

Jawaban                           : Simbiosis komensalisme jika terjadi berlebihan juga akan dapat merugikan pihak lain. Misalnya anggrek yang ditanam dua, tiga, atau lebih pada satu pohon mangga juga dapat menghambat pertumbuhan pohon mangga atau berkurangnya produktivitas buah mangga karena intensitas cahaya matahari yang diperoleh menjadi berkurang

Simbiosis Mutualisme

Di dalam tubuh kita sebenarnya banyak terjadi simbiosis , coba anda sebutkan beberapa contoh mutualisme yang ada di tubuh kita ! Jelaskan keuntungan bagi organisme tersebut dan apa pula keuntungannya bagi tubuh kita!


Jawaban : Escherichia Coli dan Manusia

Hasil simbiosis mutualisme ini adalah E coli yang terdapat dalam usus besar manusia mendapatkan keuntungan berupa makanan sedangkan manusia mendapatkan keuntungan berupa proses pembusukan makanan sehingga mudah dikeluarkan dari tubuh manusia, selain itu manusia diuntungkan dengan adanya pembentukan vitamin K yang dapat dimanfaatkan oleh tubuh manusia.

Bakteri Bacillus brevis, Bacillus subtilis, dan Bacillus polymyxa menghasilkan zat antibiotik pada tubuh.

PEMBAHASAN

1)      Simbiosis Parasitisme

Tabel 1.1 menunjukkan adanya hubungan parasitisme antara dua makhluk hidup. Hubungan timbal balik antara dua makhluk hidup dimana yang satu pihak dirugikan dan pihak yang lain diuntungkan. Adanya simbiosis parasitisme sangat diperlukan guna menjaga kelangsungan hidup organisme didalam suatu ekosistem.

Hubungan antara kutu pada kucing yaitu kutu memperoleh keuntungan dikarenakan ia mendapat makanan dengan cara menghisap darah dari kulit kucing. Sedangkan kucing dirugikan karena gara-gara dihisap darahnya. Selain itu kehadiran kutu sangat mengganggu karena menyebabkan rasa gatal dan tidak nyaman.

Selanjutnya ,pola interaksi benalu dan inangnya yaitu pohon mangga juga termasuk salah satu contoh simbiosis parasitisme. Benalu sesungguhnya memiliki klorofil dan dapat melakukan proses fotosintesis secara mandiri. Namun ia mengambil alih air dan unsur hara (mineral) yang berasal dari pohon mangga. Hal ini mengingat benalu tak punyai akses akar yang menuju ke tanah. Tumbuhan

inang seperti pohon mangga dirugikan sebab separuh dari hasil penyerapan akar digunakan untuk perkembangan tanaman benalu.

Pada awalnya tanaman tali putri bersimbiosis dengan tumbuhan teh - tehan, tumbuhan tanaman tali putri hanya membelit, melilit, dan kemudian hanyasedikit mengisap sari makanan dari tumbuhan teh – tehan . Kebutuhan nutrisi, air, dan mineral untuk melanjutkan kehidupannya diambil dari tumbuhan inang. Semakin lama tanaman tali putri tidak hanya “sedikit menghisap” nutrisi dari inangnya. Bahkan, tanaman tali putri juga dapat beradu memperebutkan area dan pembagian cahaya matahari dengan inangnya. Hal tersebut sangat menganggu tumbuhan inang yaitu teh tehan dalam fotosintesis.

 

Kupu-kupu putih atau kleper sering kali kita jumpai. Mereka hinggap dan tinggal di berbagai macam tanaman. Saat hinggap dan tinggal di suatu tanaman, kleper tersebut bertelur hingga dewasa tinggal di tanaman tersebut. Sehingga makanan dari kleper itu juga berasal dari daun-daun tanaman yang dihinggapinya, missal tanaman pucuk merah. Saat kleper mencari makan, kleper tersebut memakan daun-daun yang ada di tanaman pucuk merah. Lambat laun daunnya pada berlubang dan layu, sehingga tanaman pucuk merah tersebut mati.

Contoh simbiosis parasitisme yang terakhir dapat kita temukan pada pola interaksi antara jamur dengan kucing. Jamur mendapatkan keuntungan karena ia memperoleh tempat hidup sekaligus makanan dari penyerapan protein di kulit kucing. Kucing dalam hal ini mendapat kerugian karena merasa gatal dan ketidaknyamanan

 

2)      Simbiosis Komensalisme

Contoh simbiosis komensalisme yang kedua adalah interaksi antara tanaman anggrek dengan pohon sawo. Dalam hal ini, tanaman anggrek akan melekat atau merambat pada pohon sawo dengan tujuan untuk mendapatkan air, sinar matahari dan senyawa lainnya. Semuanya dibutuhkan untuk melaksanakan fotosintesis. Cara tanaman anggrek mendapatkan air adalah dengan menyerap air dan juga mineral yang terdapat pada kulit pohon sawo tersebut. Selain itu, juga sanggup menyerap dari batang yang telah lapuk. Kejadian ini sebetulnya untung bagi tanaman anggrek, akan tetapi tidak memberi pengaruh apapun bagi pohon sawo.

 

    Tumbuhan sirih yang merupakan salah satu jenis tanaman yang kerap ditemukan di lingkungan sekitar kita. Tanaman ini merupakan salah satu contoh dari simbiosis komensalisme. Dalam hal ini tumbuhan sirih akan tumbuh dengan cara merambat dan menyesuaikan dengan tanaman yang ditempatinya atau tanaman inangnya. Tujuan tumbuhan sirih selanjutnya tidak lain adalah untuk mendapatkan sinar matahari yang memadai agar bisa dilakukan proses fotosintesis pada tumbuhan. Hal ini pastinya akan memberi tambahan keuntungan bagi tanaman sirih, akan tetapi tidak memberi dampak apa pun bagi tanaman inangnya.

Pada tumbuhan paku yang melekat pada tumbuhan jati ini serupa halnya dengan 2 contoh sebelumnya. Dimana tanaman paku akan melekat pada tanaman jati. Hal ini dilakukan agar tumbuhan paku bisa mendapatkan sinar matahari untuk melaksanakan fotosintesis demi kelangsungan hidupnya. Tanaman jati sendiri yang dijadikan sebagai tempat menempelnya tentu tidak mendapatkan apa apa dari tumbuhan paku.

Tanaman paku tanduk rusa merupakan tanaman yang unik terkecuali diamati dari faktor bentuk daunnya, perihal ini membawa dampak beberapa orang menjadikannya sebagai tanaman hias untuk ditanaman pekarangan tempat tinggal mereka. Jika diamati di dalam lingkungan kurang lebih kita, tentu dulu menyaksikan tanaman paku tanduk rusa yang melekat erat di pohon inangnya. Dalam persoalan ini, paku rusa punyai karakter yang serupa dengan tanaman anggrek, yaitu mereka akan melekat atau ditempelkan pada suatu pohon dengan obyek untuk mendapatkan sinar matahari yang lebih baik dan beberapa bahan lain untuk fotosintesis. Meskipun tanaman ini melekat di suatu pohon, akan tetapi tanaman ini tidak merugikan tanaman yang ditempelinya sebab tidak menyita cadangan makanan dari tanaman yang ditempelinya.

 

3)      Simbiosis Mutualisme

Makna kata “mutual” adalah saling. Sehingga simbiosis mutualisme adalah suatu interaksi antara 2 makhluk hidup yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Jadi ketika terjadi interaksi antara 2 makhluk hidup yang berbeda, maka keduanya akan mendapatkan manfaat. Pada umumnya makhluk hidup yang melakukan simbiosis mutualisme akan mengalami kerugian, apabila tidak melakukan simbiosis. Oleh karena itu kehadiran makhluk hidup lain menjadi begitu penting bagi dirinya.

 

Contoh simbiosis mutualisme yang pertama adalah interaksi antara kupu- kupu dengan tanaman kamboja. Kupu-kupu pada umumnya menyukai memakan sari manis atau nektar pada bunga. Sedangkan bunga kamboja sebagai organ reproduksi pada tumbuhan terbantu karena serangga cantik ini membantu menyebarkan serbuk sari. Ketika kupu-kupu hinggap di bunga kamboja, kakinya akan menyentuh bagian putik dan benang sari pada bunga kamboja. Sehingga mengakibatkan serbuk sari menempel pada putik dan terjadi proses penyerbukan pada bunga kamboja.

 

Semut hitam adalah serangga yang biasa kita jumpai pada tanaman- tanaman buah seperti pohon waru, pohon jati dan lain-lain. Mungkin bagi kita keberadaan semut ini sangat mengganggu karena sering menggigit kita secara tiba- tiba. Namun keberadaan semut ini sangat menguntungkan tumbuhan-tumbuhan tersebut. Hal ini dikarenakan semut hitam akan melindungi tumbuhan dari

serangan hama yang merusak tanaman. Semut hitam memperoleh keuntungan

karena dapat membuat sarang pada tumbuhan. Sehingga ketika terdapat hama yang menyerang tumbuhan tersebut, artinya hama itu menyerang sarang semut hitam.

Serangga kecil ini pun tidak akan tinggal diam sehingga dia akan menyerang balik hama yang menyerang tumbuhan.

Selain kupu-kupu dan semut hitam juga terdapat serangga lain seperti lebah yang bisa membantu proses penyerbukan pada bunga agar lebih maksimal. Lebah biasanya hinggap pada bunga jengger karena ingin memperoleh madu atau nektar sebagai makanannya. Keberadaan lebah ini dapat membuat proses penyerbukan pada bunga bisa berlangsung dengan mudah. Sehingga bunga jengger diuntungkan dengan kehadiran lebah yang hinggap pada dirinya.

Selain hewan hewan diatas, ada simbiosis antara enceng gondok dan ikan komet. Ikan komet merasa terlindungi dari pemangsa dan panasnya sinar matahari dengan bersembunyi di tanaman enceng gondok. Ikan komet juga bisa leluasa berkembang biak karena telur-telurnya bisa disembunyikan di akar enceng gondok. Sedangkan enceng gondok sendiri mendapat untung bisa mendapatkan air dengan kadar nutrisi yang tinggi dari ikan.

Simbiosis yang terakhir adalah hubungan antara kerbau dan burung jalak. Hubungan antara keduanya sangatlah unik, mengingat tubuh kerbau yang besar ini sangat nyaman sekali dihinggapi oleh kawanan burung jalak. Dalam interkasi kali ini, burung jalak akan mencari makanannya yang berupa kutu yang banyak ditemukan pada tubuh kerbau yang besar tersebut. Disisi lain, kerbau yang jarang membersihkan dirinya tersebut merasa beruntung dengan kehadiran burung jalak tersebut. Hal ini dikarenakan burung jalak tersebut dapat mengurangi kutu yang terdapat pada tubuhnya dan tentunya membuat kerbau menjadi lebih nyaman.

I.   KESIMPULAN

Berdasarkan pengamatan, dapat disimpulkan bahwa :

Simbiosis parasitisme adalah hubungan dua spesies makhluk hidup yang berbeda dimana pihak yang satu mendapat untung dan merugikan pihak yang lain. Simbiosis parasitisme berpengaruh buruk pada tumbuhan yang ditumpanginya. Namun parasit tidak akan membunuh tumbuhan inangya ( tumbuhan yang ditumpanginya ) karena kalau inangnya mati, maka parasitnya juga akan mati


karena kekurangan makanan.

Simbiosis komensalisme adalah dua spesies makhluk hidup dimana yang satu diuntungkan, sedangkan yang lainnya tidak diuntungkan atau dirugikan. Simbiosis komensalisme ini juga dapat berpengaruh buruk bagi tumbuhan yang ditumpanginya jika terjadi terus menerus karena dapat menghambat pertumbuhan atau berkurangnya produktivitas tumbuhan inangnya.

Simbiosis mutualisme adalah hubungan dua spesies makhluk hidup yang hidup bersama dan saling menguntungkan satu sama lain.

 

DAFTAR PUSTAKA

Campbell, Reece, et all,. 2008. Biology. San fransisco: Pearson Benjamin Cummings.

Dwidjoseputro. 1994.Ekologi, Manusia dengan Lingkungannya. Jakarta : Erlangga.

Rumanta, M, dkk. 2019. Praktikum IPA di SD. Jakarta. Universitas Terbuka.

Susanto P.,dkk. 2004.Sains untuk SD dan MI kelas 4. Klaten : CV Sahabat

 

Jkimball.http://users.rcn.com/jkimball.ma.ultranet/BiologyPages/S/Symbiosis.ht ml (diakses tanggal 10 Oktober 2020)

 

Marietta College. 2008. Symbiosis. www.marietta.edu (diakses tanggal 10 Oktober 2020)

KESULITAN YANG DIALAMI

 

Sulitnya mendapatkan gambar kleper yang hinggap di tanaman pucuk merah, setiap mau difoto langsung terbang.

Sulitnya mendapatkan gambar kutu pada kucing yang sangat kecil sedangkan kucingnya suka gerak-gerak

Sulitnya mendapatkan tanaman tali putri pada musim kemarau.

Saat ingin mengambil gambar lebah dan kupu-kupu yang hinggap di tanaman.

Pada musim pancaroba seperti saat ini tumbuhan paku yang hidup di pohon jati kebanyakan pada mati. Ketika hendak memfoto burung jalak yang sedang hinggap pada kerbau.


 

FOTO PRAKTIKUM


Simbiosis Parasitisme

Jamur pada Kucing                                     Pohon Mangga dengan benalu

 


 

Tali putri dan tanaman pagar

 

 

 

 

2)     Simbiosis Komensalisme


Anggrek dengan Pohon Sawo                     Tumbuhan paku dan pohon jati


 

 

 

 

 

 

3)   Simbiosis Mutualisme

 


 

Semut hitam dan tanaman jati                            Kerbau dan burung jalak


LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM MODUL 3 MAKANAN

KP 3 PENCERNAAN MAKANAN

 (STRUKTUR SISTEM PENCERNAAN)

MANDIRI

 

 


 

 

NAMA : ANDI SOFYAN HARI

                                                                                                                                                                                                                                                 NIM : 858916488

 

 

 

 

 

 

UPBJJ UT JEMBER

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA

TAHUN 2021


A.     Tujuan percobaan

Dapat mengurutkan bagian dari sistem pencernaan.

 

 

B.      Alat dan bahan

1.        Gambar sistem pencernaan

2.        Alat tulis

 

 

C.     Landasan teori

Setiap makanan yang dikonsumsi akan melalui proses pencernaan makanan di dalam tubuh. Melalui proses ini, energi dan beragam jenis nutrisi penting akan dihasilkan sehingga tubuh dapat berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, kesehatan saluran cerna harus selalu dijaga. Proses pencernaan makanan melibatkan berbagai organ dalam sistempencernaan, seperti lambung, hati, pankreas, empedu, dan usus. Setiap organ tubuh tersebut memiliki fungsi dan perannya masing-masing saat mencerna makanan.

 

D.     Prosedur percobaan

1)       Perhatikan gambar sistem pencernaan yang terdapat pada lembar kerja di akhir modul ini.

2)       Urutkanlah sistem pencernaan tersebut mulai dari mulut.

3)       Tuliskan bagian-bagian tadi pada lembar kerja.

4)       Simpulkan apa yang dapat diambil dari percobaan ini.

 

 

E.      Hasil pengamatan


Bagian Bagian utama saluran pencernaan pada manusia adalah:

a.   Rongga mulut

 

b.    Kerongkongan

c.   Lambung

d.     Usus besar

e.    Usus halus

f.   Anus

 

 

F.      Pertanyaan-Pertanyaan

1.     Sebutkan Bagian dari system pencernaan yang mengeluarkan enzim? Jawaban:

Mulut, lambung, usus halus

2.     Enzim apasaja yang dihasilkan oleh organ tersebut ? Jawaban:

a.        Mulut : lipase lingual, amylase saliva, lisozim, haptocorrin

b.        Lambung : pepsin, Asam Klorida (HCL), factor intrinsic (IF), mucin, gastrin, lipase lambung

c.        Usus halus : secretin, cholecystokinin (CCK), gastrin inhibitory peptide (GIP), motilin, somastin

 

G.     Pembahasan

1)      Bagian Mulut

Mulut adalah bagian terdepan dari sistem pencernaan manusia. Mulut dianggap sebagai pintu bagi makanan dan minuman yang telah konsumsi untuk masuk dan diteruskan kepada sistem pencernaan selanjutnya. Bagian mulut terdapat beberapa bagian penting, diantaranya adalah lidah.

Lidah berfungsi untuk merasakan makanan, serta memposisikan makanan agar mudah dikunyah dan membantu makanan agar mudah ditelan. Kemudian gigi, bagian ini berfungsi untuk mengunyah makanan yang dikonsumsi agar menjadi lebih halus dan lebih mudah dicerna. Yang terakhir adalah ludah yang akan membantu Anda menelan makanan dengan lebih mudah lagi dan juga berfungsi sebagai pelindung rongga mulut.

2)      Bagian Kerongkongan (Esofagus)

Kerongkongan atau Esofagus berasal dari bahasa ilmiah. Kerongkongan merupakan lorong yang akan dimasuki makanan yang selesai di kunyah dan telah diproses di dalam mulut. Kegiatan ini terjadi diantara rongga mulut menuju lambung dan melalui proses pencernaan yang selanjutnya.

Gerakan peristaltic adalah gerakan yang membantu mendorong makanan yang sudah dikunyah agar masuk ke dalam lambung secara perlahan-lahan. Berdasarkan penelitian makanan akan melewati kerongkongan biasanya hanya terjadi dalam waktu 6 detik.

3)   Bagian Lambung

Lambung atau dalam bahasa ilmiah disebut Ventrikulus. Lambung berbentuk seperti kantong yang menggelembung dan letaknya pada bagian kiri dalam rongga di perut. Lambung secara garis besar terdiri dari 3 bagian. Ia memiliki fungsi penting dalam sistem pencernaan salah satunya adalah menghasilkan asam klorida yang akan membasmi semua mikroorganisme yang ada pada makanan yang kita makan.

4)   Bagian Usus Halus

Usus Halus memiliki beberapa bagian, diantaranya adalah usus dua belas jari, usus kosong dan usus penyerapan. Ada banyak proses kimia yang terjadi pada usus halus, karena di dalam usus halus juga memproduksi berbagai macam enzim yang dapat mengubah beberapa zat makanan menjadi kandungan yang dibutuhkan tubuh agar lebih mudah diserap.

5)   Bagian Usus Besar

Usus besar adalah tempat sisa makanan kemudian berada dan nantinya akan dibusukkan menggunakan bakteri Escherichia coli sehingga bisa menjadi kotoran (feses) yang kemudian akan dibuang melalui anus.

6)   Rektum dan Anus

Rektum adalah bagian paling ujung dari usus besar. Rektum inilah yang disebut sebagai jalur yang akan dilalui kotoran menuju ke tempat pembuangan terakhirnya yaitu anus. Pada saat kotoran memasuki rektum maka itu berarti tempat penyimpanan kotoran yang berada di atasnya sudah penuh dan pada saat itulah seseorang akan merasakan sakit perut serta keinginan untuk buang air besar. Sedangkan anus seperti yang kita semua ketahui merupakan lubang dimana kotoran akan dikeluarkan dari dalam tubuh untuk dibuang.

 

H.     Kesimpulan

Sistem pencernaan manusia adalah sebuah sistem penting yang membantu manusia dalam mencerna makanan dan minuman yang dikonsumsinya menjadi zat yang lebih mudah dicerna oleh tubuh dan diambil berbagai kandungan penting di dalamnya yang bermanfaat untuk organ dalam dan bagian tubuh secara keseluruhan.


Hal ini terjadi karena adanya proses perubahan makanan dan penyerapan sari makanan yang berupa nutrisi- nutrisi yang dibutuhkan tubuh dengan bantuan enzim yang memcah molekul makanan kompleks menjadi sederhana sehingga mudah dicerna tubuh.

Sistem Pencernaan Manusia dimulai dari Proses memasukan makanan ke dalam mulut (Injesti), Proses mengubah makanan menjadi kecil dan lembut (dikunyah) oleh gigi (Pencernaan mekanik), Proses mengubah molekul makanan kompleks menjadi sederehana oleh enzim, asam, ‘bile’ dan air (Pencernaan Kimiawi). Penyerapan Nutrisi dan Pembuangan Kotoran (Proses Penyingkiran).

 

I.        Daftar pustaka

Rumanta, M. (2020). Praktikum IPA di SD. Jakarta: Universitas Terbuka

Adrian, K. (2021). Ketahui Proses Pencernaan Makanan dan Penyerapan Nutrisi di Dalam Tubuh. Diakses pada 31 oktober 2021 dari https://www.alodokter.com/seperti- apa-proses-pencernaan-dan-penyerapan-makanan-di-dalam-tubuh

 

J.       Kesulitan yang dialami : saran dan masukan

Tidak ada kesulitan.

K.     FOTO/VIDEO PRAKTIKUM

 

Tahap Awal / Pembukaan

 

 

 

 

 

Menyiapkan gambar pencernaan manusia.

 

 

 

 

Deskripsi foto/video

Proses Kegiatan

 

 

 

 

 

Melakukan penelitian urutan pencernaan mulai dari mulut hingga ke anus.

 

 

Deskripsi foto/video

 

Tahap Akhir

 

Bagian Bagian utama saluran pencernaan

pada manusia adalah:

a.   Rongga mulut

b.    Kerongkongan

c.   Lambung

d.     Usus besar

e.    Usus halus

f.    Anus

 

 

 


LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM MODUL 8 KELISTRIKAN DAN KEMAGNETAN KP 2 KEMAGNETAN

(PERCOBAAN BENTUK MEDAN MAGNET) (PERCOBAAN MENGAMATI GEJALA MAGNET) (PERCOBAAN MENGAMATI SIFAT SIFAT MAGNET) (PERCOBAAN CARA MEMBUAT MAGNET)

( MANDIRI )

 

 


 

 

NAMA : ADI SOFYAN HARI

                                                                                                                     NIM : 858916488

 

 

UPBJJ (JEMBER)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA

TAHUN 2021


1.     PERCOBAAN BENTUK MEDAN MAGNET

A.     TUJUAN PERCOBAAN

Tujuan percobaan ini untuk menunjukkan bentuk medan magnet sebuah magnet batang dengan serbuk-serbuk besi

 

B.      ALAT DAN BAHAN

1.        Satu lembar karton putih

2.        Satu buah magnet batang

3.        Serbuk-serbuk besi secukupnya.

 

 

C.     LANDASAN TEORI

Magnet adalah suatu benda yang dapat menarik benda lain disekitarnya yang memiliki sifat khusus. Setiap magnet memiliki sifat kemagnetan.Sifat kemagnetan adalah kemampuan benda menarik benda-benda lain di sekitarnya.Hal ini dikarenakan pada suatu magnet memiliki kutub utara dan kutub selatan sehingga bisa terjadi gerakan tarik menarik atau tolak menolak dengan benda tertentu.

Medan magnet adalah ruang yang mengelilingi magnet di mana magnet masih memiliki efeknya. Kekuatannya bervariasi bergantung pada jaraknya yaitu medan magnet pada suatu titik berbanding terbalik dengan kuadrat jarak dari magnet. Besar medan magnet tergantung pada kekuatan magnet. Medan magnet dapat ditunjukan dengan menggunakan serbuk besi yang ditaburkan di atas kertas dan dapat pula menggunakan kompas.

 

D.     PROSEDUR PERCOBAAN

1.        Meletakkan sebuah magnet batang di atas meja.

2.        Memegang selembar karton putih di atas magnet tersebut.

3.        Menaburkan serbuk-serbuk besi secara merata di atas karton, kemudian mengetuk karton itu secara perlahan beberapa kali.

4.        Mengamati dan menggambarkan pola yang dibentuk serbuk-serbuk besi.

5.        Membuat kesimpulan tentang medan magnet dari hasil pengamatan.


E.      HASIL PENGAMATAN


(Gambar pola dengan 1 magnet serbuk besi rata & menyebar)


Gambar pola dengan 2 magnet kutub selatan bertemu kutub selatan terlihat ada rongga serbuk besi diantara kutub selatan)

 

F.      PERTANYAAN-PERTANYAAN

1.          Jelaskan apa yang dimaksud dengan medan magnet?

Medan magnet adalah suatu medan yang dibentuk dengan menggerakan muatan listrik (arus listrik) yang menyebabkan munculnya gaya di muatan listrik yang bergerak lainnya.

Medan magnet merupakan medan gaya yang berada di sekitar benda magnetik atau di sekitar benda konduktor berarus. Medan magnet dapat digambarkan dengan garis-garis gaya magnet yang selalu keluar dari kutub utara magnet dan masuk ke kutub selatan magnet. Sementara di dalam magnet, garis-garis gaya magnet memiliki arah dari kutub selatan magnet ke kutub utara magnet. Garis- garis tersebut tidak pernah saling berpotongan. Kerapatan garis-garis gaya magnet menunjukkan kekuatan medan magnet. Jika dua buah magnet dengan kutub yang berbeda didekatkan maka akan memiliki medan magnet yang besar. Sementara itu, jika dua buah magnet yang memiliki kutub sejenis didekatkan maka tidak akan terjadi garis-garis gaya magnet yang membentuk medan magnet.

2.          Apakah sebuah magnet selalu memiliki kutub utara dan kutub selatan? Berikan penjelasan!

Iya, setiap magnet memiliki kutub utara dan kutub selatan.Kutub utara magnet akan selalu menghadap ke arah utara Bumi, dan kutub selatan magnet akan selalu menghadap ke arah selatan bumi. Sehingga kutub utara magnet akan selalu menghadap ke arah utara Bumi karena tertarik oleh kutub magnet selatan Bumi. Sebaliknya kutub selatan Bumi sebenarnya adalah kutub magnet utara Bumi, sehingga kutub selatan benda magnet selalu tertarik ke arah selatan.

3.          Jelaskan 3 macam aturan untuk melukis garis-garis medan magnetik!

a)       Garis garisgayamagnetik tidak pernah berpotongan.

b)       garis garis gaya magnetik selalu keluar dari kutub Utara dan masuk ke kutub selatan.

c)       tempat dengan garis garis gaya rapat menyatakan Medan magnetik kuat, sebaliknya dengan garis garis gaya tentang menyatakan Medan magnetik lemah.

4.          Gambarkanlah garis-garis medan magnet dari pasangan magnet batang berikut.


 

 

 

G.     PEMBAHASAN

Magnet adalah jenis batuan yang memiliki kemampuan bisa menarik benda-benda tertentu. Kalau menurut pengertian dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, magnet diartikan sebagai setiap bahan yang bisa menarik logam besi. Kata magnet sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu magnitis.

H.     KESIMPULAN

Dari percobaan dan pengamatan bentuk medan magnet di atas dapat disimpulkan bahwa kutub magnet yang sama apabila di dekatkan akan saling tolak menolak. Sedangkan kutub magnet yang berbeda di dekatkan akan saling tarik menarik hal ini di karenakan oleh sifat magnet itu sendiri yang saling tarik menarik apabila dua kutub berbeda saling berdekatan.

 

I.        DAFTAR PUSTAKA

Rumanta, Maman. 2020. Praktikum IPA di SD. Penerbit Universitas Terbuka. Tangerang Selatan.

 

J.       KESULITAN YANG DIALAMI: SARAN DAN MASUKAN

Kesulitan mencari alat dan bahan praktikum.

 

 

K.   FOTO/VIDEO PRAKTIKUM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar pola dengan 1 magnet serbuk besi rata & menyebar

 

 

Proses Kegiatan

 

 

 

magnet kutub selatan bertemu kutub selatan terlihat ada rongga serbuk besi diantara kutub selatan

 

 

 

 

 

 

 

Tahap Akhir

 

 

magnet kutub utara bertemu kutub selatan tidak terlihat ada rongga serbuk besi diantara kutub utara dan selatan

 


2.       PERCOBAAN MENGAMATI GEJALA MAGNET

A.     TUJUAN

Untuk menjelaskan pengaruh arus listrik terhadap medan magnet.

 

 

B.      ALAT DAN BAHAN

1.    Kabel secukupnya

2.    Baterai 1,5 volt 4 buah

3.    Bola lampu 2,5 volt-3,6 volt/0,007 A

4.    Kompas

5.    Kumparan tipis

 

 

C.     LANDASAN TEORI

Medan magnet adalah daerah di sekitar magnet yang menyebabkan sebuah muatan yang bergerak di sekitarnya mengalami suatu gaya. Medan magnet tidak dapat dilihat.namun dapat dijelaskan dengan mengamati pengaruh magnet pada benda lain, misalnya pada serbuk besi. Garis-garis gaya magnetik selalu keluar dari kutub utara magnet dan masuk ke kutub selatan magnet. Garis-garis gaya magnetik tidak pernah saling berpotongan dengan garis-garis gaya magnetik lain yang berasal dari magnet yang sama. Daerah yang garis-garis gaya magnetiknya rapat menunjukkan medan magnetik yang kuat, sedangkan daerah yang garis-garis gaya magnetiknya kurang rapat menunjukkan medan magnetik yang lemah. Arah medan magnetik dari sebuah kawat yang dialiri arus listrik dapat ditentukan dengan menggunakan kaidah tangan kanan Oersted. Arah arus listrik ditunjukkan dengan ibu jari dan garis gaya magnetik ditunjukkan dengan keempat jari tangan. Medan magnetik yang dihasilkan oleh sebuah kawat penghantar sangatlah lemah, untuk menghasilkan medan magnetik yang cukup kuat dapat digunakan kumparan berarus listrik. Kumparan bersifat sebagai magnet yang kuat ini disebut sebagai elektromagnet.Elektromagnet memiliki sifat kemagnetan sementara.Jika arus listrik diputuskan, sifat kemagnetannya segera hilang. Kumparan berarus listrik dapat menghasilkan medan magnetik yang kuat karena setiap lilitan pada kumparan menghasilkan medan magnetik yang akan diperkuat oleh lilitan lainnya. Semakin banyak lilitan suatu kumparan, medan magnetik yang dihasilkannya semakin besar. Pola garis gaya magnetik yang dihasilkan oleh kumparan yang dialiri arus listrik. Untuk menentukan kutub magnet pada kumparan berarus listrik.digunakan

aturan genggaman tangan kanan. Kutub utara ditunjukkan olch arah ibu jari, arah arus pada kumparan sama dengan arah genggaman keempat jari.

 

D.     CARA KERJA

1.       Susunlah peralatan seperti seperti gambar di bawah ini. Dalam keadaan saklar S terbuka, letakan penghantar atas kompas pada posisi sejajar.

2.        Alirkan arus listrik ke dalam penghantar dengan menutup saklar S (arus mengalir jika lampu menyala).

a.        Apakah jarum kompas menyimpang? Mengapa demikian?

b.        Ke mana arah jarum kompas menyimpang? (ke kiri atau ke kanan)? Jelaskan!

3.        Buka saklar S, balik polaritas baterai, kemudian alirkan kembali arus listrik melalui penghantar dengan menutup saklar.

a.        Apakah jarum kompas menyimpang? Mengapa demikian?

b.        Ke mana arah jarum kompas menyimpang?

4.        Dari percobaan langkah (2) dan (3) buatlah kesimpulan!

5.        Lakukan langkah (1). (2). (3) tetapi dengan memakai 4 baterai yang dirangkai seri. Dan berdasarkan percobaan tersebut jawablah pertanyaan dibawah ini.

 

E.      HASIL PERCOBAAN

 

 

NO

Jenis rangkaian

Keadaan saklar

Jarum kompas

menyimpang

Arah simpangan

kompas

Terbuka

Tertutup

Ya

Tidak

Kanan

Kiri

1

Seri 2

baterai

V

 

 

V

 

 

2

Seri 2

baterai

 

V

V

 

V

 

3

Seri 2

baterai (polaritas baterai

dibalik)

V

 

 

V

 

 

4

Seri 4

baterai

V

 

V

 

 

 

5

Seri 4

baterai

 

V

V

 

V

 

A.     PERTANYAAN DAN JAWABAN

1.        Jika baterai dirangkai 4 buah, apakah penyimpangan jarum kompas lebih besar lebih kecil? Jelaskan!

Jawab: Penyimpangan jarum kompas lebih besar jika menggunakan 4 baterai, karena arus listrik juga cukup besar. Sehingga gaya magnetik yang ditimbulkan makin besar pula.

2.        Dari pengamatan Anda, jika arus (I) yang dialirkan pada rangkaian lebih besar, apakah induksi magnet (B) yang terjadi lebih besar? Jelaskan!

Jawab: Jika arus (1) yang dialirkan pada rangkaian lebih besar, maka induksi magnet (B) titik besar karena arus listrik menghasilkan medan magnetik dan medan magnetik melakukan gaya pada arus listrik. Makin cepat medan magnetik berubah, makin besar juga induksinya.

3.        Jelaskan hubungan antara arus listrik dengan medan magnet!

Jawab: Makin besar arus dan makin dekat dengannya arus itu, maka makin kuat medan magnetiknya dan gaya pada arus listrik dalam medan magnetik sama dengan besar gaya pada elemen arus (1) sepanjang AI ketika berada dalam medan magnetik.

4.        a. Jika kawat penghantar ditempatkan lebih dekat ke jarum kompas, bagaimana penyimpangan jarum? (menyimpang lebih besar/lebih kecil). Jelaskan!

b. Jika kawat penghantar ditempatkan lebih jauh ke jarum kompas, bagaimana penyimpangan jarum? (menyimpang lebih besar lebih kecil). Jelaskan!

Jawab : a. Jika kawat penghantar ditempatkan lebih dekat ke jarum kompas, maka penyimpangan jarum lebih besar kacna makin dekat jarak benda ke magnet, maka makin kuat gaya yang ditimbulkan oleh magnet.

b. Jika kawat penghantar ditempatkan lebih jauh ke jarumj kompas, maka penyimpangan jarum lebih kecil karena makin jauh jarak henda ke magnet, maka makin lemah gaya yang ditimbulkan.

5.        Dari jawaban perntanyaan (4) jelaskan hubungan antara induksi magnet (B) dengan jarak antara kompas ke penghantar.

Jawab: Hubungan antara induksi magnet dengan jarak antara kompas penghantar makin dekat jarak benda ke magnet, maka makin kuat gaya induksi magnet dan makin jauh jarak benda ke magnet, maka makin lemah induksi magnetnya.

 

2.   PEMBAHASAN

Berdasarkan data di atas, pada penggunaan 2 haterai dalam keadaan saklar (5) terbuka.kami letakkan penghantar di atas kompas pada posisi sejajar kemudian kami alirkan arus listrik ke dalam penghantar dengan menutup saklar (S). ternyata jarum kompas menyimpang ke kanan. Kemudian kami membuka saklar (S) dan membalik polaritas baterai, kemudian mengalirkan arus listrik melalui penghantar dengan menutup saklar (S) dan ternyata jarum kompas menyimpang karena ada arus listrik yang mengalir. Langkah terakhir, batu baterai diganti menjadi 4 buah, dan ternyata jarum kompas mengalami penyimpangan yang cukup besar. Hal ini membuktikan bahwa makin besar aliran listrik, makin besar pula gaya magnet yang terjadi.

 

 

3.   KESIMPULAN

Setelah melakukan percobaan diatas, dapat disimpulkan bahwa arus listrik menghasilkan medan magnet dan medan magnetik melakukan gaya pada arus listrik. Perubahan medan magnet dapat menghasilkan arus listrik.

 

4.   DAFTAR PUSTAKA

Rumanta, M. (2020). Praktikum IPA di SD. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka. http://benergi.com/pengertian-sifat-sifat-magnet-dan-jenis-jenis-magnet

 

5.   KESULITAN YANG DI ALAMI : SARAN DAN MASUKAN.

Kesulitan dalam memdapatkan alat dan bahan.

6.   FOTO/VIDEO PRAKTIKUM

 

Tahap awal

 

 

 

 

 

Menyiapkan alat dan bahan praktikum.

Proses Kegiatan

 

 

 

 

Dokumentasi        ketika                            melakukan                            percobaan mengamati gejala medan magnet.

 

 

Tahap Akhir

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil       akhir       praktikum               yaitu        kompas menyimpang karena adanya muatan listrik.

 

 

3.       PERCOBAAN MENGAMATI SIFAT-SIFAT MAGNET

A.     TUJUAN

Untuk menjelaskan tentang sifat-sifat magnet.

 

 

B.      ALAT DAN BAHAN

1.    Magnet batang 2 buah.

2.    Statis..

3.    Benang secukupnya.

4.    Benda-benda yang dapat ditarik magnet (besi, aluminium, kaca, dan seng).

 

 

C.     LANDASAN TEORI

Kata magnet sendiri berasal dari bahasa Yunani magnesia yang memiliki artis batu Magenisia. Umumnya Magnesia adalah nama sebuah wilayah yang ada du Yunani yang pada saat ini bernama Manisa. Di mana di wilayah tersebut batu magnet pertama kali ditemukan.Batu magnet pertama yang ditemukan merupakan magnet tetap atau magnet alam.Dan saat ini magnet yang ada di pasaran kebanyakan adalah magnet buatan.Magnet sendiri merupakan sebuah benda yang dapat menarik benda di sekitarnya dan setiap magnet pastinya memiliki sifat kemagnetan.Kemagnetan adalah kemampuan benda untuk menarik benda-benda lain yang ada di sekitarnya.

1.     Magnet dapat menarik bendaSifat magnet yang pertama adalah magnet dapat menarik benda lain yang berasal dari bahan logam. Akan tetapi tidak semua logam dapat ditarik oleh magnet.Bahan logam yang memiliki daya tarik yang tinggi oleh magnet dalah besi dan juga baja.

2.     Medan magnet membentuk gaya magnet Tahukah Anda bahwa gaya magnet tidak hanya berada di kutub-kutubnya. Akan tetapi gaya magnet juga timbul di sekitar magnet. Daerah yang di sekitar magnet yang memiliki gaya magnet disebut juga medan magnet.

3.     Magnet memiliki dua kutub Sifat-sifat magnet selanjutnya adalah magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan.

4.     Kutub magnet tidak sesama tarik menarik dan sesama akan menolak. Sama halnya dengan gaya listrik, gaya magnet juga berupa tarikan dan tolakan. Jika kutub yang sama didekatkan maka akan saling tolak-menolak dan jika kutub yang berbeda yaitu utara dan selatan di didekatkan maka akan saling tarik menarik.

5.     Sifat magnet dapat hilang Sifat-sifat magnet juga akan menghilang atau melemah

 

                    karena beberapa penyebab. seperti terbakar. jatuh secara terus menerus dan lainnya.

D.     CARA KERJA

1.        Beri tanda S untuk kutub selatan dan U untuk kutub utara pada kedua magnet batang yang tersedia.

2.        Gantungkanlah salah satu magnet dengan menggunakan benang pada statis

3.        Dekatkan kutub selatan magnet kedua yang dipegang pada kutub selatan magnet batangyang di gantung secara perlahan-lahan. Amati apa yang terjadi pada magnet batangyang digantung.

4.        Dekatkan kutub utara magnet yang di pegang pada kutub selatan magnet batang yangdigantung secara perlahan-lahan. Amati apa yang terjadi pada magnet batang yang digantung.

5.        Dengan cara yang lama, dekatkan kutub selatan magnet yang dipegang pada kutubutara magnet yang digantung. Amati apa yang terjadi. 6. Dekatkan kutub utara magnet yang dipegang pada kutub utara magnet yang digantung. Amati apa yang terjadi.

 

E.      HASIL PENGAMATAN

1.        Jika didekatkan kutub selatan magnet kedua yang dipegang ke kutub selatan magnet batang yang digantung secara perlahan-lahan, maka yang terjadi akan menjauhi magnet yang dipegang.

2.        Jika didekatkan kutub utara magnet yang dipegang pada kutub selatan magnet batang yang digantung secara perlahan-lahan, maka yang terjadi magnet batang yang digantung menjadi magnet yang dipegang.

3.        Jika dilakukan cara yang lama, didekatkan kutub selatan magnet yang dipegang pada kutub utara magnet yang digantung, maka yang terjadi kedua kutuh akan tarik menarik.

4.        Jika didekatkan kutub utara magnet yang dipegang pada kutub utara magnet yang digantung, maka yang terjadi akan menjauhi magnet yang dipegang.

F.      PERTANYAAN-PERTANYAAN

1.        Jelaskan sifat-sifat magnet!

Jawab :

a.        Mempunyai dua ujung yang disebut kutub-kutub magnet

b.        Salah satu ujung magnet selalu menunjuk ke utara dan magnet lain menunjuk ke selatan.

c.        Dua magnet yang saling didekatkan akan melakukan gaya satu sama lain. Apabila kutub-kutub yang didekatkan sejenis (kutub utara dengan kutub utara atau kutub  selatan dengan  kutub  selatan) maka akan tolak  menolak. Dan apabila kutub-kutub magnet yang didekatkan berlawanan jenis (kutub utara dengan kutub selatan) maka akan tarik menarik.

2.        Jelaskan apa yang dimaksud dengan dipol magnet!

Jawab : Dipol magnet adalah magnet selalu mempunyai 2 kutub.

3.        Apabila sebuah magnet dibagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. mungkinkah bagian kecil magnet tersebut hanya memiliki sebuah kutub? Jelaskan!

Jawab : Jika sebuah magnet dibagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, maka bagian kecil magnet tersebut tetap mempunyai 2 buah kutub, karena hal ini merupakan asas piranti (kompas). Setiap magnet apapun bentuknya pasti mempunyai 2 kutub yaitu kutup utara dan kutub selatan.

4.        Dari hasil percobaan yang anda lakukan, berilah kesimpulan tentang sifat-sifat magnet!

5.        Jawab : a. Jika kedua kutub magnet yang sejenis di dekatkan maka magnet tersebut akan tolak-menolak.

c.        Jika kutub-kutub magnet yang berlawanan (berbeda kutubnya atau tidak sejenis) didekatkan maka magnet tersebut akan tarik-menarik.

 

G.     PEMBAHASAN

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, apabila kutub selatan magnet yang dipegang ke kutub selatan magnet batang yang digantung maka perlahan-lahan dan terjadi adalah magnet batang yang digantung menjauhi magnet yang dipegang. Selanjutnya kami dekatkan kutub selatan magnet yang dipegang pada kutub utara magnet yang digantung.Ternyata magnet batang yang digantung menjauhi magnet yang dipegang. Jika dengan cara lama didekatkan kutup selatan magnet yang dipegang pada kutup utara magnet yang digantung, maka kedua kutub akan tarik menarik. Terakhir kami dekatkan kutub utara magnet yang dipegang pada kutub utara magnet yang digantung, ternyata magnet yang digantung mendekati magnet yang dipegang.

 

H.     KESIMPULAN

Dari percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa sebuah magnet selalu mempunyai 2 kutub yaitu kutub utara dan kutub selatan. Kutub-kutub yang sejenis apabila didekatkan akan saling tolak menolak, sedangkan kutub-kutub yang tidak sejenis apabila didekatkan akan tarik menarik.

 

I.        DAFTAR PUSTAKA

http://benergi.com/pengertian-sifat-sifat-magnet-dan-jenis-jenis-magnet

 

J.       KESULITAN YANG DIALAMI : SARAN DAN MASUKAN

Kesulitan mendapatkan alat dan baha


 

K.   FOTO/VIDEO PERCOBAAN

 

Tahap awal

 

 

 

 

 

 

Menyiapkan alat dan bahan praktikum.

 

Proses Kegiatan

 

 

 

Dokumentasi ketika melakukan percobaan mengamati sifat-sifat magnet yaitu mendekatkan kutub selatan dengan kutub selatan serta

mendekatkan magnet dengan benda-benda lain.


 

 

 

 

 

Tahap Akhir

 

 

 

 

Hasil akhir praktikum yaitu kutb yang berbeda akan saling traik menarik sedangkan kutub yang sama akan tolak menolak. Serta mencatat benda- benda yang dapat ditarik oleh magnet.

 

 

4.       PERCOBAAN CARA MEMBUAT MAGNET

A.     TUJUAN

Dapat membuat magnet dengan cara gesekan, elektromagnetik, dan magnet induksi.

 

 

B.      ALAT DAN BAHAN

1.        Klip kertas 3-5 buah.

2.        Magnet batang 1 buah.

3.        Kabel kecil berukuran 1 m 5 buah.

4.        Baterai 1,5 volt 4 buah.

5.        Paku besi 4 buah.

6.        Isolasi secukupnya.

 

 

C.     LANDASAN TEORI

Menurut teori kemagnetan, .


1.        sebuah bahan magnet tersusun dari sejumlah besar magnet-magnet kecil yang dinamakan magnet elementer

2.        pada magnet, magnet elementer tersusun secara teratur, sedangkan pada bahan nonmagnetik, magnet elementer tersusun secara acak;

3.        prinsip membuat magnet adalah menjadikan magnet elementer yang tadinya tidak teratur menjadi teratur dan searah;

4.        pada bahan magnet lunak, magnet elementer mudah "diputar" sehingga bahan- bahan tersebut mudah dijadikan magnet

5.        pada bahan magnet keras, magnet elementer sukar "diputar" sehingga bahan ini sukar dijadikan magnet:

6.        bila magnet permanen dipotong, masing-masing potongan akan tetap mempunyai dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan.

7.        Sifat-sifat magnet antara lain: dapat menarik besi, menimbulkan gaya satu sama lain

a. (tolak-menolak dan tarik menarik). Medan magnet: suatu daerah di sekitar magnet dimana masih ada pengaruh gaya magnet.

8.        Bagian magnet yang daya tariknya terbesar disebut kutub magnet. Oleh karena itu setiap magnet mempunyai dua buah kutub yaitu kutub utara, U. dan kutub selatan,

S. Kutub-kutub senama akan saling tolak, misalnya kutub utara dengan utara atau kutub selatan dengan selatan. Sedangkan kutub-kutub yang berlainan jenis akan saling tarik-menarik. contohnya kutub utara didekatkan dengan kutub selatan.

9.        Penggolongan benda berdasarkan sifat magnetik:

a.     ferromagnetik, yaitu benda yang ditarik kuat oleh magnet. Contoh: besi, haja, nikel,dan kobalt

b.     diamagnetik, yaitu benda yang ditolak oleh magnet. Contoh: timah, aluminium, emas, dan bismuth

c.     paramagnetik, yaitu benda yang ditarik lemah oleh magnet. Contoh: platina, tembaga, dan garam.

10.     Cara membuat magnet:

a.     menggosokkan magnet tetap. Caranya: arah gosokan dibuat searah agar magnet elementer yang terdapat pada besi letaknya menjadi teratur dan mengarah ke satu arah.Pada ujung terakhir besi yang digosok, akan mempunyai kutub yang berlawanan dengan kutub ujung magnet penggosoknya

b.     aliran arus listrik, Jika arah arus berlawanan jarum jam maka ujung besi


tersebut menjadi kutub utara. Sebaliknya, jika arah arus searah putaran jarum jam maka ujung besi tersebut terbentuk kutub selatan. Dengan demikian, ujung A kutub utara dan B kutub selatan atau sebaliknya.

c.     induksi. Besi dan baja diletakkan di dekat magnet tetap. Magnet elementer yang terdapat pada besi dan baja akan terpengaruh atau terinduksi magnet tetap yang menyebabkan letaknya teratur mengarah ke satu arah.

 

D.     CARA KERJA

Anda dapat menciptakan magnet buatan melalui 3 cara, yaitu dengan cara gesekan, elektromagnetik, dan cara magnet induksi.

1.        Membuat magnet melalui gesekan

a.     Siapkan sebuah paku besi yang bukan magnet, lalu dekatkan ujung paku tersebut pada beberapa klip kertas. Amati apakah paku tersebut dapat menarik klip kertas?

b.     Geseklah paku besi pada sebuah magnet batang dalam satu arah saja secara berulang-ulang kira-kira 10 detik lamanya. Dekatkan batang paku besi yang telah digosok pada beberapa klip. Amati apa yang terjadi pada klip!

c.     Lakukan hal yang sama seperti pada nomor 2, tetapi dalam waktu yang lebih lama, misalnya 40 detik. Amati apa yang terjadi pada klip!

2.        Membuat magnet dengan cara elektromagnetik

a.     Rangkailah alat seperti gambar berikut ini. Amatilah, apakah paku menjadi magnet atau tidak?Mengapa demikian?

b.     Tutuplah saklar S, lalu dekatkan sebuah paku yang lain pada paku yang dililiti kumparan. Amatilah apakah paku tersebut sudah menjadi magnet? Jelaskan!

c.     Lakukanlah hal yang sama pada nomor a dan nomor tetapi dengan cara mengurangi jumlah lilitan kumparan b, pada paku. Amatilah apakah kemagnetan yang terjadi pada paku makin besar atau makin kecil? Beri penjelasan!

d.     Lakukan hal yang sama pada nomor c, tetapi dengan cara menambah lilitan kumparan pada paku!

3.        Membuat magnet dengan cara induksi.

a.     Peganglah sebuah magnet batang di salah satu kutubnya, sedangkan kutub yang lain menjadi pusat bumi.

b.     Dekatkan sebuah klip tepat di ujung salah satu kutub magnet batang. Amati apa


yang terjadi?

c.     Dekatkan lagi sebuah klip kedua tepat di ujung klip yang pertama. Amati apa yang terjadi?

d.     Lakukan hal yang sama pada nomor b dan nomor c hingga menggunakan klip sebanyak 4 buah. Amatilah apa yang terjadi!

 

E.      HASIL PERCOBAAN

1.    5 lilitan hanya 1 paku yang menempel.

2.    10 lilitan hanya 2 paku yang menempel.

3.    20 lilitan hanya 4 paku yang menempel.

 

 

F.      PERTANYAAN PERTANYAAN

1)       Jelaskan cara membuat magnet!

Jawab :

a.Penggosokan. Proses pembuatan magnet dengan penggosokan dapat dilakukan dengan menggosok magnet tetap pada besi atau baja.

b.Induksi c.Elektromagnetik

2)       Jelaskan faktor apakah yang dapat mempengaruhi kekuatan magnet!

Jawab : Faktor yang mempengaruhi kekuatan medan magnet yang dihasilkan elektromagnet adalah panjang inti besi, jumlah lilitan, dan kuat arus yang dilewatkan pada lilitan tersebut. Penjelasan: Medan magnet dapat dihasilkan dari bahan magnet alami ataupun dari kawat yang dialiri arus listrik

3)       Jelaskan hubungan antara kuat magnet dengan jumlah lilitan kumparan dan arus listrik!

Jawab : arah medan magnet itu tergantung dari arah arus mengalir. untuk menentukan arah medan magnet gunakan kaidah tangan kanan (arah jempol untuk arah arus listriknya dan keempat jari untuk arah perputarannya). Jika arah arus listrik ke utara, maka arah medan magnet melawan arah jarum jam. dan jika ke selatan maka arah medan magnetnya mengikuti arah jarum jam (bisa dipelajari sendiri). Untuk kuat arusnya, jika besar arus listriknya semakin besar, maka medan magnet disekitar kawat yang dialiri arus listrik tersebut semakin besar. Jadi untuk kesimpulannya, hubungan antara arah arus, medan magnet, dan kuat arus listrik adalah:

 

a.Arah medan magnet tergantung dengan arah arus (menggunakan kaidah tangan kanan)

b.Besarnya medan magnet dipengaruhi oleh besarnya arus listrik. semakin besar arus listriknya, semakin kuat medan magnetnya.

c.besarnya arus listrik tidak memengaruhi arah medan magnet.

 

 

G.     PEMBAHASAN

Bahan-bahan yang dapat dibuat menjadi magnet adalah kelompok bahan-bahan yang bersifat magnetik, seperti baja dan besi. Ada tiga cara untuk membuat magnet, yaitu: Membuat Magnet dengan Menggosok Besi atau baja dapat dibuat magnet antara lain dengan cara menggosokkan salah satu ujung magnet tetap di sepanjang batang besi, atau baja ke satu arah secara berulang-ulang. Saat terjadi penggosokan dengan arah yang teratur mengakibatkan adanya pengaruh medan magnet dari magnet permanen. Dengan posisi yang searah tentu mengakibatkan adanya gaya yang ditimbulkan sehingga menjadikan benda bermagnet.. Dengan aliran arus listrik Paku besar yang dililiti oleh sebuah kumparan setelah dihubungkan dengan baterai kemudian dekatkan dengan paku- paku kecil, ternyata paku kecil akan menempel pada paku besar tersebut. Magnet yang dibuat dengan menggunakan arus listrik dinamakan dengan elektromagnet. Dengan Cara Induksi Paku dapat dibuat menjadi magnet dengan cara didekatkan pada sebuah magnet kuat. Cara membuat magnet dengan cara mendekatkan batang baja atau besi pada sebuah magnet kuat dinamakan induksi magnetik.Besi dan baja dapat dibuat menjadi magnet dengan cara menggosokkan salah satu ujung magnet secara tetap di sepanjang batang besi, atau baja ke satu arah secara berulang-ulang. Semakin banyak gosokan yang diberikan magnet ke paku besar maka sifat kemagnetan semakin kuat sehingga semakin banyak paku kecil yang dapat menempel ke paku besar.


Induksi Kesimpulannya =

Kawat kecil kecilan dapat tertarik oleh Paku karena Paku memiliki sifat kemagnetan karena paku berada di dalam medan magnet yang dialiri oleh magnet utamanya. Akan tetapi,sifat kemagnetan hasil induksi ini bersifat sementara.caranya dengan menempelkan benda benda yang terbuat dari logam ini akan menjadi bersifat magnet,namun jika magnet dilepaskan,sifat kemagnetan benda tersebut akan hilangSecara sederhananya, membuat magnet Induksi = Mendekatkan benda yang memiliki daya tarik Magnet ( ex : besi ) kedalam medan magnet sehingga benda yang memiliki daya tarik magnet yang sudah didekatkan memiliki sifat

 

                kemagnetan sehingga mampu menarik benda yang memiliki daya tarik magnet lainnya ( ex : Baja ) Lagi.

Setelah paku di dekatkan dengan magnet ladam paku akanterinduksi dengan magnet ladam yang menyebabkan letaknya teratur dan mengarah ke satu arah. Paku akan menjadi magnet dan dapat menarik anak klip yang ada di bawahnya.

 

A.     KESIMPULAN

Dari pengamatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa semakin banyak lilitan, maka sifat magnet pada paku semakin kuat sehingga semakin banyak paku kecil yang akan menempel. Saat paku di dekatkan dengan magnet makan paku akan terinduksi. Jika paku di jauhkan dengan magnet maka sifat kemagnetannya akan hilang.

B.     DAFTAR PUSTAKA

Rumanta, M. (2020). Praktikum IPA di SD. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka. Sumardi Yosafat, (2004). Konsep dasar IPA I petunjuk praktikum. Jakarta: Universitas Terbuka

C.     KESULITAN YANG DIALAMI : SARAN DAN MASUKAN

Kesulitan mendapatkan alat dan bahan.


                

 

 

D.   FOTO/VIDEO HASIL PERCOBAAN

 

 

Tahap awal

 

 

 

Menyiapkan alat dan bahan praktikum.

 

Proses Kegiatan

 

 

 

 

 

 

Dokumentasi ketika mengumparkan tembaga pada paku dan menghubungkan kabel ke baterai.

 

 

Tahap Akhir

 

 

 

Hasil   akhir praktikum yaitu paku menjadi magnet karena bisa menari klip kertas.

 

 

 

LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM MODUL 9 BUMI DAN ALAM SEMESTA

KP 1 PEMBAKARAN MEMERLUKAN UDARA

 MANDIRI

 

 

 


 

 

 

 

NAMA : ANDI SOFYAN HARI

                                                             NIM : 858916488

 

 

UPBJJ (JEMBER)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA

TAHUN 2021


I.          PRAKTIKUM 1

II.         CaraKerjaI

a.         Tujuan

1.         Menguji apakah pembakaran dapat terjadi jika tidak ada udara.

Menjelaskan peran udara pada proses pembakaran.

b.         Alat dan Bahan

1.         Lilin 2 batang yang sama panjang

2.         Korek api

3.         Gelas

4.         Stopwatch

c.         Cara Kerja

1.         Menyediakan 2 lilin yang sama ukurannya, diameter, panjang, warna dan bentuknya.

2.         Meletakkan kedua lilin di atas meja, memberi tanda lilin 1 dan lilin 2, memberi jarak antar lilin 30 cm.

3.         Menyalakan lilin 1 dan lilin 2 tersebut.

4.         Menutup lilin 1 dengan gelas.

5.         Menghitung waktu menyala antara lilin 1 dan lilin 2, mencatat hasil pengamatan pada tabel 1

d.         Hasil Pengamatan

Tabel 1 Perbandingan Lamanya Waktu Menyala

 

Perlakuan

Waktu Menyala

Lilin 1 ditutup dengan gelas

00:00:07:47

Lilin 2 dibiarkan terbuka

Menyala lebih lama

 

e.         Pertanyaan

1.         Lilin mana yang lebih lama menyala?

2.         Jelaskan mengapa lilin tersebut lebih lama menyala!

3.         Lilin mana yang waktu menyala lebih sedikit, jelaskan mengapa terjadi demikian!

 

 

 

f.          Jawaban

1.         Lilin yang lebih lama menyala adalah lilin 2 yang dibiarkan terbuka.

 

2.         Lilin 2 yang dibiarkan terbuka akan lebih lama menyala daripada lilin 1 yang ditutup dengan gelas, hal itu dikarenakan lilin 2 memperoleh udara (oksigen) lebih banyak dan tidak terbatas, sehingga proses pembakaran dapat berlangsung lebih lama.

3.         Lilin 1 yang ditutup dengan gelas memiliki waktu menyala lebih sedikit daripada lilin 2 yang dibiarkan terbuka, dengan waktu menyala hanya 00:00:07:47

Hal ini disebabkan karena ketika terjadi pembakaran dalam gelas, awalnya terjadi pengembangan udara, pada saat yang sama terjadi peningkatan uap air dalam udara sehingga lilin masih menyala. Lilin ditutup dengan gelas akan padam karena kehabisan oksigen. Di ruang tertutup oksigen terbatas, hasil pembakaran yang berupa karbondioksida akan berkumpul di dalam gelas, sehingga lilin semakin redup dan akhirnya padam karena kehabisan oksigen (udara di dalam gelas tekanannya lebih rendah atau berkurang dibandingkan udara diluar gelas).

 

Cara Kerja II

a.          Tujuan

1.              Menguji apakah pembakaran dapat terjadi jika tidak ada udara.

2.              Menjelaskan peran udara pada proses pembakaran.

b.          Alat dan Bahan

1.              Lilin 2 batang yang sama panjang

2.              Korek api

3.              Gelas

4.              Stopwatch

c.          Cara Kerja

1.              Menyalakan satu lilin.

2.              Menutup lillin dengan gelas dan mencatat waktu antara lilin menyala saat ditutup gelas sampai lilin mati.

3.              Mengulangi langkah 1 dan 2 untuk 5 kali pengamatan, mencatat hasil pada tabel 2

 

d.          Hasil Pengamatan

Tabel 2 lama Waktu Menyala Lilin Saat Mulai Ditutup

 

Perlakuan lilin menyala

ditutup dengan gelas

Lamanya waktu dari mulai

ditutup sampai padam (sekon)

Pengulangan 1

00:00:06:03

Pengulangan 2

00:00:05:89

Pengulangan 3

00:00:04:50

Pengulangan 4

00:00:04:95

Pengulangan 5

00:00:04:50

Rata-rata

00:00:04:57

 

e.          Pertanyaan

1.              Apakah pada saat lilin mulai ditutup, lilin masih menyala?

2.              Jelaskan mengapa jika pada saat lilin mulai ditutup, lilin masih menyala!

3.              Jelaskan dengan menggunakan hasil pengamatan, berapa lama udara (oksigen) bisa digunakan untuk mendukung proses pembakaran ketika lilin ditutup dengan gelas!

f.           Jawaban

1.              Iya, pada saat lilin mulai ditutup, lilin masih menyala.

2.              Pada saat lilin mulai ditutup, lilin masih menyala. Hal ini disebabkan karena masih terdapat oksigen di dalam gelas. Proses pembakaran tetap berlangsung dengan jumlah oksigen yang terbatas. Setelah oksigen habis, maka lilin semakin meredup dan akhirnya padam.

3.              Udara (oksigen) bisa digunakan untuk mendukung proses pembakaran ketika lilin ditutup dengan gelas hanya selama 00:00:04:57

Hal ini disebabkan karena volume oksigen dalam gelas jumlahnya terbatas. Sehingga nyala lilin hanya bertahan dalam waktu tertentu saja.


III.     PRAKTIKUM II

a.          Tujuan

Membandingkan pembakaran apad dua tempat dengan volume udara yang berbeda.

b.          Alat dan Bahan

1.              Lilin 2 batang yang sama panjang

2.              Korek api

3.              Gelas

4.              Stopwatch

c.          Cara kerja

1.              Menyediakan dua buah gelas dengan ukuran yang berbeda (gelas besar dan gelas kecil), gelas besar diberi tanda gelas A dan gelas kecil diberi tanda gelas B.

2.              Menyediakan dua buah lilin yang sama besar dan sama panjang, memberi tanda lilin 1 dan lilin 2.

3.              Menyalakan dua buah lilin tersebut, memberi jarak 30 cm antara kedua lilin tersebut.

4.              Menutup lilin 1 dengan gelas A dan mencatat waktu antara lilin menyala saat ditutup gelas sampai lilin mati.

5.              Menutup lilin 2 dengan gelas B dan mencatat waktu antara lilin menyala saat ditutup gelas sampai lilin mati.

6.              Mengulangi sampai 3 kali pengulangan.

7.              Mencatat hasil pengamatan pada tabel di bawah ini.

d.          Hasil Pengamatan

 

Perlakuan

Waktu Menyala (detik)

UL 1

UL 2

UL 3

Rata-rata

Lilin 1 ditutup

dengan gelas ukuran besar (gelas A)

 

 

00:00:06:12

 

 

00:00:07:38

 

 

00:00:05:13

 

 

00:00:06:21

Lilin 2 ditutup dengan gelas ukuran kecil

(gelas B)

 

 

00:00:02:23

 

 

00:00:03:20

 

 

00:00:03:33

 

 

00:00:02:25

Ket. UL = Ulangan ke-

 

e.          Pertanyaan

1.              Lilin mana yang lebih lama menyala, jelaskan mengapa lilin tersebut memiliki waktu menyala lebih lama!

2.              Simpulan :

f.           Jawaban

1.              Lilin yang lebih lama menyala adalah lilin 1 yaitu lilin yang ditutup dengan gelas ukuran besar (gelas A). Hal ini disebabkan karena jumlah oksigen yang terdapat di dalam gelas A lebih banyak daripada jumlah oksigen dalam gelas B. Sehingga proses pembakaran dalam gelas A akan bertahan lebih lama dibandingkan dengan proses pembakaran dalam gelas B, walaupun proses pembakaran keduanya hanya bertahan dalam waktu yang singkat.

2.              Simpulan :

Lilin 1 yang ditutup dengan gelas ukuran besar (gelas A) akan lebih lama menyala karena jumlah oksigen yang terdapat di dalam gelas A lebih banyak daripada jumlah oksigen pada lilin 2 yang ditutup dengan gelas ukuran kecil (gelas B).

 

SIFATSIFATUDARA

I.          PRAKTIKUM 1

 

a.        Tujuan : Membuktikan bahwa sifat udara menekan dari tekanan tinggi ke tekanan rendah.

b.        Alat dan Bahan

1.          Lilin dua buah

2.          Mangkok dua buah

3.          Air secukupnya

4.          Gelas dua buah

5.          Korek api

c.        Cara Kerja

1.          Meletakkan kedua lilin didalam mangkok, memberi tanda mangkok A dan mangkok B.

2.          Mengisi kedua mangkok yang berisi lilin dengan air secukupnya.

3.          Lilin pada mangkok A jangan dinyalakan, lalu ditutup dengan gelas.

4.          Menyalakan lilin pada mangkok B kemudian menutupnya dengan gelas.

 

d.        Hasil Pengamatan

Tabel perubahan Permukaan Air Akibat Tekanan

 

Perlakuan

Perubahan permukaan air

 

Mangkok A

Tidak terjadi perubahan permukaan air pada

mangkok A. Ketinggian permukaan air masih tetap sama, yaitu 1 cm.

 

 

 

 

 

Mangkok B

Mangkok B mengalami perubahan permukaan air. Hal ini ditandai dengan naiknya volume air di dalam gelas. Pada awalnya ketinggian air adalah 1 cm, namun pada waktu 00:00:05:04 lilin padam lalu air yang berada diluar gelas tersedot masuk ke dalam gelas dan permukaan air didalam gelas naik

menjadi 2 cm.


e.        Pertanyaan

1.          Mangkok     mana    yang    mengalami      perubahan     permukaan    air,   

seperti         apakah perubahannya?

2.          Mengapa terjadi perubahan permukaan air pada mangkok tersebut?

3.          Mangkok mana yang tidak mengalami perubahan permukaan air, mengapa tidak terjadi perubahan permukaan air pada mangkok tersebut?

 

f.         Jawaban

1.          Mangkok yang mengalami perubahan adalah mangkok B. Hal ini ditandai dengan naiknya volume air di dalam gelas. Pada awalnya ketinggian air adalah 1 cm, namun pada waktu 00:00:05:04 lilin padam lalu air yang berada diluar gelas tersedot masuk ke dalam gelas dan permukaan air didalam gelas naik menjadi 2 cm.

2.          Perubahan permukaan air pada mangkok B disebabkan karena pada saat lilin dinyalakan didalam gelas pada mangkok yang berisi air dengan ketinggian 1 cm, lilin masih menyala kemudian lilin ditutup dengan gelas dan beberapa saat kemudian lilin perlahan padam. Air didalam gelas akan naik dan air tersebut lebih tinggi dibandingkan air diluar gelas, semula 1 cm menjadi 2 cm. Karena udara didalam gelas telah habis dan tekanan udaranya rendah karena proses pembakaran, sehingga air diluar gelas dengan tekanan udara tinggi akan mendorong masuk air kedalam gelas dengan tekanan udara rendah dan terjadilah perubahan ketinggian air didalam gelas.

3.          Mangkok yang tidak mengalami perubahan permukaan air adalah mangkok A. Hal ini disebabkan karena tidak ada proses pembakaran atau nyala lilin di dalam gelas pada mangkok A sehingga tekanan udara didalam gelas tidak menyusut dan air tidak tersedot masuk ke dalam gelas, karena tekanan udara baik didalam maupun diluar gelas adalah sama.


II.        PRAKTIKUM 2

a.        Tujuan : Menguji hubungan antara besarnya volume udara di dalam gelas dengan tekanan udara.

b.        Alat dan Bahan

1.          Lilin dua buah

2.          Mangkok dua buah

3.          Air secukupnya

4.          Gelas dua buah

5.          Korek api

c.        Cara Kerja

1.          Menyediakan dua buah mangkok yang sama besar, memberi tanda mangkok A dan mangkok B.

2.          Menyediakan lilin yang sama besar.

3.          Menyediakan dua buah gelas yang ukurannya berbeda (gelas besar dan gelas kecil), memberi tanda gelas 1 (gelas besar) dan gelas 2 (gelas kecil).

4.          Meletakkan kedua lilin di dalam mangkok A dan mangkok B.

5.          Mengisi kedua mangkok yang berisi lilin dengan air secukupnya.

6.          Menyalakan lilin pada mangkok A dan B, kemudian menutup lilin pada mangkok A dengan gelas 1 (gelas besar) dan menutup lilin pada mangkok B dengan gelas 2 (gelas kecil).

7.          Mengamati dan mencatat hasil pada tabel di bawah ini :

 

 

d.        Hasil Pengamatan

 

Perlakuan

Deskripsi perubahan permukaan air

 

Terjadi perubahan permukaan air pada mangkok A,

Mangkok A

yaitu     naiknya     volume     air     didalam     gelas,     pada

(Besar)

00:00:04:98 lilin padam kemudian ketinggian air yang

 

semula 1 cm naik menjadi 2 cm.

 

Terjadi perubahan permukaan air pada mangkok A,

Mangkok B

yaitu     naiknya     volume     air     didalam     gelas,     pada

(Kecil)

00:00:04:86 lilin padam kemudian ketinggian air yang

 

semula 1 cm naik menjadi 2,5 cm.


e.        Pertanyaan

1.          Bandingkan perubahan permukaan air pada kedua mangkok, apakah terdapat perbedaan, jelaskan!

2.          Simpulan :

f.         Jawaban

1.          Terdapat perbedaan pada perubahan permukaan air yang terjadi di mangkok A dan mangkok B. Perbedaannya adalah pertama, perbedaan ketinggian permukaan air. Pada mangkok B dengan gelas kecil akan mengalami kenaikan ketinggian permukaan air lebih tinggi, yaitu 2,5 cm daripada mangkok A dengan gelas besar yang hanya 2 cm, dengan ketingian semula 1 cm. Kedua, waktu nyala lilin. Pada mangkok A dengan gelas besar nyala lilin bertahan lebih lama, yaitu 00:00:04:98 dibandingkan dengan nyala lilin pada mangkok B dengan gelas kecil, yaitu 00:00:04:86

Perbedaan tersebut disebabkan karena pada mangkok A dengan gelas besar memiliki volume udara yang lebih besar dari volume udara pada mangkok B dengan gelas kecil, sehingga tekanan pada mangkok A lebih kecil yang menyebabkan ketinggian air pada mangkok A lebih rendah daripada mangkok B.

2.          Simpulan :

Mangkok A dengan gelas besar memiliki volume udara yang lebih besar, namun tekanannya kecil, sehingga ketinggian air nya lebih rendah daripada mangkok B dengan gelas kecil yang bervolume udara sedikit namun tekanannya besar.

Hal ini sesuai dengan hukum Boyle yang menyatakan bahwa “Pada suhu tetap, tekanan gas didalam ruang tertutup berbanding terbalik dengan volumenya”. Jika volume udara diperbesar, maka tekanan gas menjadi menurun. Jika volume udara diperkecil, maka tekanan gas membesar. Penting untuk dicatat bahwa hukum ini berlaku asal suhu gas tersebut tetap.


LAMPIRAN

 


 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar